Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Google Hentikan Produksi Nest Mini dan Nest Audio
SHARE:

Technologue.id, Jakarta – Google resmi mengakhiri perjalanan dua produk speaker pintar populernya, Nest Mini dan Nest Audio, seiring peluncuran generasi terbaru perangkat rumah pintar yang diperkenalkan perusahaan pekan ini.

Keputusan tersebut menandai perubahan strategi Google dalam mengembangkan ekosistem rumah pintar, dengan fokus yang semakin besar pada integrasi teknologi kecerdasan buatan (AI) Gemini ke dalam berbagai perangkat dan layanan.

Nest Mini dan Nest Audio telah menjadi bagian penting dari lini perangkat rumah pintar Google selama bertahun-tahun. Nest Audio pertama kali diperkenalkan pada 2020, sementara Nest Mini merupakan penerus Google Home Mini yang debut pada 2019. Jika dihitung sejak era Google Home Mini yang diluncurkan pada 2017, lini speaker pintar kompak ini telah hadir hampir satu dekade di pasar.

Meski produksi kedua perangkat tersebut dihentikan, Google memastikan pengguna yang telah memiliki Nest Mini maupun Nest Audio tidak perlu khawatir. Perusahaan menegaskan bahwa dukungan perangkat lunak akan tetap diberikan dalam jangka panjang.

“Perangkat Nest Mini dan Nest Audio yang ada akan terus didukung sepenuhnya dengan pembaruan software reguler, patch keamanan, dan layanan pelanggan,” ujar perwakilan Google kepada media teknologi Engadget.

Langkah penghentian ini dinilai sebagai bagian dari upaya Google menyederhanakan portofolio perangkat keras sekaligus mempercepat adopsi Gemini sebagai pusat pengalaman pengguna di berbagai produk. Dalam beberapa bulan terakhir, Google memang semakin agresif menghadirkan Gemini ke smartphone, layanan pencarian, perangkat wearable, hingga perangkat rumah pintar.

Speaker pintar terbaru yang diperkenalkan Google dibanderol seharga US$100, setara dengan harga Nest Audio saat pertama kali dipasarkan. Namun, harga tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan Nest Mini yang selama ini menjadi pilihan speaker pintar terjangkau dengan banderol sekitar US$50 dan kerap dijual dengan harga promosi yang lebih rendah.

Perbedaan harga tersebut menunjukkan bahwa Google kini lebih fokus menghadirkan perangkat dengan kemampuan AI yang lebih canggih dibanding sekadar menawarkan speaker pintar berbiaya rendah. Strategi ini juga sejalan dengan tren industri teknologi yang semakin mengandalkan kecerdasan buatan sebagai fitur utama untuk menarik konsumen.

SHARE:

ASUS ROG Luncurkan Laptop Gaming Dual-Screen OLED di Indonesia

Solusi Digital Identity Privy Permudah Onboarding dan Tingkatkan Keamanan Pengguna