Technologue.id, Jakarta – Microsoft tengah menyiapkan langkah besar dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) dengan menghadirkan aplikasi super Copilot yang akan menggabungkan berbagai kemampuan AI ke dalam satu platform. Aplikasi ini dirancang untuk melayani pengguna individu maupun pelanggan bisnis dan dijadwalkan meluncur sebelum akhir tahun 2026.
Strategi tersebut diungkapkan langsung oleh CEO Microsoft, Satya Nadella, dalam panggilan laporan keuangan terbaru perusahaan. Menurut Nadella, Microsoft ingin menjadikan Copilot sebagai pusat produktivitas berbasis AI yang tidak hanya berfungsi sebagai chatbot, tetapi juga mampu membantu pengkodean, kolaborasi kerja, hingga menjalankan tugas secara mandiri melalui fitur agen AI.
Aplikasi super Copilot akan mengintegrasikan sejumlah fitur yang sebelumnya hadir secara terpisah. Pengguna nantinya dapat melakukan percakapan dengan AI, meminta bantuan menulis atau memperbaiki kode pemrograman, bekerja sama melalui fitur Cowork, hingga memanfaatkan Autopilot, sistem agen AI yang dapat menjalankan berbagai tugas secara otomatis tanpa harus diarahkan langkah demi langkah.
Dengan pendekatan tersebut, Microsoft berharap pengguna tidak perlu lagi berpindah-pindah aplikasi untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan berbasis AI.
Microsoft bukan satu-satunya perusahaan yang mengembangkan konsep aplikasi super AI. Persaingan di industri ini semakin ketat seiring banyaknya perusahaan teknologi yang berupaya menghadirkan platform AI serba bisa.
OpenAI, misalnya, telah memperkenalkan ChatGPT Work untuk kebutuhan produktivitas, sementara Anthropic menghadirkan fitur Cowork di dalam chatbot Claude. Tren ini menunjukkan bahwa perusahaan AI kini berupaya membuat pengguna menghabiskan lebih banyak waktu di satu aplikasi yang mampu menangani berbagai kebutuhan, mulai dari percakapan, pengkodean, hingga otomatisasi pekerjaan.
Konsep tersebut dinilai semakin penting karena mampu meningkatkan keterikatan pengguna terhadap layanan sekaligus membuka peluang pendapatan yang lebih besar melalui layanan berlangganan.
Meski Microsoft memiliki sumber daya finansial yang sangat besar untuk mengembangkan Copilot, jumlah pelanggan berbayarnya masih berada di bawah ChatGPT.
Saat ini Microsoft tercatat memiliki sekitar 30 juta pelanggan Copilot berbayar. Angka tersebut masih relatif kecil jika dibandingkan dengan basis pelanggan bisnis Microsoft yang mencapai sekitar 450 juta lisensi.