Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Meta Gandeng Perusahaan Energi Nuklir AS untuk Pasok Listrik Data Center AI
SHARE:

Technologue.id – Meta secara resmi mengumumkan kemitraan baru yang berfokus pada perluasan kapasitas energi nuklir di Amerika Serikat. Langkah strategis ini diambil untuk mendukung lonjakan kebutuhan energi dari data center kecerdasan buatan mereka. Keputusan tersebut muncul setelah perusahaan melakukan studi internal mendalam selama lebih dari satu tahun.

Inisiatif ini sejalan dengan tren industri teknologi yang lebih luas saat ini. Perusahaan teknologi besar berlomba mengamankan sumber daya skala besar yang stabil untuk infrastruktur AI. Menurut Meta, langkah ini bertujuan memperkuat jaringan energi AS sekaligus memungkinkan penyebaran data center baru.

Meningkatnya konsumsi energi telah menjadi tantangan signifikan bagi sektor kecerdasan buatan global. Estimasi tahun 2024 menunjukkan bahwa pada tahun 2030, operasi AI global bisa mengonsumsi listrik dalam jumlah masif. Jumlah tersebut diprediksi melebihi konsumsi listrik seluruh populasi India.

Permintaan yang diproyeksikan ini telah mengintensifkan pencarian sumber energi dengan output tinggi namun rendah dampak lingkungan. Meta memposisikan tenaga nuklir sebagai opsi bersih dan dapat diandalkan untuk memenuhi persyaratan tersebut. Hal ini penting demi keberlanjutan Pengembangan AI di masa depan.

Target Kapasitas 6,6 Gigawatt

Dalam pengumumannya, Meta mengungkapkan tiga kemitraan utama dengan perusahaan energi terkemuka. Perusahaan tersebut adalah TerraPower, Oklo, dan Vistra. Kesepakatan ini diharapkan dapat menghasilkan kapasitas gabungan lebih dari 6,6 gigawatt (GW) pada tahun 2035.

Meta menyatakan bahwa investasi ini akan mendukung fasilitas yang sudah ada serta pengembangan data center baru. Menariknya, mereka menjamin langkah ini tidak akan meningkatkan biaya energi bagi konsumen umum. Isu kenaikan biaya sering menjadi kontroversi dalam proyek infrastruktur serupa.

Upaya pencarian energi bersih ini mengingatkan pada kolaborasi teknologi lain seperti riset Fusi Nuklir. Namun, pendekatan Meta lebih fokus pada implementasi fisi nuklir yang sudah siap pakai. Mereka ingin memastikan pasokan daya tersedia dalam waktu dekat.

Rincian Proyek Kemitraan

Berdasarkan perjanjian tersebut, TerraPower akan membangun dua generator baru dengan kapasitas suplai hingga 690 megawatt (MW). Selain itu, mereka juga menyediakan akses ke enam generator tambahan. Fasilitas tambahan ini mampu menyediakan kapasitas hingga 2,1 GW.

Sementara itu, Oklo berencana membangun fasilitas nuklir baru di Pike County, Ohio. Proyek ini diproyeksikan memiliki kapasitas sebesar 1,2 GW untuk mendukung operasional Meta. Teknologi nuklir modern memang terus berkembang, bahkan hingga skala kecil seperti Baterai Nuklir.

Mitra ketiga, Vistra, akan melakukan ekspansi pada pembangkit listrik yang sudah ada di Ohio. Ekspansi ini akan menambahkan daya sebesar 433 MW ke dalam jaringan. Vistra juga akan menyuplai tambahan 2,1 GW melalui serangkaian akuisisi strategis.

Dampak Ekonomi dan Masa Depan

Di luar pasokan energi, Meta menyoroti manfaat ekonomi yang lebih luas dari proyek ini. Pembangunan fasilitas diperkirakan akan menciptakan ribuan pekerjaan konstruksi bagi masyarakat sekitar. Selain itu, ratusan peran operasional jangka panjang juga akan tersedia.

Perusahaan juga menekankan peran investasi ini dalam memperkuat jaringan listrik nasional Amerika Serikat. Infrastruktur yang kuat sangat krusial untuk menjaga stabilitas pasokan di tengah tingginya permintaan. Hal ini menjadi prioritas utama dalam transisi energi digital.

Saat ini, inisiatif tersebut memang masih berfokus pada wilayah Amerika Serikat. Namun, Meta mengindikasikan bahwa kemitraan serupa dapat dipertimbangkan di wilayah lain di masa depan. Keputusan ekspansi akan bergantung pada keberhasilan proyek ini dan kondisi infrastruktur lokal.

SHARE:

Penjualan Mobil China Desember 2025: BYD Memimpin, Aion Meroket Tajam

Apple Resmi Salip Samsung, iPhone 17 Jadi Raja Smartphone Global