Jakarta, Technologue.id – Pasar mobil listrik China semakin terbuka lebar bagi pembeli global. Melalui platform global marketplace, berbagai kendaraan listrik asal Negeri Tirai Bambu ditawarkan dengan jaminan harga terendah, lengkap dengan opsi pembelian mobil baru maupun bekas.
Platform tersebut mengklaim sebagai jembatan antara pembeli internasional dan pasar otomotif China yang selama ini dikenal kompetitif. Pembeli bisa menemukan hampir semua model EV yang dijual di pasar domestik China melalui satu pintu.
Dari sisi layanan, platform menyediakan jaminan harga terendah. Jika pembeli menemukan EV China dengan harga lebih murah di tempat lain, platform berjanji menyamakan harga tersebut atau price match.
Jaringan penjualnya pun cukup luas. Tercatat ada 84 dealer terverifikasi di China yang siap melayani pesanan, serta dukungan suku cadang dan layanan purnajual yang bersumber langsung dari produsen.
Jangkauan ekspornya sudah mendunia. Platform ini telah menjangkau 55 negara dengan 3.400 transaksi pengiriman dan ekspor EV sepanjang 2024, angka yang menunjukkan geliat pasar mobil listrik China di kancah global.
Menariknya, pembeli tidak hanya disuguhi mobil baru. Ada dua kategori utama, yakni stok mobil baru di Eropa serta stok mobil bekas dan baru yang berada langsung di Shanghai, China.
Untuk stok Eropa, sejumlah model premium ditawarkan dari Praha, Republik Ceko. Mulai dari Lexus RZ 450e AWD Executive bekas seharga 45.500 USD, GAC GS7 PHEV Ultra Lidar baru 59.500 USD, hingga Denza N8L Flagship PHEV 67.550 USD.
Ada juga Xiaomi YU7 Max bekas dengan jarak tempuh 10.000 km seharga 70.320 USD, serta Xiaomi YU7 Pro yang masih baru dengan 250 km seharga 75.400 USD. Semua harga tersebut belum termasuk PPN.
Sementara itu, stok Shanghai menawarkan pilihan jauh lebih banyak dengan 2.612 unit tersedia. Mobil-mobil bekas ini dijual dengan skema harga FOB, sehingga lebih menarik bagi pembeli yang ingin mengimpor langsung.
Salah satu yang paling mencolok adalah Chery QQ Little Ant BEV. Model ini tersedia dalam berbagai tahun dan jarak tempuh, dengan harga mulai 5.203 USD hingga 6.873 USD, menjadikannya salah satu EV termurah di daftar.
Untuk kelas menengah, ada LYNK&CO 900 2.0T 254HP L4 3DHT PHEV 52.38KWH seharga 41.895 USD, serta Xiaomi SU7 BEV 94.3KWH dengan jarak tempuh 9.000 km seharga 26.511 USD. Ada pula Avatr 07 BEV 82.16KWH seharga 33.352 USD.
Pilihan lain mencakup Xpeng MONA M03 BEV 62.2KWH seharga 16.005 USD dan Xiaomi SU7 Ultra BEV 93.7KWH seharga 61.067 USD. Ragam model ini menunjukkan betapa dalamnya persediaan kendaraan listrik di pasar China.
Platform juga merilis daftar 10 mobil terlaris. Xiaomi YU7 (2025) memimpin dengan harga FOB 45.280 USD, disusul BYD Yuan Plus (Atto 3) 23.190 USD dan Li Auto L7 (2025) 41.990 USD.
Di posisi keempat ada Zeekr 9X (2025) seharga 85.000 USD, disusul AITO M5 (2025) 31.980 USD dan Zeekr 009 (2024) 71.200 USD. Sementara Wuling Bingo (2025) masuk daftar dengan harga FOB 10.200 USD.
Selain EV penumpang, tersedia pula kategori kendaraan niaga dan city EV. Model seperti Jinpeng Uni 5.890 USD hingga Dachi Mini EV 2.790 USD memperlihatkan segmen kendaraan listrik murah juga ikut ditawarkan.
Fenomena ini sejalan dengan dinamika pasar dalam negeri. Di Indonesia, mobil listrik melejit 27%, sementara merek seperti Wuling Cloud EV dan ekspansi BYD di Asia Tenggara menunjukkan gairah serupa.