Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Meta Bidik Pengguna Mobile untuk Masa Depan Metaverse
SHARE:

Technologue.id, Jakarta – Meta Platforms kini mengubah strategi besarnya dengan mulai memprioritaskan pengguna mobile sebagai pintu masuk utama menuju ekosistem metaverse yang mereka bangun secara global. Langkah ini menandai perubahan signifikan dari pendekatan sebelumnya yang lebih menitikberatkan pada perangkat headset virtual reality mahal, seperti Quest series.

Menurut laporan terbaru, Meta melihat bahwa penetrasi smartphone jauh lebih luas dibandingkan perangkat VR, sehingga pendekatan mobile dinilai lebih realistis untuk mempercepat adopsi metaverse secara massal. Strategi ini juga didukung oleh fakta bahwa miliaran pengguna aktif harian Meta saat ini sebagian besar mengakses layanan mereka melalui smartphone, bukan perangkat khusus virtual reality.

Meta menjelaskan bahwa pengembangan metaverse versi mobile akan terintegrasi langsung dengan aplikasi populer mereka, seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp yang sudah memiliki basis pengguna sangat besar. Integrasi ini memungkinkan pengalaman metaverse lebih mudah diakses tanpa membutuhkan perangkat tambahan mahal, sekaligus mempercepat adopsi teknologi immersive secara global dalam waktu relatif singkat.

Baca Juga: Quick Share Kini Bisa Kirim File ke AirDrop Tanpa Ribet

Secara teknis, Meta sedang mengembangkan platform berbasis augmented reality, virtual reality ringan, dan pengalaman 3D interaktif yang bisa berjalan optimal di chipset smartphone modern saat ini. Teknologi ini akan memanfaatkan GPU mobile, prosesor AI, kamera, sensor gerak, dan layar resolusi tinggi yang sudah umum tersedia pada smartphone kelas menengah dan flagship terbaru.

Pendekatan mobile ini memberikan keunggulan besar karena pengguna tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli perangkat VR yang relatif mahal dan belum umum digunakan secara massal. Selain itu, pendekatan ini juga memungkinkan Meta menjangkau pasar negara berkembang, seperti Indonesia, India, dan Asia Tenggara yang memiliki populasi pengguna smartphone sangat besar.

Dari sisi strategi bisnis, Meta melihat pendekatan mobile sebagai cara paling efektif untuk membangun fondasi metaverse sebelum memperluas ke perangkat immersive yang lebih kompleks. Target utamanya adalah menciptakan kebiasaan baru pengguna dalam berinteraksi di ruang virtual melalui perangkat yang sudah mereka miliki saat ini.

Baca Juga: Segera Rilis, Realme P4 Lite 4G Tonjolkan Baterai Raksasa

Langkah Meta ini juga dinilai sebagai respons terhadap lambatnya adopsi headset VR secara global meskipun perusahaan telah menginvestasikan miliaran dolar dalam pengembangannya selama beberapa tahun terakhir. Dengan mobile sebagai pintu masuk utama, Meta berharap dapat mempercepat monetisasi melalui iklan, transaksi digital, dan layanan premium dalam ekosistem metaverse.

Secara industri, keputusan Meta ini dapat memicu perusahaan teknologi lain untuk mengembangkan pengalaman metaverse berbasis mobile sebagai alternatif lebih realistis dibandingkan VR penuh. Jika strategi ini berhasil, smartphone akan menjadi platform utama metaverse, bukan lagi perangkat khusus, seperti headset virtual reality yang mahal dan terbatas.

Perubahan strategi Meta ini menunjukkan bahwa masa depan metaverse kemungkinan besar akan dimulai dari perangkat yang sudah akrab digunakan miliaran orang setiap hari. Pendekatan ini membuat visi metaverse lebih realistis, lebih inklusif, dan berpotensi diadopsi secara global dalam waktu lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.

SHARE:

Oppo Find N6 Muncul dengan Desain Baru

Indosat Luncurkan Platform AI Paling Indonesia untuk Semua