Jakarta – Indonesia resmi menyandang predikat sebagai negara paling kreatif di Asia Tenggara dalam menggunakan asisten kecerdasan buatan Gemini. Hal ini terungkap dalam laporan perdana Gemini Report: Southeast Asia 2026 yang dirilis oleh Google pada Senin (14/7/2026).
Laporan tersebut mencatat bahwa pengguna di Indonesia kini menghasilkan hampir 9 juta gambar berbasis AI setiap harinya. Angka ini menjadikan Indonesia sebagai pemimpin kreativitas digital di kawasan Asia Tenggara.
Google menyebut tingginya aktivitas ini didorong oleh penggunaan perangkat seluler yang sangat dominan. Sebanyak 82 persen perintah atau prompt kepada Gemini di Indonesia berasal dari perangkat mobile, lebih tinggi dari rata-rata Asia Tenggara yang mencapai 75 persen.
Selain itu, pola interaksi pengguna juga mulai bergeser. Sekitar satu dari dua perintah yang diberikan pengguna Indonesia kini sudah memanfaatkan masukan multimodal, seperti suara dan gambar, tidak lagi hanya berupa teks.
"Didorong oleh kebebasan beraktivitas di mana saja, masyarakat Indonesia memimpin seluruh kawasan dalam aspek kreativitas, menghasilkan hampir 9 juta gambar setiap harinya untuk mengekspresikan ide-ide mereka," kata Google dalam pernyataan resminya.
Secara regional, jumlah pengguna aktif aplikasi Gemini di Asia Tenggara melonjak lebih dari dua kali lipat dalam setahun terakhir. Menurut perusahaan, tingkat adopsi Gemini di kawasan tersebut menjadi yang tercepat dibandingkan aplikasi Google lainnya.
Pertumbuhan itu didorong oleh populasi muda yang melek teknologi, dengan hampir 40 persen penduduk Asia Tenggara berusia di bawah 25 tahun. Faktor lainnya adalah kemampuan Gemini memahami berbagai bahasa lokal.
Laporan tersebut juga menunjukkan sekitar 70 persen prompt di Asia Tenggara ditulis menggunakan bahasa lokal. Indonesia menjadi salah satu negara dengan penggunaan bahasa daerah dan nasional yang tinggi, yakni mencapai 84 persen, di bawah Vietnam (89 persen) dan Thailand (87 persen).
Google menilai kemampuan memahami bahasa lokal menjadi faktor penting dalam mendorong adopsi AI di kawasan. Berdasarkan evaluasi SEA-HELM, Gemini disebut sebagai LLM dengan performa terbaik untuk bahasa-bahasa Asia Tenggara.
Ke depan, Google juga mulai menghadirkan Gemini Spark dalam berbagai bahasa lokal di Asia Tenggara bagi pelanggan Gemini Advanced. Fitur tersebut dirancang sebagai AI agent yang dapat menjalankan berbagai tugas secara proaktif.
Head of Partnerships, Strategy and Growth (AI Products) AI Singapore Mark Pereira mengatakan adopsi AI akan terjadi ketika teknologi mampu memahami konteks budaya dan bahasa lokal, bukan sekadar menerjemahkan bahasa. "Di kawasan yang kaya akan keberagaman bahasa seperti Asia Tenggara, model AI harus mampu memahami konteks lokal secara mendalam agar dapat digunakan secara efektif," kata Pereira.
Selain untuk menghasilkan gambar, pengguna Gemini di Asia Tenggara juga semakin banyak memanfaatkan AI untuk membuat karya baru. Google mencatat sekitar 40 persen kueri yang masuk meminta Gemini menghasilkan konten, mulai dari gambar, musik, video hingga dokumen.
Baca Juga:
Dalam satu tahun terakhir, pengguna di Asia Tenggara telah menghasilkan 5 miliar gambar menggunakan model pembuat gambar Nano Banana. Sementara itu, hampir 1 juta lagu telah dibuat menggunakan model AI pembuat musik Lyria 3 sejak fitur tersebut diperkenalkan.
Vice President Southeast Asia and South Asia Frontier Google Sapna Chadha mengatakan pelaku usaha kecil di Indonesia menjadi contoh nyata dalam pemanfaatan kecerdasan buatan untuk meningkatkan produktivitas bisnis. "Pelaku usaha kecil di Indonesia memanfaatkan Gemini untuk membuat materi pemasaran dan menghasilkan visual berkualitas secara mudah dalam skala besar," kata Sapna.
Menurut Sapna, contoh tersebut menunjukkan bahwa AI tidak lagi sekadar menjadi teknologi baru, tetapi mulai menjadi alat produktivitas sehari-hari. Terlebih, aplikasi Gemini saat ini sudah digunakan lebih dari 900 juta pengguna di 230 negara dan mendukung 70 bahasa.
Perkembangan ini sejalan dengan tren adopsi AI di berbagai sektor. Beberapa merek teknologi seperti OPPO juga terus menghadirkan inovasi dengan Fitur Terbaru pada perangkat mereka. Sementara itu, Lenovo baru saja Meluncurkan Tablet AI yang menawarkan kecerdasan buatan dalam genggaman.
Dominasi Indonesia dalam kreativitas AI ini menunjukkan potensi besar bagi pengembangan ekosistem digital di tanah air. Dengan populasi muda yang besar dan adopsi perangkat mobile yang tinggi, Indonesia diprediksi akan terus menjadi motor penggerak inovasi AI di Asia Tenggara.