Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
ITSEC Asia Siap Percepat Ekspansi Usai RUPST 2025
SHARE:

Technologue.id – PT ITSEC Asia Tbk (IDX: CYBR) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 pada 21 Mei 2026. Perusahaan keamanan siber terkemuka di Indonesia ini menegaskan komitmennya untuk memperkuat tata kelola dan kesiapan organisasi memasuki fase pertumbuhan berikutnya.

Dalam RUPST tersebut, seluruh agenda yang diajukan disetujui pemegang saham. Agenda itu mencakup pengesahan laporan tahunan, laporan keuangan, hingga penetapan penggunaan laba bersih perseroan.

Laba Bersih dan Penggunaan Dana IPO

ITSEC Asia mencatat laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp68,35 miliar. Pemegang saham menyetujui pembentukan cadangan wajib Rp100 juta sesuai ketentuan yang berlaku.

Sisa laba akan dibukukan sebagai saldo laba ditahan untuk mendukung operasional dan pengembangan usaha. Sejalan dengan itu, perseroan tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2025.

Langkah ini mencerminkan fokus perseroan dalam menjaga disiplin finansial. Tujuannya memperkuat fondasi bisnis untuk mendukung strategi pertumbuhan jangka panjang.

Seluruh dana hasil IPO sebesar Rp92,18 miliar telah direalisasikan sepenuhnya hingga tahun buku 2025. Realisasi itu sesuai rencana penggunaan dana yang telah disampaikan kepada regulator.

Dana hasil konversi Waran Seri I yang terealisasi mencapai Rp90,75 miliar. Sisa dana Rp14,83 miliar akan terus digunakan untuk pengembangan bisnis dan penguatan kapabilitas perseroan.

Kebutuhan Keamanan Siber Nasional Meningkat

Di tengah percepatan transformasi digital nasional, ITSEC Asia melihat peningkatan kebutuhan keamanan siber. Sektor pemerintahan, jasa keuangan, infrastruktur kritikal, dan enterprise menjadi fokus utama.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, ITSEC Asia terus memperkuat kapabilitas pada area cyber resilience dan managed security services. Perseroan juga mengembangkan solusi keamanan berbasis teknologi yang adaptif terhadap ancaman digital dan AI.

Penguatan ini sejalan dengan tren industri di mana vendor keamanan siber fokus pada ketahanan operasional untuk menghadapi ancaman yang makin kompleks.

Penguatan Struktur Organisasi

Sebagai bagian dari penguatan struktur organisasi, pemegang saham menyetujui pengangkatan Yulius C. Rusli dan Viko Setiyawan sebagai Direktur Perseroan. Pengangkatan ini untuk memperkuat kapasitas eksekusi bisnis dan pengembangan strategis.

RUPST juga menerima pengunduran diri Bambang Susilo dari jabatan Direktur. Namun, Bambang Susilo akan tetap berkontribusi sebagai pimpinan unit bisnis Governance, Risk and Compliance (GRC).

Peran ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan di sektor keamanan siber. Struktur organisasi terbaru ITSEC Asia kini terdiri dari enam direktur di bawah kepemimpinan Patrick Rudolf Dannacher sebagai Presiden Direktur.

Dewan Komisaris dipimpin oleh Richardus Eko Indrajit sebagai Presiden Komisaris. Komisaris lainnya adalah Andri Hutama Putra dan Agustinus Nicholas L. Tobing sebagai Komisaris Independen.

Pernyataan Direksi

President Director ITSEC Asia, Patrick Dannacher, menyampaikan bahwa penguatan struktur kepemimpinan ini merupakan langkah strategis. “Industri keamanan siber kini memasuki fase yang semakin strategis bagi keberlanjutan bisnis dan ketahanan nasional,” ujar Patrick.

“Kami melihat momentum besar di Indonesia dan ITSEC Asia siap mengambil peran yang lebih signifikan dalam membangun ekosistem keamanan digital yang tangguh,” tambahnya.

Yulius C. Rusli menambahkan, “Keamanan siber saat ini sudah menjadi kebutuhan strategis bagi banyak organisasi. Kami melihat peluang besar untuk terus memperkuat kapabilitas perseroan.”

Viko Setiyawan juga menyampaikan keyakinannya. “Fokus kami adalah memastikan perseroan terus agile dalam menjawab kebutuhan pasar dan perkembangan ancaman digital yang terus berubah.”

Isu keamanan siber memang menjadi perhatian global. Seperti yang diulas dalam artikel tentang TP-Link kena gugatan hukum, risiko keamanan digital kini menjadi perhatian serius di berbagai sektor.

Optimisme Pertumbuhan Berkelanjutan

Penguatan struktur kepemimpinan ini dilakukan di tengah meningkatnya kebutuhan akan ketahanan siber nasional. Percepatan transformasi digital di berbagai sektor menjadi pendorong utama.

Dengan fondasi tata kelola yang semakin kuat, pemanfaatan modal yang disiplin, serta fokus pada pengembangan kapabilitas, ITSEC Asia optimistis dapat mempercepat pertumbuhan secara berkelanjutan. Perseroan juga ingin memperkuat posisinya sebagai mitra strategis keamanan siber terpercaya di Indonesia.

Menutup pernyataannya, Patrick menegaskan arah jangka panjang perseroan. “Kami memasuki fase di mana fokus utama adalah eksekusi dan pertumbuhan yang terukur. Dengan pondasi yang telah diperkuat, ITSEC Asia siap mendorong ekspansi sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.”

Fenomena serupa juga terjadi di industri lain. Seperti yang diungkap pakar keamanan siber ungkap fakta di balik isu keamanan aplikasi pesan, kesadaran akan keamanan digital terus meningkat di kalangan pengguna dan korporasi.

SHARE:

Garmin Ungkap Aktivitas Ibu Rumah Tangga Setara Latihan HIIT

Telkom Gelar Forum Kedaulatan Teknologi 2026