Jakarta, Technologue.id – Transaksi di dalam game biasanya identik dengan pembelian item virtual untuk memperkuat karakter atau mempercepat permainan. Namun, CLEVO mencoba menghadirkan konsep berbeda lewat platform Roblox dengan menghubungkan Robux yang dibelanjakan pemain dengan dukungan bagi petani Indonesia.
Konsep tersebut hadir melalui CLEVO World: The Hardest Farming Game, sebuah pengalaman bermain interaktif yang diluncurkan CLEVO di platform Roblox. Game ini mengajak pemain mengelola lahan pertanian virtual sekaligus menghadapi berbagai tantangan yang dibuat menyerupai kondisi pertanian di dunia nyata.
Di dalam permainan, pemain dapat mengembangkan lahan dan mempersiapkan diri menghadapi berbagai gangguan. Anomali cuaca serta serangan hama menjadi bagian dari mekanisme permainan yang mendorong pemain menggunakan strategi untuk menjaga tanaman hingga menghasilkan panen.
Namun ada mekanisme lain yang membuat CLEVO World berbeda. Setiap Robux yang dibelanjakan pemain di The Hardest Farming Game disebut akan menjadi bagian dari akumulasi dukungan nyata untuk petani Indonesia.
CLEVO menyebut pendekatan ini sebagai perubahan dari konsep "Pay-to-Win" menjadi "Play-for-Good". Dengan mekanisme tersebut, aktivitas yang dilakukan pemain di dunia virtual diarahkan untuk memiliki dampak sosial di dunia nyata.
Brand Equity Director Garudafood, Ari Windrayanto Purwito, mengatakan tantangan yang hadir dalam game sengaja dibuat berdasarkan kondisi yang memang dihadapi petani Indonesia.
"Tantangan hama dan cuaca yang disimulasikan dalam permainan ini bukan sekadar rintangan fiktif, keduanya mencerminkan realita yang sesungguhnya dihadapi petani Indonesia di setiap musim tanam," ujar Ari.
Dalam permainan, sejumlah item juga merepresentasikan kebutuhan menghadapi kondisi pertanian. Pemain dapat menggunakan item seperti water gun untuk menghadapi musim kemarau, waternet untuk kondisi badai, serta traktor anti-hama.
Item tersebut bukan hanya memiliki fungsi di dalam permainan. Pembelian menggunakan Robux juga dikaitkan dengan dukungan yang nantinya diberikan kepada petani penerima manfaat di dunia nyata.
Perwakilan petani penerima manfaat, Sarno Asikin, mengatakan tantangan yang ditampilkan dalam game memiliki kemiripan dengan kondisi yang dihadapi petani. Menurutnya, dukungan tersebut diharapkan dapat membantu petani menghadapi berbagai kebutuhan dalam proses bertani.
CLEVO kemudian memperlihatkan konsep tersebut melalui Giant Robux Coin Activation saat peluncuran. Instalasi tersebut menggambarkan bagaimana aktivitas yang dimulai dari dunia virtual dapat diteruskan menjadi dukungan di dunia nyata.
Dari sisi pengalaman pengguna, CLEVO World juga tidak hanya menawarkan permainan sebagai aktivitas individual. Pemain dapat bereksplorasi, menjalankan peran, berkolaborasi dengan pemain lain, sekaligus menghadapi konsekuensi dari keputusan yang mereka ambil selama permainan.
Head of Studio KARIS Studio, Ratu Aida Raisya, mengatakan tantangan dalam mengembangkan CLEVO World bukan hanya membuat permainan yang menarik, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang memiliki cerita dan tujuan.
"Setiap elemen dalam CLEVO World dirancang untuk menghubungkan keseruan bermain dengan nilai ketekunan, eksplorasi, dan dampak sosial," ujar Ratu.
CLEVO World pada akhirnya memperlihatkan bagaimana platform gaming dapat dimanfaatkan lebih jauh dari sekadar ruang hiburan. Melalui mekanisme Robux dan dukungan petani, CLEVO mencoba membuat aktivitas digital memiliki hubungan langsung dengan sebuah tujuan di dunia nyata.
Dukungan kepada petani dari inisiatif tersebut diperkirakan akan disalurkan pada akhir 2026. Dengan demikian, efektivitas konsep Play-for-Good ini nantinya juga akan terlihat dari bagaimana aktivitas virtual tersebut benar-benar diterjemahkan menjadi manfaat bagi penerima di lapangan.