Jakarta, Technologue.id — Tim Indonesia berhasil meraih satu medali emas dalam Kejuaraan Dunia Fotografi dan Videografi Bawah Laut bertajuk 2026 CMAS World Championship Underwater Photo and Video. Kejuaraan bergengsi ini berlangsung di Buleleng, Bali, pada Minggu dan menjadi momen bersejarah bagi olahraga selam Tanah Air.
Medali emas tersebut dipersembahkan oleh kontingen Indonesia, Royke M. Legi, yang tampil gemilang di kategori foto nomor wide angle tanpa model. Prestasi ini sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai tuan rumah yang mampu bersaing di level dunia.
"Bangga dapat menyumbangkan satu medali emas bagi timnas Indonesia, ini adalah pencapaian yang selama ini dinantikan," kata Royke M.Legi dalam keterangan resmi, Minggu.
Kejuaraan yang digelar oleh Pengurus Besar Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (PB POSSI) ini berada di bawah naungan federasi olahraga selam dunia atau Confédération Mondiale des Activités Subaquatiques (CMAS). Ajang ini mempertandingkan sepuluh kategori yang terdiri dari tujuh kategori foto dan tiga kategori video.
Pencapaian tim Merah Putih menjadi kebanggaan tersendiri dalam pengembangan olahraga underwater di Tanah Air. Selain karena Indonesia dipercaya sebagai tuan rumah, medali emas ini membuktikan kemampuan atlet nasional bersaing dengan peserta dari 18 negara lainnya.
Baca Juga:
Secara terpisah, Sekretaris Jenderal PB POSSI Nur Kholis mengatakan ajang ini merupakan suatu kebanggaan ketika Indonesia mampu menyelenggarakan kompetisi kelas dunia. Menurutnya, kehadiran delegasi internasional menjadi bukti kapasitas Indonesia di kancah olahraga selam.
"Apalagi dihadiri oleh sejumlah delegasi yakni 18 (delapan belas) Negara dari 3 (tiga) benua. Kejuaraan Dunia ini membuktikan bahwa PB POSSI mampu menorehkan prestasi yang membanggakan," imbuh Nur Kholis.
Kejuaraan Dunia Underwater Photo dan Video ini diikuti oleh 78 atlet yang bersaing memperebutkan gelar terbaik di setiap kategori. Jumlah peserta yang besar menunjukkan antusiasme komunitas fotografi bawah laut dunia terhadap ajang ini.
Prestasi Royke M. Legi menjadi sorotan karena kategori wide angle tanpa model menuntut kemampuan teknis tinggi. Fotografer harus menangkap keindahan bawah laut tanpa bantuan model, sehingga komposisi dan pencahayaan menjadi faktor penentu.
Keberhasilan ini juga sejalan dengan dukungan berbagai pihak terhadap pengembangan olahraga prestasi Indonesia. Dukungan terhadap atlet nasional terus mengalir, sebagaimana terlihat pada Fadli Imamuddin yang mewakili Indonesia di ajang internasional.
Selain itu, perhatian terhadap atlet dari berbagai cabang terus meningkat. Hal ini tercermin dari masuknya Atlet Para Cycling Indonesia ke jajaran atlet global, menunjukkan inklusivitas olahraga nasional.
Dukungan swasta juga menjadi bagian penting dalam ekosistem olahraga Tanah Air. Sebagai contoh, Chery Dukung Atlet muda difabel Indonesia di Dubai dengan armada hybrid canggih.
Kejuaraan Dunia Underwater Photo dan Video selanjutnya akan dilaksanakan di Portugal. Pergantian tuan rumah ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Indonesia untuk mempertahankan tradisi prestasi di level internasional.
Bagi Indonesia, penyelenggaraan ajang ini juga berpotensi mendorong sektor pariwisata, khususnya wisata bahari di Buleleng, Bali. Kehadiran delegasi dari tiga benua memberi dampak ekonomi langsung bagi daerah tuan rumah.
Dengan raihan satu medali emas, tim Indonesia menutup kejuaraan ini dengan catatan membanggakan. Prestasi tersebut diharapkan menjadi pemicu bagi generasi muda untuk menekuni fotografi dan videografi bawah laut.
Ke depan, PB POSSI diharapkan terus membina atlet agar mampu bersaing di Portugal dan ajang-ajang berikutnya. Konsistensi pembinaan menjadi kunci menjaga prestasi di olahraga selam internasional.