Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Ed Sheeran Akhirnya Bicara Soal Gaza di Atas Panggung Konser
SHARE:

Jakarta, Technologue.id — Penyanyi dan pencipta lagu asal Inggris, Ed Sheeran, akhirnya memecah kebisuannya di atas panggung saat membuka konser solonya di Philadelphia, Amerika Serikat, Sabtu (19/9/2026) waktu setempat. Langkah ini diambil usai gelombang kontroversi melanda rangkaian Loop Tour miliknya, termasuk polemik pencoretan rapper Macklemore sebagai pengisi acara. Di hadapan ribuan penonton, pelantun lagu Shape of You itu menegaskan dirinya selama ini selalu berusaha menghindari komentar politik demi menjaga musiknya tetap menjadi ruang persatuan.

Kendati demikian, Ed Sheeran merasa situasi krisis di Timur Tengah saat ini sudah melampaui ranah politik dan menyentuh nilai mendasar kemanusiaan. Melansir laporan Boston 25 News, ia secara terbuka menyampaikan sikap resminya terkait eskalasi konflik yang sedang berlangsung. "Sepanjang karier, saya berusaha untuk tidak menjadi komentator politik jenis apa pun karena saya ingin musik dan pertunjukan saya berfokus pada persatuan, bukan perpecahan; tentang kemanusiaan, bukan politik," tegasnya.

Pernyataan itu disampaikan Ed Sheeran di awal penampilannya sebelum membawakan sejumlah lagu. Ia menegaskan tidak bisa lagi menyembunyikan perasaannya terhadap apa yang terjadi di Gaza. "Namun, ini adalah masalah kemanusiaan, dan saya tidak bisa lagi menyembunyikan perasaan saya tentang hal ini," ujarnya menambahkan.

Dalam kesempatan tersebut, Ed Sheeran menggambarkan serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 sebagai peristiwa yang sangat mengerikan. Di saat yang sama, ia mengutuk keras dampaknya terhadap warga sipil di kawasan Gaza. Menurutnya, situasi yang terjadi kini telah melampaui batas kemanusiaan yang wajar.

"Apa yang terjadi di Gaza adalah bencana, tidak dapat dibenarkan, dan tidak proporsional. Hati saya hancur melihat skala kehancuran di wilayah tersebut," ujar penyanyi berusia 35 tahun itu. Pernyataan ini menjadi momen langka bagi Ed Sheeran yang dikenal jarang menyinggung isu politik di panggung.

Sengketa di balik panggung ini terkuak setelah Macklemore merilis pernyataan resmi melalui media sosial miliknya pekan lalu. Rapper pelantun lagu Thrift Shop tersebut mengklaim keputusan pengeluarannya dari daftar pengisi acara dipicu oleh tekanan pemilik Kraft Group dan tim American Football New England Patriots, Robert Kraft. Kraft, yang juga mengelola Gillette Stadium di Massachusetts, disebut menyampaikan kepada Ed Sheeran bahwa Macklemore tidak diizinkan tampil di venue miliknya.

Menurut keterangan Macklemore, larangan itu muncul usai dirinya melontarkan seruan dukungan bagi Palestina di atas panggung awal September lalu. Kraft bahkan disebut menggalang dukungan dari sejumlah pemilik stadion lain di Amerika Serikat untuk memberikan ultimatum kepada Ed Sheeran. Jika Macklemore tetap berada dalam daftar tur, Ed Sheeran terancam dilarang menggelar pertunjukan di stadion-stadion tersebut.

Meski demikian, Macklemore menegaskan bahwa persahabatannya selama 13 tahun dengan Ed Sheeran tidak akan runtuh akibat persoalan ini. Ia berharap kedua pihak terus mendengarkan dan mempelajari apa yang terjadi di Palestina. "Pintu saya akan selalu terbuka untuk melanjutkan percakapan tersebut," tulis Macklemore dalam pernyataannya.

Dampak dari polemik ini merembet langsung pada operasional Loop Tour di wilayah Amerika Utara. Sejumlah musisi pendukung secara serentak memilih mundur dari tur sebagai bentuk solidaritas terhadap Macklemore. Penjualan tiket pun mengalami penurunan tajam di sejumlah jadwal pertunjukan.

Sebagian penggemar bahkan mengajukan pengembalian dana atau refund atas tiket yang telah dibeli. Akibatnya, harga tiket di pasar sekunder merosot drastis dan memukul sisi komersial tur yang sedang berjalan. Situasi ini menjadi tekanan tersendiri bagi tim manajemen Ed Sheeran di tengah rangkaian konser yang padat.

Guna meredam krisis tersebut, Robert Kraft mengonfirmasi lewat akun media sosial resmi Gillette Stadium bahwa Ed Sheeran telah meminta dirinya untuk menyamai atau matching donation dana bantuan kemanusiaan. Nilai donasi yang diminta mencapai $2 juta atau sekitar Rp30,8 miliar untuk membantu para korban di kawasan konflik. Langkah ini disebut sebagai upaya meredakan ketegangan yang muncul di publik.

Kraft mengklaim pihaknya telah memfasilitasi upaya penyaluran bantuan tersebut. Ia juga berniat bekerja sama dengan Ed Sheeran untuk membangun komunikasi yang lebih kondusif ke depan. Pernyataan itu disampaikan sebagai bentuk klarifikasi atas polemik yang berkembang cepat di media sosial.

Kraft menambahkan bahwa dirinya selama puluhan tahun telah mendukung berbagai program pemberdayaan ekonomi. Ia juga menyebut telah menjalin kolaborasi bisnis antara pemuda Palestina dan Israel. Menurutnya, keterlibatan itu merupakan bagian dari komitmen jangka panjang yang telah ia jalankan.

Di sisi lain, sikap Ed Sheeran di atas panggung Philadelphia menjadi penanda bahwa tekanan publik dapat mendorong seorang musisi global angkat bicara. Isu kemanusiaan di Gaza kini menjadi bagian dari percakapan industri hiburan internasional. Banyak penggemar menilai pernyataan itu sebagai bentuk keberanian di tengah tekanan komersial.

Polemik ini juga menyoroti relasi antara artis, promotor, dan pemilik venue di Amerika Serikat. Keputusan bisnis di balik layar ternyata dapat berbenturan dengan nilai personal para musisi. Publik pun menantikan bagaimana kelanjutan Loop Tour setelah pernyataan resmi Ed Sheeran tersebut.

Bagi sebagian penggemar, langkah filantropi berupa donasi kemanusiaan dinilai sebagai respons yang lebih konstruktif. Mereka dapat menyalurkan bantuan melalui berbagai kanal digital, termasuk Aplikasi Crowdfunding Gaza. Partisipasi publik dinilai turut memperkuat upaya kemanusiaan yang sedang berjalan.

Hingga kini, Ed Sheeran belum memberikan pernyataan tambahan terkait kelanjutan tur maupun hubungannya dengan Macklemore. Namun, pidato singkatnya di Philadelphia telah menjadi salah satu momen paling disorot dalam perjalanan Loop Tour. Publik menanti apakah sikap serupa akan ia sampaikan di panggung-panggung berikutnya.

SHARE: