Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Netflix Bayar Rp9,4 Triliun untuk Startup AI Milik Ben Affleck
SHARE:

Jakarta – Netflix resmi mengakuisisi startup kecerdasan buatan milik aktor dan sutradara Ben Affleck dengan nilai fantastis. Laporan keuangan terbaru mengungkapkan bahwa raksasa streaming itu membayar US$587 juta atau sekitar Rp9,4 triliun untuk InterPositive, perusahaan yang didirikan Affleck pada 2022.

Berdasarkan laporan Variety, pengungkapan ini muncul dalam dokumen Form 10-Q yang diserahkan Netflix ke Securities and Exchange Commission (SEC). Dalam laporan tersebut, Netflix menyebutkan telah membayar US$587 juta secara tunai untuk sebuah akuisisi yang terjadi pada Maret lalu.

Meskipun nama perusahaan yang diakuisisi tidak disebutkan secara eksplisit dalam dokumen, pengumuman akuisisi InterPositive telah dilakukan pada 5 Maret. Sebelumnya, laporan Bloomberg memperkirakan Netflix bisa membayar hingga US$600 juta untuk startup AI tersebut.

Dalam pengumuman resmi pada Maret lalu, Netflix memandang akuisisi InterPositive sebagai bentuk investasi dalam inovasi yang dipimpin kreator. Perusahaan menegaskan komitmennya untuk menjaga posisi sineas sebagai pusat proses produksi film.

Ben Affleck sendiri menjelaskan motivasinya mendirikan InterPositive pada tahun 2022. Ia menghabiskan banyak waktu mengamati kebangkitan awal AI dalam produksi dan melihat keterbatasan model yang ada saat itu.

"Sebagai pembuat film, saya bisa melihat bagaimana model-model ini masih kurang. Agar seniman dapat menerapkan alat-alat ini untuk menceritakan kisah yang kita dedikasikan hidup kita, mereka perlu dibangun dengan tujuan tertentu," ujar Affleck dalam pernyataan resmi.

Ia menambahkan bahwa alat tersebut harus mampu mewakili dan melindungi semua kualitas yang membuat sebuah cerita menjadi hebat. Hal ini menjadi filosofi dasar pengembangan InterPositive sejak awal.

Dalam video yang dirilis bersamaan dengan pengumuman akuisisi, Affleck menegaskan bahwa InterPositive bukan tentang pembuatan teks prompt atau menghasilkan sesuatu dari ketiadaan. Sebaliknya, alat InterPositive membangun model spesifik untuk film yang sedang diproduksi.

Model tersebut kemudian digunakan selama pasca produksi untuk proses seperti mixing dan coloring. Menurut Affleck, pendekatan ini memungkinkan pembuat film untuk fokus pada performa aktor selama proses syuting berlangsung.

Laporan Deadline pada April lalu mengungkapkan bahwa aplikasi paten yang diajukan Affleck pada 2024 menyebutkan teknologi InterPositive bisa menghasilkan penghematan besar. Teknologi ini berpotensi menggantikan biaya yang terkait dengan berbagai aspek produksi.

Biaya tersebut mencakup latar belakang artis, unit film splinter, hingga pengambilan gambar ulang. Hasilnya, teknologi ini bisa menghasilkan pengurangan 20 persen dalam jadwal dan produksi fisik.

Selain itu, teknologi InterPositive juga diyakini mampu mengurangi biaya efek visual hingga 50 persen. Angka ini tentu sangat signifikan mengingat biaya VFX sering menjadi komponen terbesar dalam anggaran film besar.

Akuisisi ini menandai langkah agresif Netflix dalam mengadopsi teknologi AI untuk produksi konten. Sebelumnya, Netflix juga telah membentuk studio AI generatif bernama INKubator untuk mendukung produksi konten orisinal mereka.

Langkah Netflix ini tidak terlepas dari tren industri hiburan yang semakin mengandalkan kecerdasan buatan. Berbagai studio besar mulai berinvestasi besar-besaran dalam teknologi AI untuk meningkatkan efisiensi produksi.

Meski demikian, penggunaan AI dalam industri kreatif masih menuai pro dan kontra. Banyak seniman dan pekerja industri khawatir teknologi ini akan menggantikan peran manusia dalam proses kreatif.

Netflix sendiri menegaskan bahwa akuisisi InterPositive justru bertujuan memberdayakan kreator. Perusahaan ingin memastikan bahwa teknologi AI digunakan sebagai alat bantu, bukan pengganti, bagi para pembuat film.

Dengan investasi sebesar ini, publik kini menanti hasil nyata dari kolaborasi Netflix dan InterPositive. Apakah teknologi ini akan benar-benar merevolusi cara film diproduksi atau justru menimbulkan masalah baru di industri.

SHARE:

ROG Hadirkan Inovasi ROG Nebula Display untuk Gamer dan Kreator Konten

Tiongkok Klaim Ciptakan Sel Surya dengan Efisiensi 35,5 Persen