Jakarta – Persaingan kecerdasan buatan (AI) antara Amerika Serikat (AS) dan China kian memanas. Setelah DeepSeek mencuri perhatian dunia pada awal tahun ini, kini muncul pemain baru asal China yang siap menantang model AI tercanggih buatan perusahaan AS.
Perusahaan rintisan (startup) AI asal China, Moonshot AI, dikabarkan akan segera meluncurkan model terbaru bernama Kimi K3. Model ini digadang-gadang menjadi model AI terbesar yang pernah dikembangkan di China sekaligus pesaing langsung model AI mainstream milik Anthropic, Claude Opus 4.8.
Berdasarkan laporan Financial Times (FT), Kimi K3 diperkirakan memiliki 2 hingga 3 triliun parameter. Jumlah tersebut lebih besar dibanding estimasi parameter Claude Opus 4.8 yang berada di kisaran 1,5 hingga 2 triliun parameter.
Parameter merupakan salah satu indikator untuk mengukur kapasitas sebuah model AI dalam memahami dan menghasilkan informasi. Semakin banyak parameter, semakin kompleks pula kemampuan model tersebut dalam memproses data.
Untuk kompetisi dengan model frontier Anthropic, yaitu Claude Fable 5, kemampuan Kimi K3 disebut belum bisa mengunggulinya. Namun, model ini tetap akan nyaris menyamai kemampuan model AI tersebut.
Baca Juga:
Selain mengandalkan ukuran model yang besar, Moonshot AI juga menargetkan keunggulan dari sisi biaya operasional. Menurut laporan FT, model AI K2.6 yang saat ini dimiliki Moonshot dibanderol dengan biaya sekitar sepertiga dari harga layanan Claude Opus 4.8.
Hal ini cukup menarik karena Anthropic sendiri berencana menaikkan tarif penggunaan Claude Opus 4.8 mulai September mendatang. Strategi harga yang lebih murah ini menjadi salah satu alasan mengapa model AI asal China mulai menarik perhatian perusahaan dan pelaku industri.
Sebelumnya, DeepSeek juga sukses mengguncang pasar AI global dengan menawarkan performa kompetitif pada biaya yang jauh lebih rendah. Langkah ini sejalan dengan Fitur Terbaru yang terus dikembangkan oleh berbagai perusahaan teknologi China.
Belum ada informasi kapan Kimi K3 akan dirilis resmi ke publik. Namun ketika meluncur nanti, Kimi K3 disebut akan dirilis dalam format open-weight yang memungkinkan akses lebih luas bagi pengembang.
Peluncuran Kimi K3 menjadi bukti bahwa China serius mengejar ketertinggalan di bidang AI. Persaingan ini diprediksi akan semakin sengit dengan hadirnya pemain-pemain baru seperti Moonshot AI.
Kehadiran Kimi K3 juga menunjukkan bahwa inovasi AI tidak hanya didominasi oleh perusahaan AS. China terus berupaya mengembangkan model AI yang mampu bersaing di level global dengan harga yang lebih kompetitif.
Para analis menilai bahwa persaingan AI antara AS dan China akan membawa dampak positif bagi perkembangan teknologi secara keseluruhan. Konsumen dan pelaku industri akan mendapatkan lebih banyak pilihan dengan harga yang lebih terjangkau.
Moonshot AI sendiri merupakan startup yang relatif baru namun telah menunjukkan ambisi besar. Dengan dukungan pendanaan yang kuat, perusahaan ini optimistis dapat bersaing dengan raksasa AI global seperti Anthropic dan OpenAI.
Informasi lebih lanjut mengenai spesifikasi teknis dan tanggal rilis Kimi K3 masih dinantikan. Publik dan pelaku industri AI akan menanti langkah selanjutnya dari Moonshot AI dalam waktu dekat.