Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Karyawan Google Didakwa Raup Rp19 Miliar dari Taruhan Berbasis Informasi Rahasia di Polymarket
SHARE:

Technologue.idJakarta – Seorang insinyur perangkat lunak Google menghadapi dakwaan pidana federal di Amerika Serikat setelah diduga memanfaatkan informasi internal perusahaan untuk memperoleh keuntungan lebih dari US$1,2 juta atau sekitar Rp19 miliar melalui platform pasar prediksi Polymarket.

Karyawan tersebut, Michele Spagnuolo, dituduh menggunakan informasi rahasia yang diperolehnya dari lingkungan kerja di Google untuk memasang taruhan terkait tren pencarian yang belum dipublikasikan kepada masyarakat. Jaksa federal mendakwa Spagnuolo dengan sejumlah pelanggaran serius, termasuk penipuan komoditas, penipuan melalui sarana elektronik (wire fraud), dan pencucian uang.

Menurut dokumen dakwaan, Spagnuolo diduga mengetahui lebih awal data mengenai sosok yang akan menjadi salah satu topik pencarian paling populer di Google pada tahun 2025. Berdasarkan informasi tersebut, ia memasang taruhan di Polymarket bahwa penyanyi d4vd akan menjadi salah satu figur yang paling banyak dicari pengguna internet.

Taruhan tersebut kemudian menghasilkan keuntungan sekitar US$1,2 juta. Setelah memperoleh keuntungan tersebut, Spagnuolo diduga berupaya menyamarkan asal-usul dana yang diterimanya, sehingga memicu tuduhan pencucian uang dari pihak berwenang.

Menanggapi kasus tersebut, Google menyatakan telah bekerja sama dengan aparat penegak hukum dalam proses penyelidikan yang sedang berlangsung.

Dalam pernyataan resminya, perusahaan menjelaskan bahwa Spagnuolo memperoleh akses terhadap materi pemasaran internal melalui sistem yang memang tersedia bagi karyawan. Namun, penggunaan informasi yang belum dipublikasikan untuk kepentingan taruhan dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap kebijakan perusahaan.

"Kami bekerja sama dengan penegak hukum dalam penyelidikan mereka. Karyawan tersebut mengakses materi pemasaran kami menggunakan alat yang tersedia untuk semua karyawan, tetapi menggunakan informasi rahasia tersebut untuk memasang taruhan merupakan pelanggaran serius terhadap kebijakan kami," kata juru bicara Google.

Google juga mengonfirmasi bahwa Spagnuolo telah ditempatkan dalam status cuti sementara sambil menunggu hasil proses hukum, dan perusahaan akan mengambil langkah disipliner yang dianggap sesuai.

Kasus ini kembali menyoroti risiko penyalahgunaan informasi orang dalam di pasar prediksi digital yang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Platform seperti Polymarket memungkinkan pengguna memasang taruhan terhadap berbagai peristiwa masa depan, mulai dari hasil pemilu, perkembangan ekonomi, hingga tren budaya populer. Namun, mekanisme tersebut juga membuka peluang bagi individu yang memiliki akses terhadap informasi nonpublik untuk memperoleh keuntungan yang tidak adil.

Praktik yang sering disebut sebagai "insider trading" dalam pasar prediksi itu telah menjadi perhatian regulator dan pengelola platform. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah kasus serupa melibatkan berbagai kalangan, mulai dari staf kreator konten terkenal, kandidat politik, hingga personel militer yang diduga memanfaatkan informasi internal untuk memasang taruhan.

Bahkan, beberapa pengguna disebut melakukan berbagai cara manipulatif guna memengaruhi hasil pasar dan meningkatkan peluang kemenangan mereka.

Meningkatnya kasus dugaan penyalahgunaan informasi rahasia mendorong Polymarket untuk memperkenalkan kebijakan baru pada Maret 2026. Aturan tersebut dirancang untuk membatasi praktik perdagangan orang dalam dan meningkatkan integritas pasar.

Meski demikian, para pengamat menilai efektivitas kebijakan tersebut masih harus diuji dalam jangka panjang. Kasus yang menjerat Spagnuolo menjadi salah satu ujian terbesar bagi upaya platform dalam menjaga keadilan dan transparansi di tengah semakin besarnya nilai transaksi pasar prediksi global.

Jika terbukti bersalah, Spagnuolo berpotensi menghadapi hukuman pidana yang signifikan, sekaligus menjadi contoh terbaru mengenai bagaimana akses terhadap informasi rahasia dapat disalahgunakan untuk memperoleh keuntungan finansial di era ekonomi digital.

SHARE:

Xiaomi 17T Series Siap Pamer Telefoto Leica 5x untuk Semua Varian

Suara dan Rupa Stan Lee "Dihidupkan Kembali" Lewat AI