Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Menteri Digital Singapura Jamin AI Tak Akan Singkirkan Manusia
SHARE:

Jakarta – Pemerintah Singapura berkomitmen bahwa perkembangan kecerdasan buatan atau AI tidak akan menyingkirkan manusia. Negeri jiran tersebut justru akan menjadikan AI sebagai mitra strategis yang mampu menggenjot produktivitas tenaga kerja.

Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Pengembangan Digital dan Informasi Singapura Josephine Teo. Ia menegaskan bahwa keberadaan AI harus tetap berpusat kepada kepentingan manusia.

"Kami ingin AI bekerja untuk melayani manusia. Kami ingin AI menjadi asisten, jadi rekan tim, jadi kolaborator. Kami tidak ingin manusia tersingkir," kata Teo saat berbincang dengan sejumlah jurnalis Indonesia awal pekan lalu.

Menurut Teo, terdapat beberapa pandangan mengenai dampak AI terhadap lapangan pekerjaan. Salah satunya, AI akan mengikuti pola revolusi teknologi yang memangkas pekerjaan lama, namun secara bersamaan akan memunculkan profesi baru di masa depan.

Ia juga mengakui adanya pandangan kedua yang menyebut AI berkembang terlalu cepat. Akibatnya, teknologi ini berpotensi mengambil alih sebagian besar pekerjaan yang saat ini dilakukan oleh manusia.

"Saya pikir pendekatan kami adalah jangan anggap enteng apa pun dan jangan berasumsi. Itulah pendekatan umum yang kami ambil di Singapura," jelas Teo menjelaskan sikap negaranya.

Dia juga menyoroti fenomena di mana perkembangan AI berpotensi memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK). Menurutnya, perubahan yang paling cepat bukanlah AI mengambil alih pekerjaan secara langsung.

"Orang yang memiliki kemampuan AI akan menggantikan orang yang tidak memiliki kemampuan AI," ujarnya memberikan peringatan tegas kepada para pekerja.

Negeri Singa saat ini tengah menyiapkan kebijakan yang berfokus pada penguasaan AI. Tujuannya agar kemampuan penduduk di bidang kecerdasan buatan menjadi faktor pembeda utama di pasar kerja yang semakin kompetitif.

Singapura juga memberikan insentif bagi korporasi untuk segera mengadopsi AI. Perusahaan nantinya akan melatih para pekerja agar kemampuan mereka meningkat dan bisa mendorong produktivitas secara signifikan.

"Kita tidak bisa hanya berinvestasi dalam membangun keterampilan di tingkat individu. Kita juga harus membuat perusahaan-perusahaan menjadi lebih kompeten dan mampu," katanya menekankan pentingnya pendekatan holistik.

Singapura juga menetapkan tiga arah transformasi digital yang akan dijaga dalam pengembangan AI. Tiga hal tersebut adalah menumbuhkan kepercayaan masyarakat, menjaga kohesi sosial, serta memastikan ekonomi tetap tumbuh.

"Saya masih percaya bahwa manusia mempunyai kemampuan untuk menciptakan pekerjaan," kata Teo mengakhiri pernyataannya dengan optimisme.

Langkah Singapura ini sejalan dengan upaya negara tersebut di bidang transformasi digital lainnya. Sebelumnya, Singapura telah membentuk komisi khusus untuk memblokir konten berbahaya di media sosial.

Selain itu, Singapura juga terus memperkuat infrastruktur digitalnya. Negara tersebut baru saja memasuki fase baru dengan jaringan 5G SA penuh yang akan mendukung pengembangan AI lebih lanjut.

Dengan kebijakan ini, Singapura berharap dapat menjadi contoh bagaimana AI dapat diintegrasikan secara harmonis. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem di mana manusia dan teknologi bekerja bersama untuk kemajuan bersama.

SHARE:

Era AI Tingkatkan Ancaman Siber, Perusahaan Diminta Perkuat Perlindungan Endpoint

Prancis Sahkan Larangan Media Sosial bagi Anak di Bawah 15 Tahun