Jakarta – Ferrari resmi meluncurkan mobil listrik pertamanya yang diberi nama Luce. Model ini merupakan hasil kolaborasi dengan dua desainer kelas dunia, Jony Ive dan Marc Newson.
Keduanya dikenal luas sebagai mantan desainer Apple yang sukses menciptakan ikon teknologi seperti iPhone dan iPod. Kini, mereka membawa sentuhan elegan ke dunia otomotif melalui Ferrari Luce.
Ferrari memperkenalkan Luce sebagai kendaraan listrik bertenaga tinggi dengan desain futuristik. Mobil ini dikembangkan selama lima tahun oleh tim LoveFrom, studio desain milik Ive dan Newson.
Ferrari Luce hadir sebagai sedan empat pintu dengan lima tempat duduk. Harga awalnya mencapai sekitar €550.000 atau setara dengan Rp9,5 miliar.
Mobil ini diprediksi akan tersedia di pasar Australia, namun Ferrari belum memastikan jadwal distribusinya. Pasar Asia juga disebut menjadi target utama peluncuran model ini.
Desain eksterior Luce menampilkan kaca berbentuk cangkang yang menyelimuti seluruh bodi. Lampu belakang halo juga terinspirasi dari model-model klasik Ferrari sebelumnya.
Sentuhan Jony Ive sangat terlihat pada penggunaan kaca di eksterior. Sementara itu, interior mobil menggabungkan layar digital Samsung dengan tombol fisik, kenop, dan sakelar.
Ive menegaskan bahwa pengguna tidak boleh merasa terintimidasi oleh teknologi di dalam kabin. Ia menolak tren mobil listrik yang sepenuhnya mengandalkan layar sentuh.
Baca Juga:
“Menurut saya, ada pemikiran aneh bahwa jika sumber tenaganya listrik, maka antarmukanya harus digital. Itu tidak masuk akal,” ujar Ive dalam video promosi.
Ia menambahkan bahwa timnya bertekad untuk tidak menggunakan antarmuka multi-sentuh. “Kami ingin pengguna benar-benar menikmati koneksi dengan produk, baik itu mobil atau perangkat di saku,” jelasnya.
Ferrari Luce dibekali baterai 122 kWh yang mendukung pengisian cepat hingga 350 kW. Jarak tempuhnya diklaim mencapai lebih dari 530 kilometer dalam sekali pengisian penuh.
Mobil ini memiliki motor listrik di setiap roda, mampu berakselerasi dari 0-100 km/jam dalam 2,5 detik. Kecepatan tertingginya mencapai lebih dari 310 km/jam.
Menariknya, Ferrari menciptakan suara khas untuk Luce menggunakan akselerometer yang menangkap pergerakan mobil. Suara ini disebut “otentik dan fungsional” untuk memberikan sensasi berkendara yang unik.
Ferrari memproduksi sendiri komponen utama Luce, termasuk mesin listrik dan baterainya. Perusahaan asal Italia ini menyatakan tetap netral terhadap teknologi penggerak kendaraan.
“Elektrifikasi hanyalah salah satu sarana yang tersedia tanpa menggantikan mesin yang sudah ada,” kata Ferrari. Namun, perusahaan mengakui bahwa elektronik buatan sendiri membuka potensi performa baru.
Di luar proyek mobil, Jony Ive dan LoveFrom juga dilaporkan sedang mengerjakan perangkat AI konsumen untuk OpenAI. Sebelumnya, OpenAI tertarik bikin perangkat AI dengan menggandeng desainer iPhone dan Apple Watch.
OpenAI mengakuisisi startup perangkat keras AI milik Ive pada tahun 2025. Perangkat pertama OpenAI diperkirakan akan debut pada 2026 atau 2027, bisa berupa wearable tanpa layar atau speaker pintar dengan kamera.
Lebih dari 200 staf OpenAI dilaporkan bekerja pada proyek perangkat AI ini. Produk tersebut bisa mencakup kacamata pintar dan lampu pintar yang didukung oleh ChatGPT.
Ferrari Luce menjadi bukti bahwa kolaborasi antara desain kelas dunia dan teknologi mutakhir mampu menghasilkan karya revolusioner. Mobil ini tidak hanya mengusung performa tinggi, tetapi juga filosofi desain yang humanis.