Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Pentagon Mulai Gunakan Grok untuk Operasi Militer
SHARE:

Technologue.id, Jakarta - Departemen Pertahanan Amerika Serikat semakin agresif dalam mengadopsi kecerdasan buatan (AI) untuk kebutuhan militer. Laporan terbaru menyebut bahwa Pentagon telah mencapai kesepakatan dengan perusahaan AI milik Elon Musk, yakni xAI, untuk menggunakan model Grok dalam sistem rahasia mereka.

Kesepakatan ini menjadi langkah penting karena sebelumnya hanya model Claude dari Anthropic yang diizinkan beroperasi di jaringan militer paling sensitif, termasuk untuk analisis intelijen, pengembangan senjata, hingga operasi medan perang.

Namun, hubungan Pentagon dengan Anthropic kini tengah memanas. Perusahaan tersebut menolak permintaan pemerintah AS untuk membuka akses model AI mereka untuk semua tujuan yang sah, termasuk penggunaan dalam pengawasan massal dan pengembangan senjata otonom sepenuhnya. Sikap ini didasarkan pada kebijakan keamanan internal Anthropic yang menekankan pembatasan penggunaan AI dalam konteks berisiko tinggi.

Sebaliknya, xAI justru menyetujui standar yang lebih longgar tersebut, sehingga membuka jalan bagi Grok untuk masuk ke lingkungan sistem rahasia militer. Meski demikian, para pejabat mengakui bahwa teknologi Grok belum tentu setara dengan Claude dalam hal keandalan dan kesiapan untuk aplikasi militer tingkat tinggi.

Situasi ini mencerminkan pergeseran strategi Pentagon yang kini berupaya mendiversifikasi penyedia AI mereka. Selain xAI, pemerintah juga tengah menjajaki kerja sama lebih lanjut dengan perusahaan seperti OpenAI dan Google melalui model Gemini, yang dinilai memiliki kapabilitas mendekati Anthropic.

Di sisi lain, konflik ini menyoroti perdebatan besar dalam industri AI antara dorongan inovasi cepat untuk kepentingan keamanan nasional dan kebutuhan akan batasan etis dalam penggunaan teknologi. Anthropic menjadi salah satu perusahaan yang paling vokal dalam isu ini, bahkan tetap menolak permintaan Pentagon meski berisiko kehilangan kontrak besar.

Menariknya, kerja sama antara xAI dan pemerintah AS bukanlah hal baru. Pada 2025, perusahaan tersebut telah mendapatkan kontrak hingga 200 juta dolar untuk menyediakan teknologi AI bagi berbagai lembaga federal.

SHARE:

Tren Wellness Meningkat, Garmin Ajak Masyarakat Reset Pola Hidup Saat Ramadan

iQOO 15R Siap Meluncur, Hadir dengan Snapdragon 8 Gen 5 dan Baterai Luas