Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Penjualan Mobil China Anjlok Tujuh Bulan Berturut-turut, Ekspor Justru Meroket
SHARE:

Jakarta – Pasar otomotif China kembali mencatatkan kinerja domestik yang lesu di tengah ekspor yang justru melesat. Penjualan Mobil China terus mengalami tekanan di dalam negeri.

Berdasarkan data terbaru dari China Passenger Car Association (CPCA), penjualan mobil penumpang domestik China pada April 2026 turun 21,6% year-on-year (YoY) menjadi hanya 1,4 juta unit. Ini merupakan penurunan bulan ketujuh secara berturut-turut.

Penurunan penjualan kendaraan energi baru (NEV) di pasar domestik juga berlanjut selama empat bulan beruntun. Segmen tersebut terkontraksi 6,8% YoY pada April 2026, menunjukkan tren perlambatan yang cukup dalam.

Sekretaris Jenderal CPCA, Cui Dongshu, mengungkapkan bahwa penjualan mobil murah yang lesu menjadi hambatan utama pemulihan. “Sluggish affordable car sales are a key bottleneck for recovery,” ujarnya seperti dikutip dari CnEVPost.

Pelemahan ini sebagian besar dipicu oleh perubahan kebijakan subsidi kendaraan listrik. Pemerintah China mengubah skema subsidi menyeluruh menjadi potongan harga berbasis persentase, yang menghilangkan keunggulan harga di segmen entry-level.

Sementara itu, penjualan kendaraan berbahan bakar minyak (ICE) juga di bawah ekspektasi. Cui Dongshu mengaitkan hal ini dengan harga minyak tinggi akibat konflik AS-Israel di Iran.

Meski permintaan BEV dan PHEV meningkat di kawasan lain pasca perang, hal itu tidak terjadi di China. Ketidakpastian ekonomi yang berakar pada krisis properti berkepanjangan semakin menekan kepercayaan konsumen.

Di sisi lain, kinerja ekspor menjadi titik terang. Total ekspor kendaraan China mencapai 901.000 unit pada April 2026, melonjak 74,4% YoY. Angka ini merupakan rekor tertinggi sepanjang masa.

Ekspor NEV menjadi yang paling cemerlang dengan rekor 430.000 unit, naik 110% YoY. Ekspor BEV melonjak 85,4% menjadi 260.000 unit, sementara PHEV melesat 180% menjadi 170.000 unit.

Pencapaian ekspor ini tidak termasuk volume produksi di luar negeri pabrikan China. Pabrik BYD di Brasil dan fasilitas Great Wall di Thailand belum dimasukkan dalam perhitungan.

Morgan Stanley merevisi proyeksi pertumbuhan ekspor China tahun 2026 menjadi 33%, naik dari sebelumnya 15%. AlixPartners juga memproyeksikan volume ekspor mobil penumpang akan naik sekitar 20% pada 2026.

Asia Tenggara disebut sebagai pasar pertumbuhan utama. Hal ini sejalan dengan ekspansi pabrikan China yang agresif ke kawasan tersebut.

BYD dan Geely juga memperluas kapasitas produksi lokal di Eropa dan Amerika Latin. Langkah ini mengurangi risiko hambatan tarif yang selama ini membatasi jangkauan mereka di pasar lain.

Perkembangan paling krusial bagi ambisi pabrikan China adalah pertemuan puncak Presiden AS Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing pada 13-15 Mei 2026. Produsen otomotif global telah mendesak Trump untuk tidak memasukkan perdagangan otomotif dalam negosiasi.

AS masih sepenuhnya tertutup bagi kendaraan bermerek China, menjadi pasar global besar terakhir yang menerapkan larangan ini. Hambatan berupa tarif 100% pada BEV buatan China dan aturan konektivitas era Biden semakin memperkuat isolasi tersebut.

Prospek pemulihan domestik China pada 2026 masih moderat. China Association of Automobile Manufacturers memperkirakan pertumbuhan domestik hanya sekitar 1% untuk tahun penuh, didorong oleh pemulihan margin dan konsolidasi pasar, bukan peningkatan volume.

SHARE:

Pengguna TikTok Kini Bisa Pesan Hotel dan Wisata Langsung dari Aplikasi

Meta Uji Fitur AI Mirip Grok di Threads