Technologue.id, Jakarta - OpenAI resmi mengumumkan kemitraan nasional pertamanya di dunia dengan negara Malta. Melalui program tersebut, OpenAI akan memberikan akses gratis layanan ChatGPT Plus selama satu tahun kepada seluruh warga dan penduduk Malta yang memenuhi syarat.
Dalam pengumuman resminya, OpenAI menyebut kerja sama ini sebagai langkah besar untuk memperluas literasi kecerdasan buatan atau AI di tingkat nasional. Program ini akan dijalankan bersama pemerintah Malta melalui Otoritas Inovasi Digital Malta.
Menteri Ekonomi, Perusahaan, dan Proyek Strategis Malta, Silvio Schembri, mengatakan negaranya tidak ingin tertinggal dalam transformasi digital global.
“Malta adalah negara pertama yang meluncurkan kemitraan sebesar ini karena kami menolak membiarkan warga negara kami tertinggal di era digital. Kami menempatkan warga negara kami di garis depan perubahan global,” ujarnya dalam pernyataan resmi.
Program tersebut akan menjangkau sekitar 574 ribu penduduk Malta. Namun, untuk mendapatkan akses gratis ChatGPT Plus yang biasanya dibanderol US$20 per bulan di Amerika Serikat, warga diwajibkan menyelesaikan kursus AI khusus yang dikembangkan oleh University of Malta.
Kursus tersebut tidak hanya mengajarkan dasar-dasar penggunaan AI, tetapi juga penggunaan teknologi secara bertanggung jawab di rumah maupun di lingkungan kerja. Selain itu, peserta juga harus memiliki akun eID Uni Eropa aktif untuk mengklaim langganan gratis tersebut.
Menurut OpenAI, fase pertama program akan dimulai bulan ini. Distribusi akses ChatGPT Plus akan dikelola oleh Otoritas Inovasi Digital Malta kepada peserta yang telah memenuhi persyaratan. Program itu nantinya juga akan diperluas setelah lebih banyak warga Malta, termasuk warga negaranya yang tinggal di luar negeri, menyelesaikan pelatihan AI tersebut.
Di sisi lain, OpenAI juga dikabarkan menunda rencana pembangunan pusat data AI Stargate di United Kingdom. Proyek yang sebelumnya dirancang untuk memperkuat infrastruktur AI Inggris itu disebut menghadapi hambatan berupa tingginya biaya energi dan persoalan regulasi.