Jakarta - Akses ke platform media sosial Facebook dan Instagram perlahan kembali normal setelah mengalami gangguan global pada Jumat (12/6) malam. Informasi ini disampaikan langsung oleh Vice President Communications Meta, Andy Stone, melalui unggahan di akun X pribadinya.
Meskipun kedua platform sudah dapat diakses kembali, Andy mengingatkan bahwa pemulihan penuh masih membutuhkan waktu. "Kami telah kembali, meski mungkin masih membutuhkan sedikit waktu hingga semuanya kembali normal sepenuhnya," tulis Andy dalam pernyataan resminya, dikutip pada Sabtu (13/6).
Gangguan ini pertama kali ramai dikeluhkan oleh pengguna Facebook dan Instagram di berbagai negara pada Jumat (12/6) malam. Keluhan yang muncul antara lain ketidakmampuan untuk memperbarui laman beranda (feeds) hingga tidak bisa login ke akun masing-masing selama beberapa jam.
Pengguna di Indonesia juga merasakan dampak dari gangguan ini. Berdasarkan data dari laman Downdetector, tercatat sekitar seribu laporan gangguan akses untuk kedua platform tersebut dalam rentang waktu pukul 20.00 hingga 23.00 WIB.
Pihak Meta Indonesia, ketika dihubungi oleh media, mengarahkan pada pernyataan resmi yang telah disampaikan oleh Andy Stone di platform X. Ini menunjukkan bahwa pusat penanganan gangguan berada di tingkat global.
Sementara itu, di Amerika Serikat, Downdetector mencatat angka yang jauh lebih tinggi. Tercatat 5.677 laporan gangguan untuk Instagram dan 3.644 laporan untuk Facebook pada pukul 22.36 waktu setempat.
Skala gangguan ini ternyata sangat besar. Dilansir dari laporan Channel News Asia, terdapat lebih dari 62.000 laporan gangguan untuk Facebook dan 8.000 laporan untuk Instagram secara global yang tercatat di Downdetector.
Negara-negara lain seperti Singapura, Filipina, India, Australia, dan Kanada juga melaporkan pengalaman serupa saat mengakses platform milik Meta. Hal ini menandakan bahwa gangguan bersifat menyeluruh dan mempengaruhi banyak wilayah.
Peristiwa ini mengingatkan kembali pada insiden serupa yang pernah terjadi sebelumnya. Sebagai langkah antisipasi, Meta Minta Maaf kepada para pengguna setianya atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan.
Penyebab utama gangguan kali ini masih belum dijelaskan secara detail oleh pihak Meta. Namun, investigasi internal biasanya dilakukan untuk memastikan insiden serupa tidak terulang kembali. Gara-gara Ini, para pengguna sempat kesulitan mengakses media sosial favorit mereka.
Baca Juga:
Banyak pengguna yang akhirnya beralih ke platform lain seperti X (dulu Twitter) untuk meluapkan keluhan mereka. Hal ini menunjukkan betapa besarnya ketergantungan publik pada layanan media sosial milik Meta.
Gangguan semacam ini menjadi pengingat akan pentingnya infrastruktur digital yang andal. Dengan pulihnya layanan, pengguna diharapkan dapat kembali beraktivitas seperti biasa di Facebook dan Instagram.
Ke depannya, Meta diharapkan dapat meningkatkan sistem pemantauan dan respons cepat terhadap gangguan. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan pengguna yang telah menjadi bagian dari ekosistem digital global.
Hingga berita ini diturunkan, seluruh layanan Meta telah berfungsi normal kembali di Indonesia dan negara-negara lain yang terdampak. Pengguna dapat kembali mengakses feeds, mengirim pesan, dan melakukan aktivitas lainnya tanpa hambatan.