Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Kelangkaan Chip Memori Bikin MacBook Air Makin Sulit Didapat
SHARE:

Jakarta — Kelangkaan chip memori global yang dikenal sebagai RAMageddon tidak hanya membuat harga MacBook Air melonjak, tetapi kini juga mempersulit konsumen untuk mendapatkan laptop terlaris Apple tersebut. Laporan terbaru dari Bloomberg mengungkapkan bahwa pasokan MacBook Air mengalami kendala serius di berbagai gerai ritel.

Mark Gurman, jurnalis Bloomberg, melaporkan bahwa kekurangan chip memori global sedang memengaruhi pasokan MacBook Air, laptop kelas menengah terlaris milik Apple. Kondisi ini terjadi sekitar lima pekan setelah Apple menaikkan harga MacBook Air sebesar USD 200 akibat situasi yang sama.

"Sumber dari gerai ritel mengatakan Apple kesulitan menjaga stok laptop ini dan pengiriman unit baru lebih terbatas daripada yang pernah mereka ingat," tulis Gurman dalam buletin Power On edisi 2 Agustus. Ia menambahkan bahwa kelangkaan MacBook Air memang terkait dengan krisis memori yang sedang berlangsung.

Bukti potensi kelangkaan MacBook Air mulai terlihat di toko online Apple. Semua konfigurasi MacBook Air M5 13 inci dan 15 inci saat ini menunjukkan status backorder hingga awal September, atau lebih dari satu bulan ke depan. Menariknya, semakin besar kapasitas RAM yang dipilih, semakin lama waktu tunggunya.

Varian 32GB pada model 15 inci bahkan mengalami penundaan pengiriman hingga pertengahan September. Sementara itu, pengecer pihak ketiga seperti Amazon dan Best Buy masih menawarkan pengiriman satu hingga tujuh hari untuk semua MacBook Air yang tersedia di stok mereka, tergantung pada ukuran, warna, penyimpanan, dan opsi memori.

Namun, kondisi tersebut diperkirakan akan berubah seiring menipisnya persediaan di para pengecer. Gurman juga melaporkan bahwa Apple sedang mendorong MacBook Pro M5 dasar seharga USD 1.999 sebagai pengganti MacBook Air dalam penawaran kembali ke sekolah mereka, yang tahun ini ditunda dari Juni ke Juli.

Beberapa iklan promosi tersebut bahkan dilaporkan menyertakan klausul "MacBook Air tergantung ketersediaan". Mashable tidak dapat memverifikasi klaim ini secara independen, meskipun tangkapan layar iklan tersebut telah diunggah di platform X.

Sebelumnya, Apple telah menaikkan harga jajaran MacBook dan iPad pada akhir Juni akibat meningkatnya biaya komponen yang terkait dengan kelangkaan memori global. Gelombang pembangunan pusat data AI telah membuat chip RAM dan SSD semakin langka, yang pada akhirnya mendongkrak harga berbagai laptop dan perangkat teknologi konsumen lainnya.

Dalam panggilan konferensi pendapatan kuartal III pekan lalu, CEO Apple yang akan segera lengser, Tim Cook, menyamakan fenomena ini dengan "banjir seratus tahun". Perumpamaan tersebut menggambarkan betapa parahnya dampak kelangkaan chip memori terhadap industri teknologi saat ini.

Selain menerapkan kenaikan harga, Apple juga telah menghapus beberapa konfigurasi desktop Mac Mini dan Mac Studio dari toko online mereka di tengah RAMageddon. Perusahaan dilaporkan sedang melobi pemerintahan Trump untuk mendapatkan persetujuan membeli komponen memori dari produsen chip China yang masuk daftar hitam, sebagaimana dilaporkan Financial Times.

Meskipun menghadapi berbagai tantangan, RAMageddon sejauh ini belum menghancurkan kinerja keuangan Apple. Pada panggilan pendapatan yang sama, Cook menyebut Mac mencatat "kuartal Juni terbaik" dengan pendapatan kategori tersebut melonjak 29 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

MacBook Neo yang baru dirilis "sangat populer" menurut Cook, meskipun ia menegaskan bahwa MacBook Air tetap menjadi "laptop paling populer di dunia". Kesuksesan MacBook Neo ini juga menghadirkan dilema tersendiri bagi Apple terkait pasokan chip, sebagaimana dibahas dalam laporan sebelumnya.

Kelangkaan chip memori ini merupakan bagian dari tren yang lebih luas di industri teknologi. Beberapa analis memprediksi bahwa harga chip akan naik mulai September, sementara proyek fabrikasi chip baru terus bermunculan untuk merespons krisis ini.

Bagi konsumen Indonesia yang ingin membeli MacBook Air, disarankan untuk segera memesan atau memantau ketersediaan di pengecer resmi. Mengingat situasi yang terus berkembang, waktu tunggu pengiriman diperkirakan akan semakin lama seiring menipisnya stok di seluruh dunia.

Apple sendiri belum mengumumkan langkah konkret tambahan untuk mengatasi kelangkaan ini. Namun, dengan tekanan dari berbagai sisi, mulai dari biaya produksi hingga logistik, keputusan strategis perusahaan dalam beberapa bulan ke depan akan sangat menentukan ketersediaan produk di pasar global.

SHARE:

Google Integrasikan Asisten AI Spark ke Chrome

GIIAS 2026: OMODA O4 dan Filosofi Desain Cyber Mecha