Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Indonesia Siap Bangun Industri Mobil Listrik Nasional untuk Bersaing dengan Tiongkok
SHARE:

Technologue.id, Jakarta –Dominasi Tiongkok di pasar kendaraan listrik (electric vehicle/EV) global menjadi tantangan sekaligus peluang bagi banyak negara, termasuk Indonesia. Meski industri kendaraan listrik dunia saat ini dipimpin oleh produsen asal Tiongkok, Indonesia menegaskan tidak ingin tertinggal dalam perlombaan membangun ekosistem otomotif berbasis energi bersih.

Dalam pernyataannya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan menilai keberhasilan Tiongkokdan sejumlah negara lain dalam mengembangkan industri kendaraan listrik tidak terjadi secara instan. Proses tersebut diawali dari berbagai eksperimen, pengembangan teknologi, hingga penyempurnaan produk melalui riset yang berkelanjutan.

"Banyak yang merasa berat menghadapi Tiongkok, tetapi jangan lupa bahwa setiap negara yang berhasil hari ini juga memulai dari kondisi yang belum sempurna. Mereka berkembang melalui proses trial and error, pengembangan diikuti dengan riset-riset hingga penyempurnaan," ujar AHY dalam acara Peluncuran Gerakan Langkah Hijau Grab untuk Indonesia di Jakarta, Senin (29/6/2026).

Keberhasilan beberapa negara di kawasan Asia dalam membangun industri kendaraan listrik juga dinilai menjadi bukti bahwa pengembangan sektor tersebut bukan hal yang mustahil dilakukan. Dengan sumber daya yang dimiliki saat ini, Indonesia diyakini memiliki kemampuan untuk menjadi pemain penting dalam industri EV global.

AHY menegaskan Indonesia tidak boleh takut bersaing dengan negara-negara yang lebih dulu menguasai pasar. Sebaliknya, persaingan tersebut harus menjadi motivasi untuk mempercepat pembangunan industri kendaraan listrik nasional, termasuk menciptakan merek lokal yang mampu bersaing di pasar domestik maupun internasional.

Langkah tersebut akan dimulai dengan meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri melalui skema Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Seiring berkembangnya kemampuan industri nasional, pemerintah menargetkan kendaraan listrik yang diproduksi di Indonesia dapat memiliki kandungan lokal yang semakin tinggi hingga suatu saat mencapai produksi yang sepenuhnya dibuat di Indonesia.

"Indonesia punya kemampuan dan kapasitas sehingga kita tidak boleh takut bersaing. Justru kita jadikan pelucut kita bagaimana bisa menghadirkan brand lokal made in Indonesia dimulai dari komponen TKDN yang lebih banyak sampai nanti 100 persen buatan Indonesia," ungkapnya.

Selain penguatan sektor manufaktur, pemerintah juga menaruh perhatian besar pada pengembangan teknologi. Indonesia dinilai memiliki sumber daya manusia yang kompeten, termasuk para insinyur dan peneliti yang mampu berkontribusi dalam inovasi kendaraan listrik.

Untuk mempercepat transfer teknologi, pemerintah membuka peluang kerja sama dengan berbagai negara dan perusahaan global melalui program riset bersama (joint research) serta produksi bersama (joint production). Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membantu Indonesia mengejar ketertinggalan teknologi sekaligus memperkuat daya saing industri nasional.

SHARE:

Android 17 Siapkan Mode Gaming Khusus untuk HP Lipat

Solusi Harga Naik, Apple Mulai Jual MacBook Neo Rekondisi