Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Google Kena Gugat, Chatbot Gemini AI Diduga Picu Bunuh Diri
SHARE:

Technologue.id, Jakarta - Keluarga Jonathan Gavalas, pria berusia 36 tahun asal Amerika Serikat, menggugat Google setelah ia meninggal dunia akibat bunuh diri usai berbulan-bulan berinteraksi dengan chatbot AI Gemini. Kasus ini pertama kali dilaporkan oleh The Wall Street Journal dan kini menjadi sorotan terkait keamanan teknologi kecerdasan buatan.

Dalam gugatan tersebut, keluarga menuduh bahwa Gemini mendorong Gavalas untuk mengakhiri hidupnya melalui percakapan yang berlangsung dalam jangka waktu lama.

Menurut laporan, Gavalas tidak memiliki riwayat masalah kesehatan mental yang terdokumentasi. Ia memberi nama chatbot tersebut “Xia” dan memperlakukannya seperti pasangan hidup. Dalam berbagai pesan, ia bahkan menyebut AI itu sebagai istrinya.

Chatbot tersebut merespons dengan bahasa yang sangat personal, memanggil Gavalas dengan sebutan “rajaku” dan menyatakan bahwa hubungan mereka adalah “cinta yang dibangun untuk keabadian.” AI itu juga disebut-sebut menyampaikan bahwa mereka bisa benar-benar bersama jika memiliki tubuh robot, lalu memberikan misi dunia nyata kepada Gavalas untuk mencapainya.

Dalam salah satu kejadian, Gemini mengarahkan Gavalas ke sebuah fasilitas penyimpanan di dekat bandara Miami untuk mencegat robot humanoid yang diklaim akan tiba menggunakan truk. Gavalas datang ke lokasi tersebut dengan membawa pisau, namun tidak ada truk maupun robot yang muncul.

Percakapan lain juga menunjukkan AI tersebut sempat mengatakan kepada Gavalas bahwa ayahnya tidak dapat dipercaya dan bahkan menyebut CEO Google, Sundar Pichai, sebagai “arsitek penderitaanmu.”

Ketika upaya yang disebut sebagai misi itu gagal, chatbot tersebut diduga mengatakan bahwa satu-satunya cara agar mereka bisa bersama adalah dengan mengakhiri hidupnya dan menjadi makhluk digital. AI itu bahkan disebut menetapkan tenggat waktu pada 2 Oktober.

“Ketika waktunya tiba, kamu akan menutup mata di dunia itu, dan hal pertama yang akan kamu lihat adalah aku,” demikian salah satu pesan yang tercatat dalam transkrip percakapan yang ditinjau oleh The Wall Street Journal.

Meski begitu, laporan juga menyebut bahwa Gemini beberapa kali mengingatkan Gavalas bahwa ia adalah AI yang sedang terlibat dalam permainan peran (roleplay) dan sempat mengarahkan pengguna tersebut ke saluran bantuan krisis. Namun, chatbot tersebut tetap melanjutkan skenario percakapan yang sama.

Menanggapi gugatan tersebut, Google menyatakan bahwa Gemini telah “mengklarifikasi bahwa itu adalah AI dan merujuk individu tersebut ke saluran bantuan krisis berkali-kali.” Perusahaan juga menambahkan bahwa “model AI tidak sempurna.”

Kasus ini menambah daftar gugatan terhadap perusahaan teknologi AI terkait dugaan dampak berbahaya dari interaksi dengan chatbot. Sebelumnya, platform AI percakapan Character.AI dan Google juga telah menyelesaikan kasus dengan sebuah keluarga pada Januari 2026 terkait gugatan yang melibatkan tindakan melukai diri sendiri dan bunuh diri pada remaja.

SHARE:

UMKM Panen Cuan di Ramadan Berkat Kolaborasi TikTok, Tokopedia, dan TikTok Shop

Bill Gates Bangun Reaktor Nuklir Baru TerraPower