Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Hayomoto Rayakan Perjalanan 9 Tahun Lewat Kompetisi Foto Shutterace 2026
SHARE:

Technologue.id, Jakarta - Komunitas fotografi Hayomoto Photography Community merayakan sembilan tahun perjalanannya dengan menggelar Shutterace 2026. Kompetisi fotografi on-the-spot ini mengajak para fotografer tidak hanya menghasilkan gambar yang menarik, tetapi juga menangkap cerita tentang hubungan manusia dan lingkungan.

Mengusung tema From Image to Impact, Shutterace 2026 menjadi salah satu agenda utama perayaan ulang tahun Hayomoto. Melalui kegiatan ini, peserta ditantang untuk lebih peka terhadap kondisi lingkungan, kehidupan sosial, serta berbagai perubahan yang terjadi di sekitarnya.

Shutterace 2026 menghadirkan sembilan tantangan di delapan lokasi. Peserta harus menyelesaikan tantangan fotografi secara langsung sebelum melanjutkan ke tahap editing, pengumpulan karya, penjurian, hingga pengumuman pemenang.

Berbeda dari kompetisi fotografi yang hanya menitikberatkan hasil akhir, Shutterace ingin menguji kemampuan fotografer dalam membaca situasi dan menerjemahkannya menjadi cerita visual.

Tema lingkungan dipilih karena aktivitas fotografi, mulai dari perjalanan hingga pemotretan, selalu memiliki keterkaitan dengan alam dan kehidupan manusia. Melalui karya yang dihasilkan, fotografer diharapkan dapat merekam perubahan sekaligus membangun kesadaran masyarakat terhadap persoalan lingkungan.

Perayaan Hayomoto ke-9 tahun

Founder Hayomoto sekaligus fotografer profesional, Martha Suherman, mengatakan fotografi memiliki kekuatan lebih dari sekadar menghasilkan gambar yang indah.

"Sebuah foto memiliki kekuatan ketika mampu membuat orang berhenti sejenak, memperhatikan sesuatu, berpikir, dan akhirnya memiliki kepedulian terhadap persoalan yang diangkat," ujar Martha.

Ia menjelaskan, perayaan Hayomoto tahun ini juga menjadi kesempatan untuk memperluas kolaborasi dengan berbagai komunitas dan industri di luar dunia fotografi.

Menurutnya, sejak tahun kedelapan, Hayomoto mulai membuka ruang yang lebih luas untuk publik dan menjalin kerja sama dengan berbagai brand, baik dari industri fotografi maupun nonfotografi.

Kolaborasi tersebut juga terlihat dari sejumlah instalasi yang ditampilkan dalam acara. Karya-karya tersebut berasal dari anggota komunitas maupun mitra brand yang ikut berpartisipasi.

Rangkaian perayaan berlangsung selama tiga hari. Agendanya mencakup Photography Talks, opening ceremony, community gathering, workshop, hingga Shutterace 2026. Ada pula Hayomoto Market atau Pasar Kamera Hayomoto yang menghadirkan produk fotografi, perlengkapan kreatif, produk lifestyle, dan UMKM.

Di balik berkembangnya Hayomoto, terdapat sosok Martha Suherman yang memiliki visi membangun komunitas fotografi terbuka dan tidak terikat pada merek kamera tertentu.

Martha mengawali karier sebagai freelance graphic designer saat menempuh pendidikan Desain Grafis di Universitas Trisakti. Sejak 2007, ia kemudian memfokuskan kariernya pada bidang corporate dan commercial photography.

Pengalamannya di dunia fotografi mencakup berbagai genre, mulai dari portrait, beauty, lifestyle, cultural, hingga underwater photography.

Martha juga pernah menangani proyek bersama Disney Indonesia untuk kampanye peluncuran film live-action The Little Mermaid di Indonesia melalui teknik underwater photography. Selain itu, ia mengembangkan berbagai proyek visual yang mengangkat keberagaman budaya Indonesia.

Tak hanya aktif sebagai fotografer profesional, Martha juga rutin berbagi pengetahuan melalui kelas fotografi, workshop, mentorship, serta menjadi pembicara dan juri dalam berbagai kegiatan.

Baginya, fotografi bukan hanya tentang menghasilkan gambar yang bagus. Kamera juga menjadi sarana untuk berkomunikasi, mengenal berbagai industri, bertemu orang baru, dan memahami sudut pandang yang berbeda.

Pemikiran tersebut menjadi dasar Martha membangun Hayomoto sebagai komunitas fotografi yang terbuka bagi siapa saja.

Hayomoto tidak membatasi anggotanya berdasarkan merek kamera, genre fotografi, usia, profesi, maupun tingkat pengalaman. Komunitas ini mempertemukan fotografer profesional, penghobi, videografer, content creator, mahasiswa, pekerja, hingga akademisi.

Dengan konsep brand-neutral, anggota dapat saling berbagi pengalaman tanpa harus menggunakan perangkat dari merek yang sama.

Saat ini, Hayomoto memiliki lebih dari 600 anggota aktif dan lebih dari 19,4 ribu pengikut di Instagram. Jaringannya juga telah menjangkau sejumlah negara, seperti Jepang, Austria, Amerika Serikat, dan Korea Selatan.

Memasuki usia sembilan tahun, Hayomoto ingin memperkuat perannya sebagai ruang kolaborasi lintas industri.

Salah satu bentuknya terlihat melalui keterlibatan sejumlah brand lokal, seperti KEE dan Oline Workrobe, dalam Fashion Show Challenge. Program ini mempertemukan dunia fashion dan fotografi melalui produk, model, styling, hingga visual storytelling.

Sejumlah perusahaan juga mendukung perayaan tersebut, di antaranya BNI sebagai main sponsor, Roemah Umara sebagai venue dan collaboration partner, serta Prima Imaging, Brennenstuhl, JNE, Xiaomi, Ulanzi, dan Leica Store Jakarta. National Geographic Indonesia turut hadir sebagai media partner.

Bagi Hayomoto, kolaborasi lintas industri menjadi salah satu cara memperluas ekosistem kreatif sekaligus membuka kesempatan bagi anggotanya untuk mengembangkan kemampuan dan jaringan profesional.

Hal tersebut juga dirasakan oleh Iyut Dewi, panitia Hayomoto 9th Anniversary yang telah bergabung sejak awal perjalanan komunitas.

Ia melihat Hayomoto telah berkembang dari pertemuan sederhana menjadi komunitas yang mempertemukan banyak orang dengan latar belakang berbeda.

SHARE:

Call of Duty: Mobile Hadirkan Verdansk, Siap Bernostalgia di Battle Royale

HP Luncurkan OmniBook 5 dengan Desain Tipis dan Bobot Ringan