Jakarta – Honda memutuskan untuk menghentikan sementara produksi pikap midsize andalannya, Honda Ridgeline. Keputusan ini diambil karena masalah emisi yang belum bisa dipenuhi oleh mesin V-6 yang digunakan saat ini.
Menurut laporan dari Automotive News, penghentian produksi akan dimulai pada kuartal keempat tahun 2026. Proses ini diperkirakan berlangsung selama kurang lebih 18 bulan ke depan.
Meskipun pemerintahan Trump melonggarkan aturan gas rumah kaca EPA, nyatanya mesin V-6 Ridgeline masih dianggap terlalu boros. Hal ini membuat Honda harus menyesuaikan diri dengan regulasi yang lebih ketat di beberapa wilayah.
Honda merupakan salah satu dari enam pabrikan yang masih terikat kewajiban meningkatkan efisiensi kendaraan. Aturan ini diberlakukan oleh negara bagian California yang memiliki standar emisi lebih ketat dari federal.
Kebijakan dari California ini menjadi alasan utama mengapa pelonggaran aturan federal tidak cukup. Honda tetap harus mematuhi regulasi lokal yang lebih keras untuk bisa terus menjual produknya di sana.
Pabrikan asal Jepang ini diperkirakan akan meluncurkan Ridgeline yang diperbarui secara besar-besaran pada kuartal ketiga 2028. Model baru ini kemungkinan akan menggunakan mesin V-6 hybrid anyar dari Honda.
Honda berencana meluncurkan mesin V-6 hybrid tersebut tahun depan. Selain Ridgeline, model lain seperti Passport, Pilot, dan Odyssey juga diprediksi akan mendapatkan opsi mesin yang sama.
Dengan hadirnya mesin hybrid V-6, efisiensi bahan bakar Ridgeline diprediksi meningkat signifikan. Selain itu, tenaga yang dihasilkan juga bisa lebih besar untuk bersaing di kelasnya.
Saat ini, Ridgeline mengandalkan mesin 3.5-liter V-6 yang menghasilkan 280 hp dan torsi 262 lb-ft. Tenaga tersebut disalurkan melalui sistem AWD dengan kapasitas tarik mencapai 5.000 pon.
Angka tersebut masih tertinggal dari para pesaingnya. Ford Ranger mampu menarik beban hingga 7.500 pon, Chevrolet Colorado 7.700 pon, dan Toyota Tacoma 6.500 pon.
Dalam pernyataan resminya kepada Automotive News, Honda menegaskan bahwa Ridgeline akan terus memainkan peran penting. Pihaknya juga menambahkan bahwa informasi dalam laporan tersebut bukan berdasarkan pengumuman resmi dari Honda.
“Kami tidak bisa berkomentar mengenai hal-hal yang bersifat spekulasi,” ujar perwakilan Honda dalam tanggapan tertulis. Meski demikian, keputusan untuk menghentikan produksi sementara sudah menjadi langkah yang diyakini banyak pihak.
Fenomena penghentian produksi produk ternyata tidak hanya terjadi di industri otomotif. Sebelumnya, Sony juga menghapus kamera DSLR dari situs resminya sebagai tanda berhenti produksi.
Di sektor teknologi lainnya, Nvidia juga menghentikan produksi chip H200 untuk China dan fokus ke generasi baru. Begitu pula dengan smartphone Zenfone yang kabarnya akan dihentikan produksinya.
Dengan jeda produksi selama 18 bulan, Honda memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan Ridgeline generasi baru. Kehadiran mesin hybrid V-6 diharapkan bisa membuat pikap ini kembali kompetitif di pasar.