Technologue.id, Jakarta – Elon Musk mengonfirmasi bahwa dewan direksi SpaceX dan Tesla telah membentuk komite khusus independen untuk menjajaki kemungkinan penggabungan usaha atau merger kedua perusahaan. Jika terealisasi, langkah ini berpotensi menciptakan raksasa teknologi dengan nilai gabungan sekitar US$3,5 triliun.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal paling kuat sejauh ini mengenai kemungkinan penyatuan dua perusahaan besar milik Musk. SpaceX dikenal melalui bisnis roket, internet satelit Starlink, dan kecerdasan buatan (AI), sementara Tesla berfokus pada kendaraan listrik, teknologi energi, AI, dan robotika.
Mengutip laporan yang disampaikan dalam panggilan pembahasan kinerja keuangan SpaceX pada Selasa, Musk menyatakan bahwa penggabungan kedua perusahaan berpotensi memberikan banyak keuntungan. Meski mendukung gagasan tersebut, ia menegaskan bahwa keputusan akhir tetap bergantung pada proses yang berlaku, termasuk persetujuan pemegang saham.
“Menurut saya, ada banyak manfaat jika kedua perusahaan ini digabungkan,” ujar Musk saat membahas kemungkinan merger tersebut.
Ia juga menilai penyatuan SpaceX dan Tesla dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, terutama dalam pengembangan perangkat lunak AI, perancangan cip, dan robotika.
Pembentukan komite khusus independen menjadi langkah penting dalam pembahasan merger SpaceX dan Tesla. Komite tersebut bertugas menjajaki kemungkinan penggabungan kedua perusahaan, termasuk mempertimbangkan aspek bisnis dan kepentingan para pemegang saham.
Musk mengakui bahwa posisinya sebagai pemimpin di kedua perusahaan membuatnya memiliki potensi konflik kepentingan. Karena itu, ia menyatakan tidak dapat terlibat langsung dalam diskusi komite tersebut.
Kondisi ini menjadi perhatian karena merger antara dua perusahaan yang dipimpin oleh orang yang sama membutuhkan proses pengambilan keputusan yang transparan dan mempertimbangkan kepentingan masing-masing perusahaan.
Meski wacana penggabungan telah lama beredar, belum ada kepastian bahwa merger akan benar-benar terlaksana. Pembentukan komite khusus menunjukkan bahwa kemungkinan tersebut sedang dijajaki, bukan berarti kesepakatan merger telah tercapai.
Sebelumnya, setelah SpaceX melantai di bursa melalui penawaran umum perdana atau IPO pada Juli, Musk sempat menghindari pembahasan lebih jauh mengenai kemungkinan merger. Ia menekankan bahwa penggabungan perusahaan harus melalui prosedur yang semestinya.