Pernahkah Anda merasa mobil listrik yang baru saja Anda beli tiba-tiba terasa "ketinggalan zaman" karena kabar model terbaru yang jauh lebih canggih? Jika iya, Anda tidak sendirian. Dunia otomotif listrik sedang bergerak dengan kecepatan yang belum pernah terjadi. Gelombang baru mobil listrik dari berbagai pabrikan—mulai dari merek mewah legendaris hingga pemain baru yang berani—siap meluncur dalam beberapa tahun ke depan, membawa janji teknologi, performa, dan desain yang bisa membuat kita mempertanyakan kembali pilihan kendaraan hari ini.
Lanskap pasar otomotif global sedang mengalami transformasi fundamental. Jika beberapa tahun lalu pilihan mobil listrik masih terbatas, periode 2026 hingga 2030 akan menjadi panggung pertarungan sesungguhnya. Setiap produsen berlomba-lomba untuk tidak hanya sekadar menghadirkan kendaraan bertenaga baterai, tetapi mendefinisikan ulang apa artinya mengemudi di era elektrifikasi. Dari Ferrari yang akhirnya merangkul listrik sepenuhnya hingga Honda yang meluncurkan platform khusus dengan logo H terbaru, persaingan ini akan menguntungkan konsumen dengan inovasi yang lebih cepat.
Artikel ini akan mengupas tuntas berbagai model mobil listrik yang telah dikonfirmasi atau diprediksi kuat akan meluncur dalam kurun waktu 2026 hingga 2030. Kami akan membahas tidak hanya spesifikasi teknis yang menggiurkan, tetapi juga strategi di balik peluncuran tersebut dan bagaimana mereka berpotensi menggeser persepsi kita tentang mobil listrik. Siapkan diri Anda untuk melihat masa depan yang sangat dekat.
Gelombang Pertama (2026): Dari SUV Mewah hingga Sedan Teknologi TinggiTahun 2026 akan menjadi tahun yang sangat sibuk. Beberapa model yang telah lama dinantikan akhirnya akan sampai di tangan konsumen. Acura, misalnya, akan menghidupkan kembali nama RSX bukan sebagai coupe sporty, melainkan sebagai SUV crossover listrik dengan profil coupe. Dibangun di fasilitas baru Honda di Ohio, RSX ini akan menjadi kendaraan pertama yang menggunakan sistem operasi ASIMO OS dan berbagi platform dengan mobil listrik Honda seri 0. Dengan powertrain dual-motor dan penggerak semua roda, Acura jelas menargetkan pasar premium yang menginginkan sportiness dalam paket SUV.
Di segmen yang lebih eksklusif, Ferrari akhirnya akan membuka tirai mobil listrik pertamanya. Meski spy shot menunjukkan siluet yang agak tinggi, Ferrari menegaskan ini adalah mobil empat pintu dengan wheelbase 116,5 inci. Yang paling menggetarkan adalah performanya: diprediksi memiliki powertrain quad-motor dengan tenaga sekitar 1000 hp, mampu melesat dari 0-100 km/jam dalam 2,5 detik. Dengan baterai 122 kWh dan arsitektur 800-volt, Ferrari tidak main-main dalam memasuki era elektrifikasi.
Jangan lupakan kolaborasi unik antara Sony dan Honda yang melahirkan merek Afeela. Model pertamanya, Afeela 1, adalah sedan yang fokusnya hampir sepenuhnya pada teknologi. Dilengkapi dengan 40 sensor untuk sistem bantuan pengemudi Level 2+ dan layar yang memanjang di dashboard, Afeela 1 akan dijual terbatas di California dengan harga mulai dari $102.900. Sementara itu, di segmen yang benar-benar berbeda, Fiat berencana membawa Topolino—mobil listrik mungil berdaya 8 hp—ke AS, mengisi ceruk kendaraan listrik kecepatan rendah.
Baca Juga:
Memasuki 2027, peta persaingan semakin panas. BMW akan meluncurkan i3, yang bukan mobil kota kecil, melainkan versi listrik dari ikonik 3-Series. Berdasarkan konsep Neue Klasse, i3 akan membawa bahasa desain baru dan ditargetkan memiliki jarak tempuh sekitar 400 mil. Tak ketinggalan, varian performa tinggi iM3 juga diprediksi muncul dengan powertrain quad-motor yang menghasilkan lebih dari 600 hp. BMW bahkan dikabarkan akan menyematkan "fake gearshifts" dan rekaman suara mesin V8 dan V10 lama untuk menjaga engagement pengemudi.
Alfa Romeo akan memulai transformasi listriknya dengan Stelvio EV pada 2027, diikuti Giulia EV pada 2028. Keduanya akan menggunakan platform STLA Large dari Stellantis, menawarkan opsi hybrid dan listrik penuh. Giulia Quadrifoglio versi listrik diprediksi memiliki tenaga hingga 1000 hp dan jarak tempuh 500 mil. Sementara itu, Audi berencana meluncurkan penerus spiritual TT dan R8 dalam satu paket: sebuah mobil sport listrik yang telah dipratinjau oleh Audi Concept C. Desainnya yang radikal dengan kontrol fisik yang kembali diutamakan, menjanjikan pengalaman mengemudi yang berbeda.
Bentley juga tak mau ketinggalan dengan SUV "urban luxury" pertamanya yang diperkirakan meluncur tahun 2027. Dijuluki "kompak" meski panjangnya bisa mencapai 197 inci, SUV ini mungkin berbagi platform dengan Porsche Cayenne EV dan menawarkan kemewahan khas Bentley dalam paket zero-emission. Di sisi lain, merek sport Inggris Caterham berencana memperluas jangkauan dengan Project V, sebuah coupe listrik dengan motor Yamaha di roda belakang dan baterai terpisah, yang menargetkan harga $135.000.
Strategi dan Platform Baru: Honda, Ford, dan LainnyaDi balik peluncuran produk-produk baru tersebut, terdapat strategi platform dan teknologi yang menarik. Setelah bekerja sama dengan GM untuk Prologue, Honda kini bersiap dengan platform listrik mandirinya yang akan diwujudkan dalam Honda 0 Saloon dan 0 SUV. Platform ini menjanjikan baterai dengan kepadatan tinggi yang dapat mengisi dari 15% ke 80% hanya dalam 10-15 menit, serta degradasi kapasitas yang minimal. Ini adalah langkah strategis Honda untuk tidak bergantung pada pihak lain, sekaligus menjawab dominasi produsen lain di pasar global.
Ford mengambil pendekatan berbeda dengan mengumumkan platform Universal EV yang berfokus pada keterjangkauan. Produk pertamanya adalah pickup truck ukuran medium dengan harga mulai sekitar $30.000. Platform ini akan menggunakan arsitektur 400-volt dan baterai lithium-besi-fosfat (LFP) untuk menekan biaya, meski mungkin mengorbankan kecepatan charging dan jarak tempuh. Ford tampaknya belajar dari kesulitan penetrasi pasar EV premium dan beralih ke segmen yang lebih massal.
Genesis, merek premium Hyundai, akan meluncurkan flagship SUV listriknya, kemungkinan bernama GV90, yang berbagi platform dengan Kia EV9. Sementara itu, subbrand performa Magma akan diperkenalkan melalui GV60 Magma dengan tenaga boost hingga 641 hp. Di sisi lain, Alpine asal Prancis mengalami kendala akibat kebijakan tarif dan harus menunda rencana masuk ke pasar AS hingga mungkin 2030, menunjukkan betapa faktor geopolitik dan ekonomi dapat memengaruhi roadmap elektrikasi sebuah merek.
Gelombang mobil listrik yang akan datang ini bukan sekadar penambahan variasi. Ini adalah sinyal bahwa era elektrifikasi telah matang dan memasuki fase diferensiasi. Konsumen tidak lagi hanya memilih antara "mobil listrik" atau "bensin", tetapi antara berbagai filosofi, teknologi, dan pengalaman berkendara yang spesifik. Inovasi seperti sistem operasi khusus (ASIMO OS dari Honda), baterai tahan degradasi, dan platform yang dirancang untuk biaya efisien (Ford) akan menjadi nilai jual baru di luar sekadar jarak tempuh dan akselerasi.
Persaingan ini juga akan mendorong percepatan adopsi teknologi. Fitur yang hari ini terasa futuristik, seperti head-up display selebar kaca depan pada BMW iX3 atau sistem sensor canggih pada Afeela 1, akan menjadi lebih umum. Teknologi pengereman revolusioner dan efisiensi tinggi seperti yang dikembangkan beberapa pabrikan juga akan turut bersaing. Selain itu, dengan banyaknya pilihan di berbagai segmen harga—dari Ford truck $30.000 hingga Ferrari listrik yang pastinya bernilai jutaan dolar—mobil listrik akan menjadi semakin inklusif namun juga semakin tersegmentasi.
Bagi Anda yang sedang mempertimbangkan membeli mobil listrik hari ini, informasi ini mungkin terasa seperti godaan untuk menunda. Namun, penting diingat bahwa teknologi selalu berkembang. Kehadiran model-model baru justru akan membuat model saat ini menjadi lebih terjangkau di pasar bekas. Yang pasti, tahun-tahun mendatang akan menjadi periode paling menarik dalam beberapa dekade terakhir industri otomotif. Pilihan akan lebih banyak, teknologi lebih matang, dan pengalaman berkendara akan ditulis ulang. Apakah Anda siap menyambutnya?