Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Pabrik BYD Subang Serap 5.000 Pekerja Lokal, Kapasitas 150 Ribu Unit
SHARE:

Jakarta — Technologue.id mencatat langkah signifikan BYD dalam memperkuat industri otomotif nasional. Fasilitas manufaktur baru di Subang, Jawa Barat, resmi beroperasi dengan menyerap ribuan tenaga kerja lokal.

General Manager BYD Asia Pacific Auto Sales Division Liu Xueliang mengonfirmasi bahwa pabrik tersebut melibatkan 5.000 pekerja lokal. Para pekerja ini berasal dari berbagai wilayah di Indonesia dan menjadi tulang punggung operasional awal pabrik.

"Agar model mobil di sini dapat diproduksi dengan sempurna, hari ini kami sudah memiliki 5.000 pekerja lokal dari seluruh Indonesia. Mereka rajin, mereka bekerja keras," kata Liu dalam peresmian pabrik di Subang, Kamis.

Jumlah tenaga kerja tersebut diproyeksikan meningkat signifikan seiring operasional pabrik. Ketika pabrik beroperasi dalam kapasitas penuh, diperkirakan kebutuhan pekerja bisa mencapai sekitar 20.000 orang.

Pabrik ini berdiri di atas lahan seluas 126 hektare dengan nilai investasi mencapai belasan triliun rupiah. Angka tersebut menunjukkan komitmen serius BYD untuk membangun basis manufaktur jangka panjang di Indonesia.

Kapasitas produksi maksimal pabrik mencapai 150.000 unit kendaraan per tahun. Produksi tersebut akan difokuskan untuk membuat mobil listrik murni dan mobil hybrid yang semakin diminati pasar.

Di dalam fasilitas tersebut, BYD menerapkan empat proses manufaktur utama otomotif. Proses tersebut meliputi pengepresan atau stamping, pengelasan, pengecatan, serta perakitan kendaraan secara menyeluruh.

BYD membawa teknologi dan proses manufaktur mutakhir ke fasilitas baru tersebut. Hal ini dilakukan untuk mendukung produksi kendaraan energi baru yang menjadi fokus utama pengembangan bisnis mereka di Indonesia.

Fasilitas baru ini tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan produksi BYD di Indonesia. Lebih dari itu, pabrik ini menjadi bagian integral dari pengembangan industri otomotif nasional berbasis teknologi modern.

"Basis produksi ini adalah basis produksi mobil energi baru 100 persen terbesar di Indonesia saat ini," ujar Liu menegaskan posisi strategis pabrik tersebut. Pernyataan ini memperkuat citra BYD sebagai pemain utama kendaraan listrik di Tanah Air.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita yang hadir dalam peresmian menyampaikan harapannya. Ia berharap investasi BYD tidak berhenti pada produksi kendaraan, tetapi terus berkembang dalam ekosistem industri kendaraan listrik nasional.

Menperin mendorong pengembangan ekosistem dari hulu hingga hilir. Cakupannya mulai dari industri pengolahan bahan baku, manufaktur baterai dan battery pack, hingga industri daur ulang baterai di masa depan.

Pemerintah juga berharap BYD dapat memperkuat keterkaitan antarmata rantai industri. Keterlibatan industri komponen dan pemasok dari dalam negeri menjadi kunci penting dalam penguatan ekosistem tersebut.

"Karena itu, peresmian fasilitas produksi pada hari ini menjadi momentum penting karena saya yakin akan menandai langkah BYD dari keberhasilan pembangunan pasar menuju penguatan kegiatan manufaktur di dalam negeri," ujar Menperin Agus Gumiwang.

Hingga saat ini, beberapa model BYD telah diproduksi secara lokal di fasilitas tersebut. Model tersebut antara lain BYD Atto 1, M6 EV, dan M6 DM yang sudah meluncur di pasar Indonesia. Kehadiran pabrik ini juga sejalan dengan rencana perusahaan leasing yang akan memperkuat ekosistem penjualan.

Langkah BYD ini menjadi sinyal positif bagi industri otomotif dalam negeri. Dengan kapasitas produksi besar dan penyerapan tenaga kerja lokal, pabrik ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi serta transfer teknologi bagi pekerja Indonesia.

SHARE:

GYC 2026 Free Fire Masuki Babak Online Qualifier, Ini Jadwalnya

Waspada Panggilan Scam Melonjak di Indonesia