Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
OnePlus Hengkang dari AS dan Eropa, Fokus ke Pasar China-India
SHARE:

Jakarta – Kabar mengejutkan datang dari industri smartphone global. OnePlus dikabarkan akan menghentikan seluruh operasinya di Amerika Serikat (AS) dan sejumlah negara Eropa. Langkah ini disebut-sebut menjadi titik balik besar bagi merek yang selama satu dekade dikenal sebagai “flagship killer”.

Laporan tersebut pertama kali diungkap oleh media Jerman, WinFuture, dan kemudian dikutip oleh sejumlah portal teknologi ternama seperti Android Police, GSMArena, Droid-Life, hingga The Verge. Informasi menyebutkan bahwa induk perusahaan OnePlus, Oppo, akan mengumumkan keputusan strategis ini dalam beberapa hari ke depan.

Hingga berita ini ditulis, OnePlus belum memberikan pernyataan resmi terkait kabar tersebut. The Verge melaporkan bahwa perusahaan juga belum menanggapi permintaan konfirmasi dari sejumlah media.

Kabar hengkangnya OnePlus dari pasar barat sebenarnya bukanlah yang pertama kali muncul. Pada Januari lalu, sejumlah media di AS melaporkan bahwa OnePlus tengah menjalani restrukturisasi besar-besaran.

Saat itu, OnePlus membantah kabar tersebut dan menegaskan bahwa operasional di Amerika Utara tetap berjalan normal. Namun, berbagai laporan setelahnya kembali memunculkan spekulasi serupa yang semakin kuat.

Pada Maret lalu, OnePlus dikabarkan akan mengurangi kehadirannya di pasar global. Kemudian pada April, muncul laporan bahwa sejumlah petinggi OnePlus di Eropa dan Inggris mulai meninggalkan perusahaan.

Saat itu, OnePlus hanya mengatakan tengah mengevaluasi peta jalan regional dan strategi produk di kawasan tersebut. Belum lama ini, beredar pula laporan bahwa Oppo akan menyatukan seluruh sistem operasi mereknya di bawah ColorOS.

Jika terealisasi, OxygenOS milik OnePlus akan dipensiunkan sebagai bagian dari konsolidasi bisnis. Hal ini tentu menjadi pukulan berat bagi komunitas penggemar setia OnePlus yang sangat mengapresiasi sistem operasi tersebut.

Menurut laporan WinFuture, OnePlus akan tetap dipertahankan di China dan India. Namun posisinya akan berubah menjadi lini produk di bawah Oppo, bukan lagi merek global yang berdiri sendiri.

Belum diketahui apakah keputusan ini juga akan memengaruhi peluncuran perangkat OnePlus di pasar Asia Tenggara. Sebelumnya, OnePlus juga sempat dikabarkan akan membatalkan ekspansi ke Indonesia.

OnePlus didirikan pada tahun 2013 dan langsung mencuri perhatian global. Merek ini mulai dikenal luas setelah meluncurkan OnePlus One pada 2014 dengan slogan “Never Settle”.

Saat itu, perusahaan menawarkan spesifikasi kelas flagship dengan harga yang jauh lebih murah. Strategi ini sukses mengguncang dominasi pemain besar seperti Samsung dan Apple di segmen premium.

Dalam beberapa tahun terakhir, OnePlus semakin terintegrasi dengan Oppo. Mulai dari penggabungan tim riset dan pengembangan, hingga penyatuan basis kode OxygenOS dan ColorOS.

Apabila kabar hengkang dari AS dan Eropa benar terjadi, langkah ini akan menjadi perubahan terbesar dalam sejarah OnePlus. Keputusan ini juga menandai berakhirnya ekspansi global merek tersebut yang telah berlangsung lebih dari satu dekade.

Para penggemar setia tentu berharap masih ada kejelasan dari pihak manajemen. Seperti tanggapan manajemen OnePlus sebelumnya yang membantah isu kebangkrutan, publik kini menanti pernyataan resmi terbaru.

SHARE:

Menakar Batas Keadilan AI sebagai Wasit di Lapangan

Suzuki Fronx Dominasi Pasar SUV Kompak dalam Setahun