Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
NASA dan IBM Rilis Model AI Open Source untuk Eksplorasi Bulan
SHARE:

Jakarta, Technologue.id — NASA dan IBM resmi meluncurkan NASA-IBM Lunar Foundation Model, sebuah model kecerdasan buatan open source yang dirancang khusus untuk membantu ilmuwan menganalisis permukaan Bulan. Model ini diklaim mampu mendeteksi area yang berpotensi memiliki es sekaligus mengidentifikasi dan mengklasifikasikan kawah. Kabar ini menjadi salah satu perkembangan menarik di dunia teknologi antariksa yang berbasis AI.

Model tersebut kini tersedia untuk diunduh secara bebas melalui platform Hugging Face. Tidak hanya merilis model AI, NASA dan IBM juga membuka dataset open source yang bisa dimanfaatkan peneliti untuk mengembangkan model kecerdasan buatan baru. Langkah ini disebut sebagai upaya mempercepat inovasi di bidang eksplorasi lunar.

Dalam pengujian internal, NASA dan IBM membandingkan performa model mereka dengan SwinV2-B, sistem computer vision yang dikembangkan Microsoft. Hasilnya, untuk mendeteksi area yang berpotensi mengandung es, model NASA-IBM mampu mengurangi kesalahan hingga 23 persen dibandingkan SwinV2-B. Sementara untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan kawah, performanya tercatat 19 persen lebih baik, meski hanya menggunakan setengah data pelatihan.

Kemampuan model ini juga diuji setelah roket SpaceX Falcon 9 jatuh di Bulan pada 5 Agustus. Menariknya, model berhasil mengenali lokasi tumbukan sebagai kawah baru meski berada sangat dekat dengan kawah yang sudah ada. "Hasilnya sangat luar biasa," kata Dr. Juan Bernabé-Moreno, Director IBM Research Europe, UK and Ireland.

NASA dan IBM Bikin Model AI untuk Eksplorasi Bulan, Bisa Deteksi Es dan Kawah

Melatih AI untuk menganalisis permukaan Bulan bukan perkara mudah. Berbeda dengan Bumi, bayangan di Bulan terlihat sangat gelap dan memiliki batas tajam karena tidak ada atmosfer yang menyebarkan cahaya. Akibatnya, satu kawah bisa terlihat sangat berbeda dalam gambar yang diambil pada waktu berbeda.

Metode pelatihan computer vision yang biasanya menghilangkan sebagian gambar juga dinilai tidak efektif. Banyak kawah memiliki bentuk serupa sehingga AI kesulitan merekonstruksi bagian gambar yang hilang. Tim peneliti kemudian membagi permukaan Bulan menjadi beberapa bagian seperti irisan jeruk. Area untuk pelatihan dan pengujian dipisahkan agar model dapat belajar dengan lebih konsisten.

Selain model AI, NASA dan IBM juga merilis dataset yang menggabungkan puluhan ribu gambar dan data instrumen dari sejumlah misi antariksa. Data tersebut berasal dari misi NASA Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO), Gravity Recovery and Interior Laboratory (GRAIL), serta misi Jepang Selenological and Engineering Explorer (SELENE). Semua data disusun agar setiap piksel gambar dapat dikaitkan dengan jenis data lainnya.

Dataset ini memiliki lebih dari dua juta titik data yang telah di-co-register. Menurut Bernabé-Moreno, dataset tersebut sama pentingnya dengan model AI yang dirilis. "Data merupakan fondasi utama dalam membangun industri model AI," ujarnya.

Dengan membuka model sekaligus dataset, NASA dan IBM berharap komunitas peneliti dapat mengembangkan teknologi AI baru untuk mempelajari permukaan Bulan. Langkah ini juga diharapkan dapat mendukung eksplorasi lunar di masa depan secara lebih efisien dan akurat.

Langkah NASA dan IBM ini menambah panjang daftar inovasi berbasis AI yang menyentuh berbagai sektor, mulai dari antariksa hingga layanan konsumen. Di sisi lain, perkembangan teknologi AI yang terbuka juga membuka peluang kolaborasi lintas negara dan disiplin ilmu. Model dan dataset ini pun menjadi modal penting bagi peneliti muda yang ingin berkontribusi di bidang eksplorasi antariksa.

Bagi peneliti dan pengembang, akses ke model serta dataset open source ini bisa menjadi titik awal untuk menciptakan inovasi baru. Publik pun bisa memantau bagaimana teknologi AI terus berkembang melalui berbagai perangkat terbaru yang hadir di pasar.

Ke depan, kolaborasi antara lembaga antariksa dan perusahaan teknologi seperti NASA dan IBM diprediksi akan semakin sering terjadi. Hal ini sejalan dengan kebutuhan eksplorasi luar angkasa yang menuntut analisis data dalam jumlah besar dan tingkat presisi tinggi. Model AI seperti NASA-IBM Lunar Foundation Model menjadi bukti bahwa teknologi dapat menjadi jembatan menuju pemahaman yang lebih baik tentang alam semesta.

[ META_DESCRIPTION] NASA dan IBM meluncurkan model AI open source untuk eksplorasi Bulan, mampu deteksi es dan kawah dengan akurasi lebih baik hingga 23 persen.

SHARE:

WhatsApp Rilis Desain Liquid Glass untuk Pengguna iPhone

Trial Kriminal Huawei Dimulai di Brooklyn, AS Tuduh Racketeering