Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Panggilan Trump ke Jensen Huang di Tengah Rapat Internal Nvidia
SHARE:

Jakarta — CEO Nvidia, Jensen Huang, menerima telepon langsung dari Presiden AS Donald Trump di tengah rapat internal perusahaan yang digelar di kantor pusat Santa Clara, California. Momen ini terjadi pada Kamis (21/8) saat Huang sedang memimpin sesi tanya jawab dengan karyawan.

Rapat internal Nvidia biasanya berlangsung dengan Huang yang mempresentasikan materi atau menjawab pertanyaan karyawan di atas panggung. Ribuan karyawan remote turut menyaksikan acara tersebut melalui siaran langsung virtual.

Saat telepon berdering, Huang sempat menepi untuk menerima panggilan tersebut. Suara khas Trump terdengar jelas melalui mikrofon di panggung, meskipun isi pembicaraan tidak dapat didengar oleh para karyawan.

Kurang dari satu menit kemudian, Huang kembali ke panggung dan melanjutkan rapat perusahaan seolah tidak terjadi apa-apa. Juru bicara Nvidia menolak berkomentar mengenai insiden yang tidak disengaja ini.

Meski demikian, para karyawan langsung ramai membicarakan interupsi mendadak dari presiden tersebut. Di media sosial, suasana kantor pun menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan internal perusahaan.

Di hari yang sama, Trump mengucapkan selamat kepada Huang atas penjualan kuartalan Nvidia yang "luar biasa" dan perkiraan keuangan yang optimistis untuk tahun depan. Sehari sebelumnya, Nvidia melaporkan pendapatan kuartal kedua sebesar 96 miliar dolar AS, naik 106 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Huang dikenal rutin melakukan perjalanan ke Washington untuk melobi pejabat pemerintah demi kepentingan perusahaannya, terutama terkait penjualan chip dan pembangunan infrastruktur AI. Ia juga telah beberapa kali menggelar pertemuan tertutup dengan Trump sebelumnya.

Panggilan langsung presiden kepada Huang datang di momen yang menarik bagi Nvidia. Sebelumnya pada hari yang sama, raksasa chip tersebut mengumumkan komite aksi politik baru yang didanai karyawan untuk menyumbang kepada kandidat federal di tengah meningkatnya perdebatan kebijakan AI.

Nvidia dan pemerintahan Trump tidak selalu sependapat mengenai cara mengatur model AI terbuka dan penjualan chip canggih ke China. Perbedaan pandangan ini menjadi dinamika tersendiri dalam hubungan keduanya.

Bloomberg Law pertama kali melaporkan berita tentang komite aksi politik Nvidia tersebut. Sementara itu, The Information baru-baru ini melaporkan bahwa Nvidia sepakat mengakuisisi perusahaan platform open-source Hugging Face.

Hugging Face menyediakan data set AI, model, dan perangkat pengembangan yang banyak digunakan para insinyur perangkat lunak. Akuisisi ini diperkirakan bernilai lebih dari 13 miliar dolar AS menurut laporan Business Insider.

Nilai akuisisi sebesar itu hampir pasti membutuhkan persetujuan penggabungan dari regulator antimonopoli AS. Langkah ini menunjukkan ambisi besar Nvidia dalam memperluas ekosistem AI-nya.

Insiden telepon ini juga menyoroti hubungan dekat antara pemimpin industri teknologi dengan pemerintahan Trump. Sebelumnya, Huang juga pernah memperingatkan industri AI tentang hambatan utama yang tidak lagi berfokus pada chip.

Momen ini sekaligus mengingatkan publik pada perjalanan karier Huang yang luar biasa, dari pelayan restoran hingga menjadi orang terkaya dengan kekayaan mencapai Rp2.000 triliun. Kisah suksesnya menjadi inspirasi bagi banyak pelaku industri teknologi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada komentar resmi lebih lanjut dari Nvidia maupun Gedung Putih mengenai isi pembicaraan antara Trump dan Huang. Publik masih menantikan perkembangan berikutnya dari hubungan strategis kedua pihak ini.

SHARE: