Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Negosiator Ransomware yang Bersekongkol dengan Peretas Terima Vonis Penjara
SHARE:

Technologue.id, Jakarta – Seorang negosiator yang seharusnya membantu korban serangan ransomware justru terbukti bersekongkol dengan kelompok peretas untuk meningkatkan nilai uang tebusan. Angelo Martino dijatuhi hukuman 70 bulan penjara setelah mengaku bersalah atas konspirasi pemerasan yang melibatkan kelompok ransomware BlackCat (ALPHV).

Kasus ini menjadi salah satu contoh paling mencolok mengenai penyalahgunaan kepercayaan dalam industri respons insiden siber. Martino sebelumnya bekerja di DigitalMint, perusahaan yang membantu organisasi bernegosiasi dengan pelaku ransomware guna meminimalkan dampak serangan.

Menurut dokumen pengadilan, skema tersebut dimulai pada April 2023 ketika Martino menangani sejumlah kasus korban ransomware yang mempercayakan proses negosiasi kepada DigitalMint. Namun, alih-alih melindungi kepentingan klien, ia diam-diam membocorkan informasi rahasia mengenai strategi negosiasi dan posisi tawar para korban kepada kelompok BlackCat.

Sebagai imbalannya, Martino menerima pembayaran dari para pelaku ransomware agar mereka dapat memaksimalkan nilai tebusan yang diminta kepada korban.

Pihak berwenang menyatakan bahwa lima organisasi menjadi korban dalam skema tersebut, terdiri atas empat perusahaan dan satu organisasi nirlaba. Nilai tebusan yang dibayarkan berkisar antara US$213.000 hingga US$26,8 juta, dengan total pembayaran melebihi US$75 juta.

Salah satu korban merupakan perusahaan perangkat medis yang dilaporkan membayar tebusan sebesar US$1,2 juta setelah sistemnya disusupi ransomware.

Selain membocorkan informasi rahasia, pemerintah Amerika Serikat juga menuduh Martino bersama dua rekan konspiratornya turut berperan dalam menyebarkan ransomware terhadap lima korban tersebut. Kedua rekannya sebelumnya telah dijatuhi hukuman masing-masing 48 bulan penjara.

Meskipun dalam kesepakatan pengakuan bersalah Martino meminta hukuman hanya 24 bulan penjara, hakim memutuskan hukuman yang jauh lebih berat, yakni 70 bulan, mengingat besarnya kerugian yang ditimbulkan serta pengkhianatan terhadap para korban.

Penegak hukum juga telah menyita aset senilai sekitar US$10 juta yang diperoleh Martino dari aktivitas ilegal tersebut. Selain itu, setelah bebas dari penjara, ia diwajibkan menyerahkan 10 persen dari penghasilan yang diperolehnya sebagai bagian dari kompensasi kepada para korban.

DigitalMint menegaskan bahwa perusahaan tidak mengetahui tindakan kriminal yang dilakukan Martino dan telah bekerja sama sepenuhnya dengan penyelidikan. Perusahaan menyatakan bahwa Martino ditugaskan menangani kasus-kasus tersebut sebagai bagian dari pekerjaannya, tanpa sepengetahuan manajemen mengenai kolusi dengan kelompok ransomware.

Dalam keterangannya, Asisten Direktur Divisi Siber FBI, Brett Leatherman, mengatakan Martino telah mengkhianati kepercayaan para korban.

"Angelo Martino mengkhianati para korban yang seharusnya ia wakili, menyerahkan posisi negosiasi rahasia mereka kepada pelaku BlackCat untuk menaikkan tebusan dan memperkaya dirinya sendiri," ujar Leatherman.

Kelompok ransomware BlackCat, yang juga dikenal dengan nama ALPHV, merupakan salah satu sindikat siber paling aktif pada 2023. Kelompok ini mengaku bertanggung jawab atas berbagai serangan besar, termasuk insiden yang mengganggu operasional MGM Resorts di Amerika Serikat.

Departemen Kehakiman AS mengumumkan pada Desember 2023 bahwa mereka berhasil mengganggu operasi BlackCat. Bersama FBI, pemerintah mengembangkan alat dekripsi yang telah membantu lebih dari 500 korban memulihkan data mereka tanpa membayar tebusan, sehingga mencegah pembayaran kepada pelaku senilai lebih dari US$68 juta.

Meski demikian, otoritas AS masih terus memburu administrator dan anggota jaringan BlackCat yang tersisa. Pemerintah bahkan menawarkan hadiah hingga US$10 juta bagi siapa pun yang memberikan informasi yang mengarah pada penangkapan para pelaku utama kelompok ransomware tersebut.

SHARE:

Menakar Batas Keadilan AI sebagai Wasit di Lapangan

Suzuki Fronx Dominasi Pasar SUV Kompak dalam Setahun