Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Jobstreet by SEEK Rilis Fitur AI Personalised Targeting dan Assist
SHARE:

Jakarta, Technologue.id – Platform ketenagakerjaan Jobstreet by SEEK resmi meluncurkan dua inovasi berbasis kecerdasan buatan (AI) terintegrasi, yakni Personalised Targeting dan Assist. Kehadiran kedua solusi ini disebut mengubah cara perusahaan melakukan rekrutmen secara menyeluruh. Proses pencarian kandidat karyawan selama ini kerap terjebak dalam tumpukan urusan administratif yang menyita waktu tim Human Resources (HR).

Melalui fitur baru ini, perekrut tidak lagi perlu melompat dari satu aplikasi ke aplikasi lain. Seluruh siklus rekrutmen mulai dari menjangkau talenta, menyaring shortlist, mengecek referensi, hingga wawancara awal dapat dikelola langsung dari satu pintu. Efek dominonya, tim HR bisa lepas dari pekerjaan repetitif dan kembali fokus pada interaksi yang lebih manusiawi dengan calon karyawan.

Bebaskan HRD dari Keruwetan Admin, Jobstreet by SEEK Rilis Fitur AI agar Proses Rekrutmen Lebih 'Manusiawi'

Gebrakan ini merupakan puncak dari peta jalan transformasi digital Jobstreet by SEEK di kawasan Asia-Pasifik yang sudah digodok sejak beberapa tahun terakhir. Perjalanan itu dimulai dari penyatuan platform global pada 2023, lalu pembukaan akses iklan lowongan gratis (freemium) di 2024. Pada 2025, perusahaan meningkatkan teknologi pencocokan AI, hingga sampailah pada integrasi alur kerja rekrutmen secara utuh di tahun 2026 ini.

Managing Director Jobstreet by SEEK Indonesia, Wisnu Dharmawan, menegaskan bahwa esensi dari rekrutmen sejatinya bertumpu pada interaksi antarmanusia. Menurutnya, teknologi tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran perekrut. Sebaliknya, AI hadir untuk mengambil alih beban kerja rutin yang selama ini menghambat produktivitas tim HR.

“Rekrutmen bukan hanya tentang menemukan kandidat, tetapi juga tentang membangun koneksi dan mengambil keputusan yang tepat,” jelas Wisnu. “Dengan Personalised Targeting dan Assist, kami mengintegrasikan penargetan kandidat, pengelolaan proses, dan otomatisasi ke dalam satu platform.”

Ia menambahkan bahwa AI membantu menangani pekerjaan rutin dan memberikan rekomendasi langkah berikutnya. Meski demikian, perekrut tetap memegang kendali penuh atas keputusan akhir. “Dengan berkurangnya waktu yang dihabiskan untuk pekerjaan administratif dan repetitif, tim rekrutmen dapat kembali berfokus pada hal yang paling penting,” lanjut Wisnu.

Fokus tersebut mencakup memahami kandidat, membangun hubungan, dan menghadirkan pengalaman rekrutmen yang lebih manusiawi. Pendekatan ini sejalan dengan Strategi Gen Z yang menekankan kolaborasi lintas generasi di era AI. Bagi perusahaan, keseimbangan antara efisiensi teknologi dan sentuhan personal menjadi kunci menarik talenta terbaik.

Membidik Talenta Tepat Lewat Personalised Targeting

Berbeda dengan model AI generik yang kerap pukul rata, Personalised Targeting dirancang untuk memahami "DNA" unik dari setiap perusahaan. Sistem ini secara otomatis mempelajari pola rekrutmen, kriteria, dan riwayat aktivitas perusahaan sejak iklan lowongan ditayangkan. Semakin lama digunakan, semakin akurat pula rekomendasi yang dihasilkan bagi tim perekrut.

Salah satu kecanggihannya terletak pada fitur penanda "Likely Interested" atau Mungkin Berminat. Hanya dalam waktu sekitar tujuh hari usai lowongan tayang, sistem bisa mendeteksi kandidat yang sekadar menyimpan iklan namun belum melamar. Ketika perusahaan melakukan jemput bola dan menghubungi mereka secara proaktif, peluang kandidat tersebut untuk akhirnya melamar melonjak hingga lima kali lipat.

Kemampuan ini melengkapi fitur pencarian talenta yang sebelumnya telah hadir. Jobstreet by SEEK memang terus memperkuat layanannya, termasuk melalui Fitur Talent Search yang mempermudah rekrutmen. Dengan begitu, perusahaan memiliki lebih banyak cara untuk menjangkau kandidat potensial secara tepat sasaran.

Assist: Asisten AI 'Agentic' yang Siap Siaga

Melengkapi akurasi penargetan tersebut, Jobstreet by SEEK menghadirkan Assist. Fitur ini bertindak layaknya mitra rekrutmen always-on berbasis Agentic AI yang siap mengeksekusi tugas-tugas operasional. Assist tidak sekadar melempar notifikasi kosong, melainkan menyodorkan saran konkret bagi perekrut.

Rekomendasi langkah nyata itu misalnya kapan harus memasukkan kandidat ke shortlist atau memulai pengecekan referensi. Selain itu, Assist menyusun shortlist berbasis konteks, bukan lagi sekadar skor angka yang kaku. Sistem memberikan penjelasan kontekstual mengapa profil pelamar cocok dengan kriteria spesifik perusahaan.

Menjelang tahap akhir, sistem mampu menghubungi pihak pemberi referensi secara mandiri, mengumpulkan ulasan, dan merangkum hasilnya. Proses ini menghilangkan kerumitan email bolak-balik yang melelahkan bagi tim HR. Kandidat juga dapat melakukan wawancara awal berbasis suara kapan saja dan dari perangkat apa saja melalui fitur AI Voice Pre-screen.

AI akan menggali pengalaman, motivasi, hingga ketersediaan pelamar dalam sesi wawancara suara tersebut. Dengan begitu, perekrut memiliki perbandingan yang lebih adil dan objektif sebelum masuk ke tahap wawancara tatap muka. Transparansi profil kandidat pun semakin terbuka, sejalan dengan langkah Akses Public Profile yang memberi kandidat kendali atas data mereka.

Kehadiran teknologi ini bukan untuk menyingkirkan peran manusia, melainkan justru memperkuatnya. Keputusan final untuk merekrut tetap berada sepenuhnya di tangan tim HR. “Meskipun AI kini telah diadopsi secara luas di berbagai alur kerja harian, perekrut sering kali menghadapi tantangan khusus yang membutuhkan teknologi spesifik,” ujar Wisnu.

Menurutnya, AI yang bersifat umum tidak dirancang khusus untuk menyelesaikan masalah utama dalam rekrutmen. Jobstreet by SEEK memecahkan masalah ini dengan menghadirkan AI yang terintegrasi dan dikembangkan khusus untuk proses rekrutmen. “Pendekatan ini mengurangi hambatan administratif, menghilangkan kerumitan alur kerja manual yang dihadapi rekruter,” tutup Wisnu.

Transformasi Jobstreet by SEEK dari sekadar papan iklan lowongan kerja menjadi mitra rekrutmen terintegrasi membuktikan satu hal. Efisiensi teknologi dan sentuhan personal manusia dapat berjalan beriringan demi menciptakan ekosistem kerja yang lebih baik. Bagi perusahaan, ini menjadi sinyal bahwa adopsi AI di bidang HR bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan untuk tetap kompetitif.

SHARE: