Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Meski Dilarang, Teknologi AI Anthropic Tetap Dipakai dalam Serangan ke Iran
SHARE:

Technologue.id, Jakarta - Keputusan mengejutkan datang dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang memerintahkan seluruh lembaga federal untuk segera menghentikan penggunaan teknologi dari perusahaan AI Anthropic. Instruksi tersebut disampaikan melalui unggahan panjang di platform Truth Social pada 27 Februari 2026, menyusul memanasnya konflik antara perusahaan tersebut dan Departemen Pertahanan AS.

Dalam pernyataannya, Trump menegaskan bahwa pemerintah tidak lagi akan bekerja sama dengan Anthropic. Meski demikian, ia memberikan masa transisi selama enam bulan, khususnya bagi lembaga seperti Departemen Pertahanan yang masih bergantung pada teknologi perusahaan tersebut. Selama periode ini, penggunaan sistem seperti model AI Claude AI masih diperbolehkan sebelum benar-benar dihentikan.

Namun situasi menjadi kontroversial hanya beberapa jam setelah pengumuman tersebut. Laporan dari The Wall Street Journal menyebutkan bahwa militer AS tetap menggunakan teknologi Anthropic dalam operasi besar, termasuk serangan udara terhadap Iran. AI tersebut dilaporkan berperan dalam analisis intelijen, identifikasi target, hingga simulasi skenario pertempuran.

Penggunaan ini menyoroti betapa dalamnya integrasi teknologi AI dalam sistem pertahanan AS. Meski secara kebijakan telah dilarang, implementasi di lapangan tidak bisa dihentikan secara instan karena ketergantungan operasional yang sudah terbentuk. Bahkan, laporan sebelumnya juga mengungkap bahwa teknologi yang sama digunakan dalam operasi penangkapan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro.

Konflik antara pemerintah AS dan Anthropic berakar pada perbedaan prinsip terkait penggunaan AI untuk kepentingan militer. Anthropic menolak memberikan akses tanpa batas kepada Pentagon, terutama untuk penggunaan yang berkaitan dengan pengawasan massal dan senjata otonom. Sebaliknya, pemerintah AS menginginkan fleksibilitas penuh dalam penggunaan teknologi tersebut untuk tujuan yang sah.

Seiring memanasnya konflik, Departemen Pertahanan mulai mencari alternatif. Sejumlah perusahaan AI lain seperti OpenAI dan xAI dilaporkan telah mencapai kesepakatan awal untuk menyediakan model AI mereka ke dalam jaringan lembaga federal. Namun demikian, proses migrasi dari sistem Anthropic ke penyedia lain diperkirakan memerlukan waktu berbulan-bulan karena kompleksitas integrasi teknologi di lingkungan militer.


SHARE:

Dari Menu Sahur hingga CCTV Mudik, Ramadan Kini Direncanakan Lebih Cerdas dengan Gemini

ROG Flow Z13-KJP Tablet Gaming Langka Mendarat di Indonesia, Cuma 50 Unit