Jakarta, Technologue.id — Kondisi Febiona Purba, siswi asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang sebelumnya dilaporkan mengalami gangguan ingatan setelah diduga keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG), masih dalam penanganan medis. Hasil pemeriksaan Electroencephalography (EEG) yang dilakukan dua kali di rumah sakit berbeda menunjukkan aktivitas listrik saraf otaknya berada dalam batas normal. Sekretaris Dinas Kesehatan Karo Mardin Purba mengatakan hasil pemeriksaan tersebut diperoleh dari tim medis yang menangani Febiona.
Meski hasil EEG normal, pemeriksaan terhadap siswi berusia 16 tahun itu belum dihentikan karena masih terdapat sejumlah keluhan. "Hasil pemeriksaan yang disampaikan tim yang menangani di rumah sakit bahwa untuk pemeriksaan Electroencephalography atau EEG dan dilakukan pemeriksaan sebanyak 2 kali di rumah sakit yang berbeda diperoleh hasil bahwa secara konsisten aktivitas listrik saraf otak pasien dalam batas normal," ujar Mardin, dikutip dari detikNews, Kamis (10/9).
Febiona Purba merupakan siswi kelas XI SMK Bersama Berastagi, Karo. Ia mengalami masalah kesehatan setelah mengonsumsi MBG di sekolah pada 13 Agustus 2026. Setelah kejadian tersebut, Febiona telah menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit. Keluarga kemudian membawa Febiona ke RSUP H Adam Malik Medan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan setelah lebih dari tiga pekan berpindah tempat untuk mendapatkan penanganan medis.
Meski hasil EEG menunjukkan kondisi normal, keluarga menyebut Febiona masih mengalami sejumlah gangguan. Ibunya, Elvinus Lusiana Sitanggang, mengatakan putrinya masih muntah dan sempat mengalami kejang. "Febi masih muntah, kemarin masih kejang, tapi sudah dikasih obat anti kejang," kata Elvinus.
Elvinus mengaku belum menerima hasil pemeriksaan EEG dalam bentuk dokumen. Menurut dia, hasil pemeriksaan hanya disampaikan secara lisan oleh pihak rumah sakit. "Kami sudah minta hasil EEG, tapi enggak dikasih, cuma dicakapkan (dibicarakan) saja katanya hasilnya normal, cuma dikasih rontgen paru-paru," ujar Elvinus.
Keluarga juga masih mempertanyakan kondisi Febiona karena sejumlah keluhan belum sepenuhnya hilang. Elvinus mengatakan putrinya mengalami kesulitan berbicara dan masih membutuhkan pengobatan. Kondisi tersebut membuat keluarga berharap Febiona mendapatkan penanganan yang tepat sehingga tidak harus terus bolak-balik ke rumah sakit.
"Maunya anakku ini dikasihlah pengobatan yang tepat, biar jangan anakku ini kembali lagi bolak-balik ke rumah sakit. Kami pun capek kayak gini, selalu bawa-bawa dia berobat. Itu aja. Dikasihlah, tolonglah dikasih obatnya yang tepat buat anakku ini," pungkasnya.
Baca Juga:
Humas RSUP H Adam Malik Medan Rosario Dorothy Simanjuntak sebelumnya mengatakan Febiona telah tiga kali datang untuk menjalani pengobatan rawat jalan di rumah sakit tersebut. Namun, hingga kini dokter belum dapat memastikan diagnosis maupun penyebab gangguan yang dialami Febiona. Pemeriksaan masih dilakukan oleh tim medis. "Saat ini dokter yang menangani masih belum bisa memberikan keterangan karena proses pemeriksaan masih berjalan," katanya.
Sekretaris Dinas Kesehatan Sumatera Utara Hamid Rijal Lubis juga mengatakan pihaknya belum menerima laporan resmi dari RSUP H Adam Malik mengenai kondisi terbaru Febiona, termasuk mengenai dugaan hilang ingatan yang dialaminya. Hamid memilih menunggu hasil pemeriksaan medis sebelum mengambil kesimpulan mengenai kondisi siswi tersebut.
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution juga menyatakan kondisi Febiona masih dipantau. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui apakah gangguan yang dialaminya berkaitan dengan saraf atau faktor lain. Kasus ini turut mendapat perhatian dari Komisi IX DPR. Wakil Ketua Komisi IX DPR dari Fraksi PDIP Charles Honoris meminta Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan korban mendapatkan penanganan secara menyeluruh apabila gangguan kesehatan tersebut berkaitan dengan kejadian keracunan MBG.
Charles menilai kondisi Febiona tidak cukup dinilai hanya dari kemampuannya berkomunikasi. Pemeriksaan medis secara komprehensif diperlukan untuk memastikan apakah korban benar-benar telah pulih. "Klaim bahwa korban saat ini sudah dapat berkomunikasi dengan baik tentu tidak serta-merta membuktikan bahwa kondisi kesehatannya sudah pulih. Kondisi korban harus dinilai berdasarkan pemeriksaan medis yang komprehensif dan independen, bukan berdasarkan klaim pihak yang terkait dengan penyelenggaraan program," kata Charles, Jumat (11/9/2026).
Menurut Charles, Febiona harus mendapatkan pemeriksaan, pengobatan, hingga rehabilitasi apabila memang diperlukan. Penanganan tersebut dinilai penting terutama jika kemudian ditemukan dampak kesehatan dalam jangka panjang. Febiona sendiri disebut sebagai siswi berprestasi yang kerap mendapatkan peringkat pertama di kelas dan menjabat sebagai Wakil Ketua OSIS. Setelah mengalami masalah kesehatan, ia disebut ingin kembali bersekolah, tetapi kondisinya belum memungkinkan.
Hingga kini, penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami Febiona Purba belum dapat dipastikan oleh tim medis. Hasil EEG yang normal juga belum menjawab seluruh keluhan yang dialami siswi asal Karo tersebut. Pemeriksaan lanjutan masih diperlukan untuk mengetahui penyebab gangguan yang dialami Febiona sekaligus memastikan bentuk pengobatan yang paling tepat.
Perkembangan kasus ini menjadi perhatian publik, terutama terkait dengan program MBG yang menyasar pelajar di berbagai daerah. Berbagai pihak mendesak adanya evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang. Selain itu, transparansi hasil pemeriksaan medis kepada keluarga korban juga menjadi sorotan. Keluarga berharap ada kejelasan mengenai kondisi Febiona, termasuk dokumen resmi hasil pemeriksaan yang hingga kini belum mereka terima.
Sejumlah pengamat menilai kasus ini menunjukkan pentingnya pengawasan kualitas makanan dalam program MBG. Mereka menekankan perlunya standar keamanan pangan yang ketat di setiap dapur penyedia. Dengan begitu, tujuan program untuk meningkatkan gizi pelajar tidak menimbulkan risiko kesehatan baru. Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan segera memberikan kepastian kepada keluarga korban.
Sementara itu, masyarakat terus mengikuti perkembangan kondisi Febiona. Dukungan dan doa mengalir dari berbagai kalangan agar siswi berprestasi tersebut segera pulih. Informasi resmi dari tim medis dan pemerintah menjadi hal yang dinantikan untuk menjawab berbagai pertanyaan yang beredar. Technologue.id akan terus memantau perkembangan kasus ini.
[LINK_INTERNAL]