Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Pindah Payment Gateway? 3 Hal Ini Wajib Dipertimbangkan Pelaku Bisnis
SHARE:

Technologue.id, Jakarta - Pertumbuhan bisnis digital turut membuat kebutuhan pelaku usaha terhadap layanan pembayaran ikut berubah. Ketika transaksi semakin berkembang, merchant perlu memastikan payment gateway yang digunakan mampu mengikuti kebutuhan operasional sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis.

Perubahan biaya, kemudahan penggunaan, hingga kualitas dukungan layanan menjadi sejumlah faktor yang dapat mendorong merchant mengevaluasi payment gateway yang digunakan saat ini. Karena itu, keputusan berpindah layanan pembayaran sebaiknya tidak hanya didasarkan pada harga, tetapi juga mempertimbangkan pengalaman dan dukungan yang diberikan provider.

Bagi merchant yang sedang mempertimbangkan perpindahan payment gateway, setidaknya ada tiga aspek penting yang perlu diperhatikan sebelum menentukan penyedia layanan baru.

Pertama, biaya yang kompetitif dan transparan. Biaya transaksi memang menjadi salah satu pertimbangan utama ketika merchant memilih payment gateway. Namun, besaran biaya bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan karena struktur biaya dapat berbeda pada setiap metode pembayaran.

Kejelasan mengenai struktur biaya sejak awal juga penting agar merchant dapat menghitung dan mengelola biaya operasional secara lebih terukur. Provider idealnya turut memberikan informasi apabila terdapat perubahan kebijakan yang berkaitan dengan biaya maupun layanan.

Chief Revenue Officer OttoDigital, Grace Sunarjo, mengatakan merchant perlu memastikan provider memberikan informasi biaya secara jelas. “Struktur biaya dapat berbeda pada setiap metode pembayaran, sehingga merchant perlu memilih provider yang memberikan informasi secara jelas,” ujarnya.

Kedua, proses pendaftaran yang cepat dan praktis. Bagi pelaku bisnis, waktu menjadi bagian penting dalam operasional. Proses registrasi payment gateway yang terlalu panjang berpotensi menunda merchant untuk mulai menerima transaksi menggunakan layanan baru.

Karena itu, merchant dapat mempertimbangkan provider yang menawarkan proses pendaftaran secara praktis sehingga akses terhadap layanan pembayaran dapat dilakukan lebih cepat.

“Pendaftaran yang praktis membantu merchant lebih cepat mulai bertransaksi sehingga mendukung pertumbuhan bisnis,” jelas Grace.

Ketiga, memastikan dukungan after-sales yang responsif. Payment gateway bukan sekadar layanan yang digunakan ketika pelanggan melakukan pembayaran. Ketika terjadi kendala dalam proses transaksi atau operasional, merchant membutuhkan akses terhadap tim yang dapat membantu menyelesaikan persoalan dengan cepat.

Dukungan tersebut menjadi semakin penting bagi bisnis yang memiliki volume transaksi besar atau kebutuhan operasional yang lebih kompleks. Tim khusus yang memahami kebutuhan merchant juga dapat membantu memberikan pendampingan, bukan sekadar merespons ketika masalah muncul.

OttoDigital, misalnya, menyediakan Customer Service yang disebut siap melayani merchant selama 24 jam setiap hari. Selain itu, perusahaan juga memiliki tim khusus untuk mendampingi dan membantu kebutuhan operasional merchant dalam skala tertentu.

Menurut Grace, kebutuhan merchant terhadap payment gateway tidak berhenti pada kemampuan layanan dalam menangani kendala. Provider juga diharapkan mampu memberikan rekomendasi yang relevan berdasarkan kebutuhan dan perkembangan bisnis.

“Kami coba menyesuaikan dengan kebutuhan merchant, termasuk soal tim khusus ini tidak hanya responsif ketika ada kendala, tetapi juga proaktif memberikan rekomendasi yang relevan dengan expertise kami,” kata Grace.

Pada akhirnya, berpindah payment gateway bukan sekadar mencari alternatif baru. Merchant perlu memastikan provider yang dipilih memiliki struktur biaya yang jelas, proses pendaftaran yang praktis, serta dukungan after-sales yang mampu mengikuti kebutuhan bisnis.

OttoDigital sendiri merupakan ekosistem penyedia solusi pembayaran dan pengelolaan bisnis di Indonesia. Layanannya mencakup OttoPay untuk solusi pembayaran, OttoCash sebagai uang elektronik, HelloBill sebagai sistem kasir digital atau Point of Sale, serta OttoPoint untuk program loyalitas pelanggan.

Dengan mempertimbangkan ketiga aspek tersebut sejak awal, merchant dapat memilih payment gateway yang tidak hanya mendukung transaksi, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pengembangan bisnis dalam jangka panjang.

SHARE:

Trailer Pasukan 1000 Janda Rilis, Epik Laksamana Malahayati

UNIQLO Disney x Formula 1 Resmi Meluncur di Indonesia