Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Gandeng Ondo Finance, Pintu Sediakan Aset Global Bisa Transaksi 24 Jam
SHARE:

Jakarta, Technologue.id — Membeli eksposur terhadap aset global kini tidak lagi identik dengan modal besar dan proses yang rumit. Pintu memperluas pilihan aset tertokenisasi yang memungkinkan investor Indonesia mengakses saham, indeks, ETF, hingga komoditas secara fractional, dengan nilai pembelian yang jauh lebih terjangkau.

Langkah ini menjadi jawaban atas kebutuhan investor yang ingin masuk ke pasar global tanpa harus menempuh jalur konvensional yang panjang. Lewat kolaborasi dengan Ondo Finance, Pintu menghadirkan sejumlah aset global dalam bentuk tokenized real-world assets atau RWA. Konsep ini memberi alternatif bagi investor yang ingin mendapatkan eksposur terhadap aset dunia nyata melalui ekosistem aset digital.

Beberapa pilihan yang tersedia mencakup saham Apple dan NVIDIA, indeks S&P 500 dan NASDAQ, ETF, serta komoditas seperti emas dan perak. Seluruh aset tersebut dapat diakses melalui satu aplikasi dan didenominasikan dalam Rupiah. Dengan mekanisme fractional, investor tidak harus membeli aset secara utuh untuk mendapatkan eksposur terhadap instrumen yang tersedia.

Yang menarik, akses tersebut bisa dimulai dari Rp11.000 saja. Angka ini membuka peluang bagi investor ritel untuk mencoba diversifikasi ke aset global dengan modal kecil. Model fractional dinilai menjadi jembatan bagi mereka yang selama ini merasa terkendala biaya masuk ke pasar internasional.

Fleksibilitas juga hadir dari sisi waktu transaksi. Aset tertokenisasi tersebut dapat diperdagangkan 24 jam tanpa terikat jam perdagangan bursa konvensional. Penjualan pun dikenakan pajak final 0,21 persen tanpa biaya transaksi tersembunyi, sehingga investor bisa menghitung potensi bersih lebih transparan.

Pilihan aset yang tersedia menyasar segmen investor yang sudah terbiasa dengan instrumen digital. Beragam instrumen seperti saham teknologi hingga komoditas emas memungkinkan strategi diversifikasi yang lebih luas. Dengan denominasi Rupiah, investor tidak perlu menukar mata uang terlebih dahulu sebelum bertransaksi.

Bagi investor yang aktivitasnya sudah lebih tinggi, Pintu juga memperkenalkan Pintu VIP Private. Layanan ini ditujukan bagi nasabah dengan volume trading dan aset kelolaan tertentu, termasuk opsi status match bagi pengguna dengan status VIP setara di platform lain. Fasilitas ini menjadi bentuk pengakuan atas loyalitas nasabah dengan aktivitas transaksi besar.

Angka kontribusi segmen ini menunjukkan perubahan perilaku investor. Sepanjang paruh pertama 2026, pengguna VIP menyumbang lebih dari 40 persen volume trading Pintu. Kontribusi tersebut mencakup lebih dari 40 persen pada transaksi spot dan lebih dari 30 persen pada futures.

Pintu VIP Private tidak hanya menawarkan akses transaksi. Nasabah yang memenuhi kualifikasi mendapatkan relationship manager pribadi, promo eksklusif, serta dukungan prioritas dalam setiap transaksi. Kombinasi layanan ini dirancang untuk memenuhi ekspektasi trader premium yang menuntut respons cepat.

Andy Putra, Presiden Direktur Pintu, mengatakan kebutuhan trader premium kini berkembang dari sekadar mencari return. Layanan personal, respons cepat, keamanan, kepatuhan, dan perlindungan aset menjadi bagian dari kebutuhan investor berpengalaman. Pernyataan itu menegaskan bahwa aspek layanan kini menjadi pembeda utama di pasar aset digital.

Perkembangan aset tertokenisasi sendiri sejalan dengan tren yang lebih luas di industri. Adopsi RWA terus tumbuh dan menarik perhatian pelaku pasar global. Topik ini juga menjadi sorotan dalam sejumlah diskusi industri, termasuk soal kapitalisasi pasar RWA yang terus melejit.

Di balik kemudahan tersebut, tetap ada risiko yang perlu diperhitungkan. Pintu menegaskan aset crypto dan aset tertokenisasi memiliki risiko tinggi serta volatilitas signifikan. Karena itu, investor perlu memahami profil risikonya sebelum menentukan instrumen yang sesuai dengan tujuan keuangan masing-masing.

Pendidikan dan pemahaman risiko menjadi kunci agar eksposur terhadap aset global tidak berubah menjadi beban. Investor disarankan menyesuaikan porsi alokasi dengan toleransi risiko dan horizon investasi. Dengan begitu, fleksibilitas yang ditawarkan tetap bisa dimanfaatkan secara bijak.

Secara keseluruhan, langkah Pintu memperluas akses aset global tertokenisasi menandai pergeseran cara investor Indonesia memandang diversifikasi. Modal kecil, jangkauan luas, dan layanan premium menjadi tiga hal yang kini bisa dinikmati dalam satu ekosistem. Ke depan, kombinasi ini berpotensi mempercepat adopsi aset digital di Tanah Air.

SHARE:

Empat Wakil Indonesia Siap Memburu Gelar di Grand Finals FFWS SEA 2026 Fall Surabaya

iPhone Mendadak Freeze Setelah Update iOS 27? Ini Cara Mengatasinya