Jakarta – Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) bersama Huawei resmi meluncurkan Agentic Technology Partnership. Kolaborasi ini bertujuan menghadirkan konektivitas berbasis kecerdasan buatan (AI) di jaringan telekomunikasi Indonesia.
Kemitraan strategis ini menggabungkan kapabilitas jaringan 5G Indosat dengan teknologi AI dan jaringan cerdas milik Huawei. Target utamanya bukan sekadar membangun jaringan yang lebih cepat, melainkan menghadirkan pengalaman digital yang lebih sederhana dan responsif.
Langkah ini sekaligus memperkuat transformasi Indosat menuju konsep AI-Native Telco. Kolaborasi ini juga melanjutkan kerja sama kedua perusahaan dalam pengembangan teknologi 5G dan AI, termasuk teknologi Agentic RAN.
AI Bukan Lagi Sekadar Fitur TambahanKonsep Agentic Technology yang diusung IOH dan Huawei menarik karena menempatkan AI bukan hanya sebagai fitur tambahan di sisi pengguna. Dalam pendekatan ini, kecerdasan dibangun langsung ke dalam ekosistem jaringan dan layanan.
Dengan begitu, konektivitas diharapkan mampu memberikan pengalaman yang lebih kontekstual bagi setiap penggunanya. AI bekerja di balik layar untuk membuat layanan yang sudah familiar menjadi lebih pintar.
“Manfaat AI tidak hanya ditentukan oleh seberapa canggih teknologinya, tetapi juga cara teknologi ini memberikan manfaat nyata dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Desmond Cheung, Director and Chief Technology Officer Indosat Ooredoo Hutchison.
Menurutnya, Indosat ingin membuat AI lebih mudah diakses melalui konektivitas yang sehari-hari sudah digunakan masyarakat. Salah satu fokusnya adalah membantu mengatasi hambatan komunikasi, mulai dari perbedaan bahasa hingga kondisi lingkungan yang bising.
Chairman of the Board Huawei Indonesia Xin Dajiang menyebut Agentic Network bukan sekadar konsep teknologi. Ia menegaskan arah pengembangan ini sedang dituju bersama oleh Huawei dan IOH.
“Di masa depan ini, jaringan akan menjadi lebih cerdas, layanan akan lebih proaktif, dan ekosistem akan menjadi lebih terbuka,” kata Xin. Huawei juga berkomitmen mendukung transformasi IOH menjadi perusahaan teknologi berbasis AI.
Panggilan Telepon Kini Bisa Menerjemahkan BahasaImplementasi paling mudah dilihat dari kemitraan ini hadir melalui AI New Calling atau Next-Gen AI Mobile Calling. Telepon suara memang bukan teknologi baru, tetapi AI kini mulai ditempatkan langsung di dalam pengalaman tersebut.
Salah satu fitur unggulannya adalah AI Noise Cancellation yang bekerja dua arah. Teknologi ini mengeliminasi suara latar dari kedua pihak yang sedang melakukan panggilan, sehingga percakapan tetap jelas di lingkungan bising.
Yang lebih menarik adalah kemampuan real-time call translation. Fitur ini memungkinkan penerjemahan berbasis AI berlangsung saat percakapan telepon berjalan, hadir dalam bentuk suara maupun teks.
Dengan kemampuan ini, perbedaan bahasa tidak lagi menjadi hambatan utama dalam komunikasi. Jika diimplementasikan secara luas, fitur ini berpotensi mengubah cara orang menggunakan panggilan suara, terutama untuk komunikasi lintas bahasa.
Baca Juga:
IOH dan Huawei juga memperkenalkan konsep Visual Interactive Voice Call. Teknologi ini memperkaya panggilan suara tradisional dengan konten visual yang interaktif.
Panggilan tidak lagi hanya menjadi percakapan antara dua suara, tetapi dapat menghadirkan pengalaman interaktif untuk berbagai kebutuhan. Teknologi ini bisa digunakan dalam skenario seperti pemesanan makanan, reservasi hotel, hingga layanan contact center.
Ada pula fitur unik bernama IDOLCALL yang memungkinkan pengguna memilih selebritas atau intellectual property (IP) populer. Selama panggilan berlangsung, avatar digital dari selebritas yang dipilih akan muncul di layar smartphone.
Dengan konsep ini, panggilan suara bertransformasi menjadi pengalaman interaksi yang lebih personal. Fitur ini tentu menarik bagi penggemar figur publik atau IP tertentu.
Cloud Drive Juga Dibuat Lebih PintarTidak berhenti pada komunikasi, penerapan AI juga dibawa ke pengelolaan konten digital melalui Intelligent and Intent-Driven Cloud Drive. Layanan ini hadir karena pengguna semakin bergantung pada penyimpanan digital untuk berbagai konten.
AI dimanfaatkan untuk membuat pengelolaan konten menjadi lebih sederhana. Salah satu kemampuannya adalah smart document management yang dapat melakukan analisis dokumen, transkripsi otomatis, hingga menghasilkan ringkasan cerdas.
Bagi pengguna yang setiap hari berhadapan dengan dokumen besar, kemampuan ini bisa memangkas proses manual yang memakan waktu. AI juga digunakan untuk meningkatkan kualitas foto dengan beautification otomatis, restorasi foto, hingga peningkatan resolusi ke definisi tinggi.
Menuju Era AI-Native TelcoApa yang dilakukan IOH dan Huawei menunjukkan kompetisi industri telekomunikasi mulai bergeser. Jaringan tidak cukup hanya cepat dan memiliki cakupan luas, tetapi juga harus pintar.
Indosat ingin membawa AI lebih dekat dengan layanan konektivitas yang digunakan masyarakat setiap hari. Sementara Huawei menyediakan dukungan teknologi di sisi jaringan, cloud, dan AI untuk membangun ekosistem tersebut.
Keduanya memperkenalkan dua solusi utama dalam peluncuran ini, yakni AI New Calling serta Intelligent and Intent-Driven Cloud Drive. Keduanya menjadi contoh bagaimana AI ditempatkan langsung pada pengalaman komunikasi dan pengelolaan konten digital.
Konsep Connected Intelligence yang diusung keduanya memperlihatkan perubahan cara melihat AI. AI tidak harus selalu hadir dalam bentuk chatbot atau aplikasi baru, tetapi juga bisa bekerja di balik layar membuat layanan yang familiar menjadi lebih pintar.
IOH dan Huawei menyatakan kolaborasi tersebut akan terus dikembangkan. Tujuannya membuka akses manfaat teknologi AI secara lebih luas bagi masyarakat Indonesia untuk terhubung dan berkomunikasi.
Tantangan sebenarnya adalah bagaimana AI bekerja tanpa membuat pengalaman teknologi semakin rumit. Sebaliknya, teknologi tersebut harus membuat aktivitas yang sudah biasa dilakukan pengguna menjadi lebih mudah.
Jika arah ini berhasil, jaringan telekomunikasi masa depan bukan lagi sekadar infrastruktur penghubung antarperangkat. Jaringan bisa menjadi bagian dari ekosistem kecerdasan yang memahami konteks dan menghadirkan layanan secara proaktif.
Perjalanan menuju era tersebut tampaknya sudah dimulai dari langkah IOH bersama Huawei. Perkembangan ini sejalan dengan tren jaringan AI yang juga didorong operator telekomunikasi lainnya di industri.