Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Peneliti Kembangkan Jaket yang Bisa Mengubah Udara Menjadi Air Minum
SHARE:

Technologue.id, Jakarta – Akses terhadap air bersih bisa menjadi lebih mudah di masa depan berkat inovasi terbaru dari para peneliti di The University of Texas di Austin. Tim peneliti berhasil mengembangkan tekstil pintar yang mampu menangkap kelembapan dari udara dan mengubahnya menjadi air minum, bahkan saat dikenakan sebagai pakaian.

Inovasi tersebut dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Science Advances dan menghadirkan pendekatan baru terhadap teknologi pengumpulan air atmosfer yang selama ini umumnya hadir dalam bentuk perangkat besar dan kurang praktis.

Penelitian ini dipimpin oleh Guihua Yu bersama timnya yang ingin menghadirkan solusi pengumpulan air yang lebih portabel dan mudah digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

“Jika kain itu sendiri dapat mengumpulkan air dari udara, hal itu membuka arah baru untuk akses air pribadi yang portabel,” ujar Guihua Yu.

Berbeda dengan kain biasa yang hanya menyerap air, tekstil yang dikembangkan tim peneliti dirancang khusus untuk menangkap kelembapan dari atmosfer dan menyalurkannya ke unit penyimpanan yang dapat dilepas. Air yang terkumpul kemudian diproses melalui kompartemen pengumpul yang dapat dilipat dan dipanaskan hingga menghasilkan air layak minum.

Menurut peneliti sekaligus rekan penulis studi, Keith Johnston, sistem transportasi kelembapan menjadi salah satu kunci keberhasilan teknologi tersebut.

“Desain transportasi ini memungkinkan material bekerja tidak hanya dalam pengujian laboratorium berskala kecil, tetapi juga dalam sistem yang dapat dikenakan,” jelas Johnston.

Dalam pengujian yang dilakukan, jaket tersebut mampu menghasilkan antara 400 hingga 900 mililiter air minum per hari, tergantung pada tingkat kelembapan udara di lingkungan sekitar. Jumlah tersebut setara dengan sekitar satu hingga dua botol air mineral ukuran sedang.

Meski prototipe yang digunakan dalam penelitian berbentuk jaket, para peneliti meyakini teknologi tekstil ini dapat diterapkan pada berbagai produk lain seperti ransel, tenda, maupun perlengkapan luar ruang lainnya yang membutuhkan akses air mandiri.

Potensi pemanfaatannya pun cukup luas. Teknologi ini dinilai dapat membantu tim medis, petugas tanggap darurat, hingga masyarakat yang berada di wilayah terpencil atau terdampak bencana alam. Di sektor komersial, tekstil penghasil air tersebut juga berpotensi menjadi perlengkapan baru bagi pendaki gunung, petualang, dan penggemar olahraga ekstrem.

SHARE:

OpenAI Pertimbangkan Penurunan Harga Berlangganan AI

XLSmart Klaim AI Pangkas Biaya Energi hingga 40 Persen