Jakarta — Kinerja penjualan mobil Honda di Indonesia masih belum menunjukkan pemulihan yang signifikan. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan Honda pada Juni 2026 memang mengalami kenaikan tipis dibanding bulan sebelumnya, tetapi masih mencatat penurunan tajam jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pada sisi wholesales atau distribusi kendaraan dari pabrik ke diler, Honda membukukan penjualan 2.402 unit pada Juni 2026. Angka tersebut naik sekitar 1 persen dibanding Mei 2026 yang mencapai 2.378 unit.
Namun, jika dibandingkan dengan Juni 2025, performa Honda masih jauh tertinggal. Saat itu, pabrikan asal Jepang tersebut berhasil mencatat penjualan 4.179 unit, sehingga secara tahunan penjualannya merosot hingga 42,5 persen.
Penurunan tersebut juga terlihat pada pencapaian sepanjang semester pertama 2026. Selama periode Januari hingga Juni, Honda hanya mampu membukukan wholesales 20.673 unit, turun 36,7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai 32.681 unit.
Tak hanya volume penjualan yang menurun, pangsa pasar Honda juga ikut menyusut. Market share wholesales Honda turun dari 8,7 persen pada semester pertama 2025 menjadi hanya 4,7 persen pada periode yang sama tahun ini.
Baca Juga:
Tekanan juga terjadi pada penjualan ritel atau retail sales, yakni distribusi kendaraan dari diler kepada konsumen. Pada Juni 2026, Honda mencatat retail sales sebanyak 3.685 unit, atau naik tipis 1,1 persen dibanding Mei 2026 yang mencapai 3.646 unit.
Meski demikian, secara tahunan penjualan ritel Honda masih turun cukup dalam. Dibanding Juni 2025 yang mencatat 5.238 unit, penjualan kepada konsumen pada Juni 2026 anjlok 29,6 persen.
Secara kumulatif selama Januari hingga Juni 2026, Honda membukukan retail sales 23.847 unit. Angka tersebut turun 39,2 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai 39.193 unit.
Dampaknya, market share retail sales Honda juga ikut tergerus. Pangsa pasar Honda menyusut dari 10 persen pada semester pertama 2025 menjadi hanya 5,5 persen pada periode yang sama tahun ini.
Data tersebut menunjukkan bahwa kenaikan tipis penjualan bulanan pada Juni 2026 belum mampu mengubah tren pelemahan Honda di pasar otomotif nasional. Penurunan penjualan yang terjadi baik di sisi wholesales maupun retail sales mengindikasikan bahwa persaingan di industri otomotif Indonesia semakin ketat.
Kondisi ini terutama dipicu oleh agresivitas sejumlah merek yang berhasil meningkatkan penjualan dan memperbesar pangsa pasarnya. Honda pun harus bekerja ekstra keras untuk bisa bersaing di tengah pasar yang semakin kompetitif.
Dengan semester kedua 2026 yang masih tersisa, Honda diharapkan mampu memperbaiki performanya melalui penyegaran produk. Strategi pemasaran yang lebih agresif serta program penjualan yang menarik juga diperlukan untuk kembali menarik minat konsumen.
Sebelumnya, model seperti Brio dan HR-V sempat menjadi andalan penjualan Honda di awal tahun. Namun, tren penurunan yang terjadi belakangan ini menunjukkan bahwa daya tarik model tersebut mulai meredup.
Industri otomotif Indonesia kini tengah menghadapi persaingan yang sangat ketat, terutama dari merek-merek asal China yang agresif menawarkan produk dengan harga kompetitif. Honda perlu merespons tantangan ini dengan cepat dan tepat.
Tanpa adanya langkah strategis yang signifikan, bukan tidak mungkin posisi Honda di pasar otomotif nasional akan terus tergerus. Semester kedua 2026 menjadi momentum krusial bagi Honda untuk bangkit dan membalikkan keadaan.