Bayangkan menonton acara talkshow atau game show terpopuler di televisi nasional, bukan pada jam tayang yang kaku, melainkan kapan saja Anda mau, hanya sehari setelah episode tersebut disiarkan. Itulah realitas baru yang dibawa Disney+ ke Italia, dan ini bukan sekadar tambahan konten biasa. Langkah strategis ini menandai babak baru dalam persaingan streaming global, di mana raksasa hiburan dunia tak lagi hanya mengandalkan konten Hollywood, tetapi secara agresif merangkul kekuatan lokal untuk memenangkan hati penonton.
Lanskap streaming di Eropa sedang mengalami transformasi mendalam. Setelah era pertumbuhan pesat dengan konten global, platform seperti Disney+ kini menghadapi tantangan baru: bagaimana mempertahankan dan menarik lebih banyak pelanggan di pasar yang sudah jenuh dan sangat beragam secara budaya. Jawabannya, ternyata, terletak pada kolaborasi dengan institusi yang sudah puluhan tahun memahami selera lokal. Ini adalah pergeseran dari strategi "satu untuk semua" menjadi pendekatan yang sangat personal, di mana konten lokal bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan senjata utama.
Setelah sukses menjalin kesepakatan serupa dengan RTVE di Spanyol, Disney+ kembali mengumumkan kemitraan penting dengan RAI, penyiar publik terbesar di Italia. Kesepakatan ini bukan hanya tentang menambah jumlah judul di perpustakaan digital, tetapi tentang mengubah fundamental cara penonton mengakses konten lokal favorit mereka. Ini adalah upaya cerdik untuk menjembatani generasi dan kebiasaan menonton, sekaligus sinyal kuat bagi kompetitor di industri yang sama.
Detil Kolaborasi Disney+ dan RAI ItaliaKerja sama antara Disney+ dan RAI ini memiliki mekanisme yang cukup revolusioner untuk standar Eropa. Dua program unggulan RAI 2, yaitu talk show Belve yang dipandu Francesca Fagnani dan game show The Floor – Ne rimarrà solo uno yang tahun ini dibawakan Paola Perego dan Gabriele Vagnato, akan tersedia untuk streaming di Disney+ Italia tepat satu hari setelah tayang perdana di televisi linear. Model "next-day streaming" ini sebelumnya telah diperkenalkan di Spanyol dan kini menjadi standar baru dalam kemitraan Disney+ dengan penyiar free-to-air.
Lebih dari itu, Disney+ juga akan menghadirkan koleksi khusus berisi sejumlah judul ikonik RAI dari masa lalu yang masih sangat dicintai penonton. Koleksi ini akan mencakup drama-drama sukses seperti Braccialetti rossi, Mina Settembre, adaptasi novel terkenal L’amica geniale (My Brilliant Friend), serta serial Un passo dal cielo, Màkari, dan seri docu-reality Il Collegio. Koleksi khusus ini akan diluncurkan dalam waktu dekat, menciptakan destinasi tunggal bagi penggemar konten berkualitas Italia di platform Disney+.
Strategi Besar Disney+ di Pasar EropaKemitraan dengan RAI bukanlah insiden yang terisolasi. Ini adalah bagian dari strategi besar dan terstruktur yang telah dijalankan Disney+ di seluruh Eropa. Platform ini secara sistematis telah menjalin aliansi dengan raksasa penyiar free-to-air di berbagai negara. Sebelum Italia dan Spanyol, Disney+ telah bekerja sama dengan ITV di Inggris (yang kemudian diperluas ke Hulu), ARD dan ZDF di Jerman, SIC di Portugal, serta Atresmedia di Spanyol. Pola ini menunjukkan komitmen yang jelas: untuk menjadi platform streaming yang tidak hanya global, tetapi juga sangat relevan secara lokal.
Karl Holmes, General Manager Disney+ untuk kawasan EMEA (Eropa, Timur Tengah, dan Afrika), menjelaskan logika di balik strategi ini. Menurutnya, saluran free-to-air tradisional masih mengumpulkan audiens terbesar, memiliki program-program dengan rating tinggi, dan didukung oleh anggaran produksi yang masif. Kolaborasi ini menciptakan situasi saling menguntungkan (win-win). Disney+ mendapatkan akses ke konten lokal premium yang langsung disukai penonton, sementara penyiar seperti RAI mendapatkan jalur baru untuk menjangkau demografi yang lebih muda—kelompok yang mungkin sudah jarang menonton televisi linear tetapi aktif di platform streaming.
Holmes menekankan, "Kolaborasi dengan RAI akan membawa pelanggan Disney+ di Italia pilihan yang lebih luas dari acara lokal yang sangat ikonis." Ia juga menyoroti warisan puluhan tahun RAI dalam bercerita dan hubungan emosionalnya yang dalam dengan pemirsa. Ini adalah pengakuan bahwa dalam era digital, otoritas dan kepercayaan yang dibangun oleh institusi lama seperti RAI tetap merupakan aset yang sangat berharga.
Baca Juga:
Keberhasilan model kemitraan ini terletak pada kemampuannya menjawab dua tekanan utama di industri streaming saat ini. Pertama, tekanan finansial. Biaya untuk memproduksi konten orisinal berkualitas tinggi secara mandiri sangatlah besar. Dengan berkolaborasi dengan penyiar yang sudah memiliki infrastruktur produksi dan katalog konten mapan, Disney+ dapat memperkaya library-nya dengan biaya yang lebih efisien. Kedua, tekanan kompetisi. Pasar streaming semakin ramai, dan diferensiasi menjadi kunci. Menawarkan konten lokal eksklusif yang tidak tersedia di Netflix, Amazon Prime, atau platform lain adalah cara ampuh untuk mempertahankan loyalitas pelanggan.
Pendekatan ini juga mencerminkan pembelajaran dari pasar seperti Indonesia, di mana strategi serupa dengan konten lokal telah terbukti efektif. Seperti upaya lawan pembajakan dengan menghadirkan film lokal seperti "Ibu Pengabdi Setan" di platform legal, konten lokal adalah magnet kuat yang menarik penonton dari layanan tidak resmi. Di Eropa, meski tingkat pembajakan mungkin berbeda, prinsipnya sama: berikan akses mudah dan cepat kepada penonton terhadap konten yang sangat mereka inginkan, dan mereka akan memilih jalur legal.
Selain itu, kolaborasi semacam ini membuka peluang sinergi yang lebih luas. Misalnya, konten global Disney seperti Marvel atau Star Wars mendapatkan audiens baru yang datang untuk menonton konten lokal RAI, dan sebaliknya. Ini menciptakan ekosistem tontonan yang lebih kaya dan saling menguatkan di dalam satu platform.
Implikasi bagi Masa Depan Industri StreamingKesepakatan Disney+ dan RAI, bersama dengan serangkaian kemitraan serupa di Eropa, kemungkinan besar akan menjadi tren yang diikuti oleh pemain streaming lainnya. Masa depan industri ini tidak lagi tentang perang antara streaming dan televisi linear, tetapi lebih tentang konvergensi dan kolaborasi di antara mereka. Penyiar tradisional memiliki konten dan kredibilitas, sementara platform streaming memiliki teknologi, jangkauan global, dan pemahaman data yang mendalam tentang perilaku penonton.
Bagi konsumen, ini adalah kabar baik. Mereka akan mendapatkan fleksibilitas lebih tanpa harus kehilangan akses ke konten lokal berkualitas. Bagi industri kreatif lokal, ini bisa berarti pasar yang lebih luas dan sumber pendanaan tambahan untuk produksi-produksi baru. Namun, tantangannya adalah menjaga keseimbangan agar identitas dan kualitas konten lokal tidak tergerus oleh logika platform global.
Seperti halnya inovasi di industri lain, misalnya ketika brand otomotif baru seperti Chery Tiggo 5X resmi dijual dan menggebrak pasar dengan strategi berbeda, atau dinamika jaringan dealer seperti yang terjadi pada dealer Vespa, adaptasi adalah kunci. Disney+ menunjukkan bahwa adaptasi itu berarti merangkul kekuatan lokal, bukan menandinginya.
Strategi global yang dilokalkan ini juga mengingatkan pada lini produk Vespa terbaru yang bukan sekadar upgrade mesin, tetapi penyempurnaan menyeluruh untuk pasar spesifik. Atau, dalam konteks yang lebih kompetitif, seperti desakan prioritas pembalap utama di tim balap, Disney+ jelas memprioritaskan konten lokal sebagai "pembalap utama" dalam strategi pertumbuhan EMEA-nya.
Pada akhirnya, pengumuman kemitraan Disney+ dan RAI Italia ini lebih dari sekadar berita bisnis. Ini adalah cerita tentang bagaimana budaya populer lokal menemukan rumah baru di era digital, didorong oleh logika pasar global. Ini adalah pengakuan bahwa di dunia yang terhubung, cerita-cerita terbaik sering kali berasal dari akar yang paling dalam. Dan untuk memenangkan pertempuran streaming, Anda tidak hanya perlu membawa dunia ke layar penonton, tetapi juga membawa layar penonton lebih dekat ke dunianya sendiri.