Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
NVIDIA dan UPH Gelar RTX AI PC Day, Dorong Mahasiswa Jadi Pengembang Solusi Berbasis AI
SHARE:

Technologue.id, Jakarta – NVIDIA bekerja sama dengan Universitas Pelita Harapan (UPH) Karawaci menggelar RTX AI PC Day untuk mendorong mahasiswa lebih siap menghadapi era kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Melalui kegiatan ini, mahasiswa didorong tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu mengembangkan ide menjadi riset, aplikasi, hingga solusi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Kegiatan ini turut melibatkan sejumlah mitra produsen desktop dan laptop, yakni Acer, ASUS, Axioo, Colorful, Gainward, GIGABYTE, HP, INNO3D, Lenovo, MSI, Palit, dan ZOTAC GAMING.

Kolaborasi tersebut menjadi upaya untuk memperkenalkan pemanfaatan AI dalam kegiatan belajar, penelitian, dan pengembangan inovasi di lingkungan kampus. Dengan dukungan perangkat berbasis NVIDIA GeForce RTX 50 Series Laptop GPUs, mahasiswa dapat menjalankan berbagai kebutuhan komputasi, mulai dari mengembangkan model AI, mengolah data, menjalankan perangkat lunak sains dan teknologi, hingga membuat konten digital dan aplikasi.

Teknologi GPU atau graphics processing unit pada perangkat tersebut dirancang untuk menangani pekerjaan komputasi secara intensif. NVIDIA juga menyematkan Tensor Cores, komponen khusus yang membantu mempercepat pemrosesan berbagai tugas AI.

"Kini, perkembangan AI bergerak menuju agentic AI, yakni sistem AI yang tidak hanya menghasilkan jawaban atau konten, tetapi juga dapat menjalankan serangkaian tindakan untuk menyelesaikan tugas tertentu. Perbedaan ini menjadi penting dalam mendorong mahasiswa beralih menjadi AI builder. Jika chatbot dapat membantu menjawab pertanyaan, sistem berbasis agentic AI berpotensi membantu menjalankan alur kerja yang lebih kompleks, sesuai instruksi, akses, dan batasan yang diberikan," ujar Adrian Lesmono, Country Consumer Business Lead untuk NVIDIA Indonesia.

Adrian Lesmono, Country Consumer Business Lead untuk NVIDIA Indonesia

Ekosistem RTX AI PC mendukung lebih dari 1.000 aplikasi dan game yang memanfaatkan AI. Penggunaannya mencakup produktivitas, pengembangan aplikasi, desain tiga dimensi (3D), produksi video, siaran langsung, generative AI, hingga gaming.

Pemrosesan AI langsung di perangkat atau secara lokal juga memungkinkan pengguna menjalankan sejumlah tugas tanpa harus selalu mengandalkan layanan berbasis cloud. Pendekatan ini dapat meningkatkan responsivitas sekaligus membantu menjaga data tetap berada di perangkat pengguna.

Selain memperkenalkan teknologi AI PC, NVIDIA menghadirkan program GeForce Campus Leaders di UPH. Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa terpilih untuk mengembangkan proyek yang memanfaatkan teknologi AI dan komputasi GPU dalam menjawab berbagai tantangan nyata.

Proyek yang dikembangkan mencakup beragam bidang, mulai dari kesehatan, ilmu komputer, pertanian, hingga pengembangan produk digital. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan dapat mengasah kemampuan teknis sekaligus menghasilkan inovasi yang berpotensi dikembangkan lebih lanjut.

Dalam pelaksanaannya di UPH, NVIDIA bekerja sama dengan Acer. Mahasiswa terpilih mendapatkan dukungan berupa satu unit laptop Acer yang menggunakan NVIDIA GeForce RTX 50 Series Laptop GPU untuk membantu pengembangan proyek mereka.

Universitas Pelita Harapan menyambut kolaborasi ini sebagai kesempatan bagi mahasiswa untuk mempelajari potensi AI sekaligus mengembangkan inovasi di lingkungan kampus.

Executive Dean of College of Emerging Science Universitas Pelita Harapan, Rizaldi Sistiabudi, BSE, MSc(Eng), PhD, menegaskan bahwa penggunaan AI dalam pendidikan seharusnya memperkuat kemampuan mahasiswa, bukan menggantikan proses belajar.

“Kami mengapresiasi NVIDIA atas kolaborasi melalui RTX AI Day yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa UPH untuk mengeksplorasi potensi AI secara lebih mendalam, sekaligus mendorong edukasi dan inovasi di lingkungan kampus. Bagi kami, AI bukanlah jalan pintas, melainkan teknologi yang dapat memperkuat kompetensi, pemahaman teori, dan keahlian yang telah dimiliki seseorang,” ujar Rizaldi.

Menurutnya, dukungan teknologi seperti NVIDIA RTX AI PC dapat membantu mahasiswa mempercepat penelitian, mengembangkan gagasan, dan menghasilkan karya dengan kualitas yang semakin mendekati standar industri.

Melalui kolaborasi ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu menggunakan AI, tetapi juga memahami cara kerja dan pemanfaatannya untuk menciptakan solusi inovatif di berbagai bidang ilmu.

Salah satu bagian utama RTX AI PC Day adalah presentasi proyek dari tiga mahasiswa UPH. Mereka menunjukkan bagaimana teknologi AI PC dapat digunakan untuk mendukung penelitian dan pengembangan produk, mulai dari bidang kesehatan hingga pertanian.

1. Richie Cedrick Adrian – Riset segmentasi polip

Mahasiswa yang mengembangkan riset di bidang artificial intelligence ini menggunakan Acer Predator Helios 18 AI dengan GeForce RTX 5090 untuk mendukung penelitian segmentasi polip.

Segmentasi polip merupakan proses untuk mengenali dan memisahkan area polip dalam citra, yang dapat menjadi bagian dari penelitian di bidang medis.

Dukungan GPU, kapasitas memori video (VRAM) yang besar, serta Tensor Cores membantu mempercepat proses pelatihan (training) dan pengujian (testing) model AI. Dengan demikian, Richie dapat menjalankan lebih banyak eksperimen secara efisien dan lebih fokus pada pengembangan metode serta evaluasi hasil penelitian.

2. Annabel Kineta Jovinne Caron – Komputasi paralel

Mahasiswi Informatika ini memanfaatkan Acer Predator Helios Neo 16 AI dengan GeForce RTX 5070 untuk mengembangkan proyek komputasi paralel dan algoritma graf berbasis CUDA.

Komputasi paralel memungkinkan sejumlah proses komputasi dijalankan secara bersamaan sehingga pekerjaan tertentu dapat diselesaikan dengan lebih efisien. Dalam proyeknya, Annabel mengerjakan pengujian performa komputasi (parallel benchmark) serta perhitungan matriks dalam skala besar.

Performa perangkat dan desain yang mendukung mobilitas membantunya menjalankan proses pengembangan proyek sekaligus berpindah tempat untuk kegiatan akademik.

3. Bryan Daniel Angelino – Sistem deteksi hama berbasis AI

Sementara itu, Bryan Daniel Angelino dari program studi Sistem Informasi mengembangkan SIPETIK, sistem deteksi hama yang menggunakan model AI YOLOv8.

Bryan menggunakan Acer Predator Triton 14 AI dengan GeForce RTX 5070 untuk mempercepat proses pelatihan model dan inference, yakni tahap ketika model AI menggunakan hasil pembelajarannya untuk mengenali objek atau membuat prediksi dari data baru.

Teknologi ini mendukung pengembangan sistem deteksi hama secara real-time. Jika dikembangkan lebih lanjut, pendekatan tersebut berpotensi membantu proses identifikasi hama secara lebih cepat dan mendukung kebutuhan di bidang pertanian.

Ketiga proyek tersebut memperlihatkan bahwa teknologi AI PC dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan yang berbeda-beda. Kemampuan komputasi lokal memungkinkan mahasiswa menguji berbagai pendekatan, mempercepat proses pengembangan, serta membawa ide dari tahap konsep menuju prototipe yang bisa disempurnakan.

Selain mendukung penelitian dan pengembangan AI, NVIDIA GeForce RTX 50 Series Laptop GPUs dirancang untuk memenuhi berbagai kebutuhan mahasiswa dalam satu perangkat.

Mahasiswa dapat memanfaatkannya untuk melakukan fine-tuning atau penyesuaian model AI, menjalankan aplikasi generative AI, membuat desain 3D, melakukan rendering, hingga mengedit video dengan berbagai efek berbasis AI.

Perangkat tersebut juga mendukung NVIDIA Broadcast untuk membantu meningkatkan kualitas audio dan video saat berkomunikasi atau melakukan siaran langsung. Untuk hiburan, teknologi NVIDIA DLSS dapat membantu meningkatkan performa dan kualitas visual dalam game yang mendukungnya.

SHARE:

Danza Luncurkan The New D9 dan Z9 GT, Harga Tembus Rp2,25 Miliar

BYD Hadirkan Blade Battery Gen 2 dan Flash Charging 1500 kW di Indonesia