Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Developer Aplikasi Android Wajib Verifikasi Identitas untuk Distribusi di Luar Play Store
SHARE:

Technologue.id, Jakarta - Google kembali mengambil langkah signifikan dalam meningkatkan keamanan ekosistem Android. Mulai tahun depan, para pengembang aplikasi Android akan diwajibkan untuk memverifikasi identitas mereka bahkan jika mereka mendistribusikan aplikasi di luar Google Play Store. Kebijakan ini menandai perubahan besar dalam pendekatan Google terhadap distribusi aplikasi di platform Android yang selama ini dikenal lebih terbuka dibandingkan ekosistem seperti iOS.

Selama ini, Google Play Store telah mewajibkan verifikasi identitas pengembang sebagai bagian dari upaya mengurangi penyalahgunaan dan penipuan. Namun, aplikasi Android juga dapat diinstal melalui saluran lain seperti sideloading APK atau toko aplikasi pihak ketiga. Celah inilah yang sering dimanfaatkan oleh aktor jahat untuk menyebarkan malware, aplikasi palsu, atau software berbahaya lainnya.

Baca Juga:
Google Diam-diam Persiapkan Integrasi Quick Share ke iPhone

Dengan kebijakan baru ini, Google akan memperluas kewajiban verifikasi identitas ke seluruh ekosistem distribusi Android, termasuk toko aplikasi alternatif, distribusi langsung dari situs web, hingga platform distribusi pihak ketiga lainnya.

Google akan menggunakan proses verifikasi yang mencakup informasi pribadi atau entitas bisnis resmi, seperti nama lengkap atau nama perusahaan, alamat email yang dapat diverifikasi, identitas pemerintah (misalnya paspor atau KTP), informasi pembayaran yang sesuai.

Verifikasi ini dilakukan melalui Android App Signing dan sistem keamanan lainnya yang terintegrasi dengan ekosistem Android.

Bagi pengembang resmi atau profesional, kebijakan ini mungkin hanya menjadi langkah administratif tambahan. Namun bagi pengembang independen, tim kecil, atau mereka yang selama ini mengandalkan distribusi non-Play Store, ini bisa menjadi tantangan baru.

Baca Juga:
Google Drive Hadirkan Fitur Edit Video Langsung

Di sisi positif, langkah ini dapat meningkatkan kepercayaan pengguna terhadap aplikasi yang diinstal dari luar Play Store, sekaligus menekan penyebaran aplikasi palsu atau berbahaya yang sering mencatut nama aplikasi populer.

Sedangkan bagi pengguna Android, perubahan ini bertujuan untuk memberikan lapisan perlindungan tambahan saat menginstal aplikasi dari sumber luar. Sebelum ada aturan ini, pengguna sering kali tidak memiliki cara untuk memverifikasi keaslian pengembang aplikasi non-Play Store. Dengan kebijakan baru ini, Google berharap transparansi pengembang dapat menjadi bagian standar dari semua distribusi aplikasi Android, tidak hanya yang ada di Play Store.

Google menyebutkan bahwa kebijakan ini akan diterapkan secara bertahap mulai tahun 2025, dengan detail teknis dan tenggat waktu implementasi akan diumumkan lebih lanjut. Google juga akan menyediakan dokumentasi dan panduan untuk membantu para pengembang menyesuaikan diri dengan aturan baru ini.

SHARE:

Igloo.co.id Luncurkan Fitur Rekomendasi AI untuk Asuransi Mobil

Aplikasi Spotify Kini Punya Layanan Messaging Sendiri