Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Oracle Pangkas 21.000 Karyawan dalam Setahun
SHARE:

Technologue.id, Jakarta – Raksasa teknologi Oracle mengurangi sekitar 21.000 karyawan dalam kurun satu tahun terakhir, seiring upaya perusahaan mempercepat investasi pada infrastruktur kecerdasan buatan (AI) dan data center.

Informasi tersebut terungkap dalam laporan tahunan terbaru Oracle yang diajukan kepada regulator. Perusahaan melaporkan memiliki sekitar 141.000 karyawan di seluruh dunia per 31 Mei 2026, turun dari 162.000 karyawan pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari total tenaga kerja yang tersisa, sekitar 49.000 karyawan berada di Amerika Serikat, sementara 92.000 lainnya bekerja di berbagai negara. Oracle tidak merinci berapa banyak pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi di AS maupun wilayah internasional.

Data ini sekaligus memberikan gambaran lebih jelas mengenai skala pengurangan tenaga kerja yang sebelumnya hanya diperkirakan berkisar antara 10.000 hingga 30.000 orang. Pada Maret lalu, sejumlah laporan menyebut Oracle mengirimkan pemberitahuan kepada ribuan karyawan bahwa hari tersebut menjadi hari terakhir mereka bekerja di perusahaan.

Dalam laporannya, Oracle mengakui bahwa transformasi berbasis AI menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kebutuhan tenaga kerja perusahaan.

Oracle menyebut telah menjalankan berbagai program restrukturisasi dan akan terus melakukan penyesuaian organisasi sesuai kebutuhan bisnis. Perusahaan juga secara terbuka menyatakan bahwa adopsi serta implementasi teknologi AI di berbagai operasionalnya telah menyebabkan, dan kemungkinan akan terus menyebabkan, berkurangnya jumlah karyawan.

Sebagai bagian dari proses tersebut, Oracle mengeluarkan biaya restrukturisasi sekitar US$1,8 miliar, yang mencakup pembayaran pesangon dan biaya terkait pengurangan tenaga kerja.

Langkah ini mencerminkan tren yang semakin terlihat di industri teknologi, di mana perusahaan-perusahaan besar mulai mengalihkan sumber daya dari fungsi tradisional ke investasi AI dan infrastruktur pendukungnya.

Menurut laporan sebelumnya dari Bloomberg, Oracle memangkas ribuan posisi untuk membebaskan lebih banyak modal yang dapat digunakan dalam pembangunan pusat data AI berskala besar.

Perusahaan saat ini tengah memperluas kapasitas pusat data guna memenuhi lonjakan permintaan komputasi dari pelanggan yang mengembangkan dan menjalankan model AI generatif.

Salah satu pelanggan terbesar Oracle di bidang ini adalah OpenAI. Tahun lalu, OpenAI mencapai kesepakatan dengan Oracle untuk memperoleh kapasitas pusat data di Amerika Serikat sebesar 4,5 gigawatt, yang dirancang untuk mendukung kebutuhan komputasi masif dalam pelatihan dan pengoperasian model bahasa besar (LLM).

Investasi semacam ini membutuhkan belanja modal yang sangat besar, mulai dari pembangunan fasilitas pusat data hingga pengadaan perangkat keras komputasi berkinerja tinggi.

Oracle bukan satu-satunya perusahaan teknologi yang melakukan penyesuaian tenaga kerja untuk mendanai strategi AI.

Microsoft juga telah melakukan pengurangan karyawan dalam beberapa gelombang sambil meningkatkan investasi pada infrastruktur AI dan pusat data. Sementara itu, Meta dilaporkan memangkas sekitar 8.000 posisi serta memindahkan sekitar 7.000 karyawan ke peran yang berfokus pada pengembangan AI.

SHARE:

Polymarket Bayar Kreator untuk Sebarkan Video Taruhan Menyesatkan di TikTok

Tak Bisa Internet sampai SMS, Warganet Mengeluh Sinyal Indosat Lelet