Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Huawei Rilis Standar Jaringan AI Campus 10 Gbps untuk Asia Pasifik
SHARE:

Jakarta — Huawei bersama organisasi industri global merilis Jaringan Cerdas Xinghe melalui dokumen teknis terbaru. Peluncuran ini berlangsung dalam Forum Inovasi AI Campus di Bali, Indonesia, pada 31 Agustus 2026. Acara tersebut merupakan bagian dari rangkaian Huawei Network Summit 2026 (HNS 2026) Asia Pacific.

Dokumen bertajuk High-Quality 10 Gbps AI Campus Network Technical and Standard White Paper ini memberikan panduan sistematis. Isinya menguraikan solusi yang direkomendasikan untuk skenario umum di berbagai sektor. Beberapa sektor yang menjadi fokus utama meliputi pendidikan, pemerintahan, dan industri lainnya.

Sejumlah tokoh penting hadir dalam peluncuran white paper tersebut. Mereka antara lain Shawn Zhao, President of the Campus Network Domain di Data Communication Product Line Huawei. Hadir pula Deng Yiou dari NIDA, Sureswaran Ramadass dari IPv6 APAC, dan Juliana Johari dari UiTM Malaysia.

Dokumen teknis ini memaparkan definisi enam kemampuan inti jaringan kampus modern. Kemampuan tersebut mencakup jaringan otonom, ultra-broadband 10 Gbps, dan konektivitas menyeluruh. Selain itu, ada pengalaman deterministik, penghematan energi, serta keamanan menyeluruh.

White Paper ini juga menyoroti cara membangun infrastruktur kampus cerdas generasi berikutnya. Pembangunan tersebut memanfaatkan standar jaringan dari organisasi internasional seperti IPv6 Forum dan NIDA. Huawei turut mendukung melalui kekuatannya di bidang AI, komputasi, dan jaringan.

Berbagai teknologi canggih turut diulas dalam dokumen setebal puluhan halaman ini. Teknologi tersebut meliputi agen AI, penginderaan Wi-Fi, dan roaming cerdas. Keamanan dari ujung-ke-ujung juga menjadi sorotan penting dalam standar baru ini.

Shawn Zhao menjelaskan tantangan yang dihadapi jaringan kampus di era AI saat ini. Menurutnya, lonjakan lalu lintas, peningkatan risiko keamanan, dan kompleksitas O&M menjadi masalah utama. Jaringan kampus harus berevolusi dari sekadar infrastruktur koneksi menjadi fondasi cerdas untuk produktivitas.

"Di era AI, jaringan kampus menghadapi tantangan seperti lonjakan lalu lintas, peningkatan risiko keamanan, dan kompleksitas O&M yang tinggi. Karena alasan ini, jaringan kampus harus berevolusi dari sekadar infrastruktur koneksi menjadi fondasi cerdas untuk produktivitas," ungkap Shawn Zhao. "Solusi Xinghe AI Campus dari Huawei memenuhi kebutuhan ini dengan menawarkan tiga fitur utama: konektivitas nirkabel super cepat, keamanan menyeluruh, dan otonomi jaringan."

Solusi Xinghe AI Campus menghadirkan konektivitas nirkabel super cepat melalui AirEngine Wi-Fi 7. Produk ini merupakan Advanced AP pertama di industri yang menggabungkan Intelligent Coordinated Scheduling and Spatial Reuse (iCSSR). Teknologi koordinasi multi-AP dan inovasi Wi-Fi 8 juga disematkan untuk menggandakan kecepatan pengguna tunggal.

Dari sisi keamanan, Huawei mengandalkan teknologi identifikasi titik akhir berbasis pengelompokan AI. Sistem ini mampu mengenali terminal sederhana dengan akurasi mencapai 95 persen. Teknologi Deteksi Anomali Cerdas (SmartAD) juga bekerja memblokir anomali dalam hitungan detik.

Wi-Fi Shield eksklusif dan Kriptografi Pasca-Kuantum (PQC) ujung-ke-ujung menjamin keamanan konektivitas. Teknologi penginderaan CSI Wi-Fi bekerja mengamankan ruang sensitif. Huawei juga menghadirkan AP iGuard pertama di industri untuk keamanan privasi 24/7.

Otonomi jaringan menjadi pilar ketiga dari solusi Xinghe AI Campus. iFlow untuk analisis pengalaman di seluruh alur memungkinkan penentuan batas QoE dalam hitungan menit. Berkat pengambilan keputusan global berbasis AI, 80 persen gangguan jaringan nirkabel dapat diatasi secara otomatis.

Juliana Johari, Wakil Rektor UiTM Malaysia, menyampaikan dukungannya terhadap inisiatif ini. Menurutnya, Wi-Fi 7 dan iMaster NCE menjadi pendorong konektivitas kampus generasi berikutnya. Jaringan yang andal mendukung kelancaran proses pengajaran, penelitian, dan operasional sehari-hari.

"Seiring dengan upaya UiTM untuk memperdalam pengembangan digital, Wi-Fi 7 dan iMaster NCE menjadi pendorong konektivitas kampus generasi berikutnya. Jaringan yang andal dan berkapasitas tinggi mendukung kelancaran proses pengajaran, penelitian, dan operasional sehari-hari, sehingga membantu kami menciptakan ekosistem digital yang gesit bagi para mahasiswa, pendidik, dan peneliti kami," kata Juliana Johari.

Ke depan, Huawei berkomitmen bekerja sama erat dengan pelanggan dan mitra di kawasan Asia-Pasifik. Perusahaan akan mewujudkan konsep dan teknologi dalam white paper menjadi aplikasi nyata. Langkah ini sejalan dengan upaya mendorong modernisasi industri cerdas di era AI.

Inisiatif Huawei ini memperkuat posisinya dalam pengembangan talenta digital di kawasan. Sebelumnya, perusahaan juga aktif dalam berbagai program peningkatan kapasitas AI. Hal ini sejalan dengan upaya pengembangan talenta AI yang dilakukan berbagai pihak di Indonesia.

Ekosistem digital yang semakin matang juga didukung infrastruktur pendukung yang memadai. Perkembangan pusat data nasional menjadi fondasi penting bagi adopsi AI. Kolaborasi antar pemangku kepentingan terus diperkuat untuk mempercepat transformasi digital.

Huawei optimistis standar baru ini akan diadopsi luas oleh institusi pendidikan dan pemerintahan. Penerapan teknologi Wi-Fi 7 dan AI di kampus akan meningkatkan produktivitas secara signifikan. Kawasan Asia-Pasifik dipandang sebagai pasar potensial untuk solusi jaringan cerdas generasi baru.

SHARE:

SE Menkomdigi Larang Operator Hapus Sisa Kuota Internet dan Tarik Biaya Tambahan

HP Indonesia Perkenalkan Jajaran OmniBook AI PC