Technologue.id, Jakarta – iPhone yang tiba-tiba bermasalah, mengalami aplikasi yang tidak responsif, atau terasa lambat tidak selalu harus langsung dibawa ke tempat servis. Ada sejumlah langkah sederhana yang bisa dilakukan sendiri di rumah, mulai dari memulai ulang perangkat hingga melakukan pengaturan ulang secara menyeluruh.
Namun, istilah soft reset dan hard reset pada perangkat iPhone kerap menimbulkan kebingungan. Komunitas teknologi sendiri tidak selalu memiliki definisi yang sama mengenai kedua istilah tersebut.
Ada yang menganggap soft reset sebagai proses restart, sementara hard reset berarti mengembalikan perangkat ke pengaturan pabrik dan menghapus seluruh data. Pendapat lain membedakan keduanya berdasarkan cara perangkat dimulai ulang.
Untuk mempermudah, artikel ini menggunakan tiga kategori, yakni restart, soft reset, dan hard reset.
- Restart: Memulai ulang iPhone tanpa menghapus data.
- Soft reset: Menghapus seluruh pengaturan tanpa menghapus data pribadi.
- Hard reset: Mengembalikan iPhone ke pengaturan pabrik sekaligus menghapus seluruh data.
Force Restart iPhone
Memulai ulang (restart) merupakan salah satu langkah paling sederhana ketika iPhone mengalami masalah. Cara ini dapat menyegarkan sistem, menutup proses atau aplikasi yang bermasalah, dan membantu perangkat kembali bekerja secara normal.
Jika iPhone tidak merespons perintah normal untuk mematikan perangkat, pengguna dapat melakukan force restart.
Berikut langkahnya:
- Tekan lalu segera lepaskan tombol Volume Atas.
- Tekan lalu segera lepaskan tombol Volume Bawah.
- Tekan dan tahan tombol Samping hingga logo Apple muncul.
- Jangan langsung melepaskan tombol jika logo Apple belum muncul. Proses ini terkadang membutuhkan waktu lebih dari 10 detik.
Force restart tidak menghapus foto, aplikasi, dokumen, maupun data pribadi yang tersimpan di iPhone.
Soft Reset: Atur Ulang Pengaturan Tanpa Hapus Data
Jika masalah belum teratasi setelah melakukan restart, pengguna dapat mempertimbangkan soft reset atau mengatur ulang seluruh pengaturan iPhone.
Cara ini menjadi pilihan tengah karena tidak menghapus data pribadi, tetapi berbagai pengaturan yang telah dibuat pengguna akan dikembalikan ke kondisi awal.
Pengaturan yang dapat ikut terpengaruh antara lain koneksi Wi-Fi dan Bluetooth, kartu Apple Pay, izin lokasi dan privasi aplikasi, pengaturan tampilan dan suara, wallpaper, alarm, nada dering, hingga kata-kata yang telah dipelajari keyboard.
Untuk melakukan soft reset, ikuti langkah berikut:
- Buka Settings.
- Pilih General.
- Pilih Transfer atau Reset iPhone.
- Pilih Reset.
- Pilih Reset All Settings.
Apple juga menyediakan pilihan untuk mengatur ulang pengaturan tertentu saja. Misalnya, jika masalah berkaitan dengan koneksi, pengguna dapat memilih Reset Network Settings.
Setelah proses selesai, pengguna mungkin perlu mengatur kembali sejumlah preferensi yang sebelumnya digunakan.
Hard Reset: Hapus Seluruh Isi iPhone
Hard reset merupakan langkah yang jauh lebih drastis dibandingkan dua metode sebelumnya. Dalam konteks artikel ini, hard reset berarti melakukan factory reset yang menghapus seluruh konten dan pengaturan iPhone.
Langkah ini dapat dipertimbangkan sebagai pilihan terakhir ketika masalah perangkat sulit diatasi atau ketika iPhone akan diberikan atau dijual kepada orang lain.
Sebelum melakukannya, sangat disarankan untuk membuat cadangan data, misalnya melalui iCloud, agar data penting dapat dipulihkan kembali setelah proses selesai.
Pengguna juga perlu memastikan mengetahui kode sandi iPhone serta kata sandi Akun Apple yang digunakan pada perangkat.
Berikut cara melakukan factory reset:
- Buka Settings.
- Pilih General.
- Pilih Transfer atau Reset iPhone.
- Pilih Erase All Content and Settings.
- Ketuk Continue.
- Pilih apakah eSIM ingin dipertahankan atau dihapus.
- Masukkan kode sandi iPhone dan kata sandi Akun Apple jika diminta.
- Tunggu hingga proses penghapusan seluruh data selesai.
Jika eSIM ikut dihapus, pengguna perlu mengaktifkan kembali paket layanan seluler melalui operator.