Technologue.id, Jakarta – Cadence bersama Analog Devices, Inc. mengembangkan prosesor audio otomotif SHARC generasi terbaru untuk menghadirkan pengalaman audio yang lebih canggih di dalam kendaraan. Kolaborasi ini menggabungkan teknologi Digital Signal Processor (DSP) Tensilica dari Cadence dengan keluarga prosesor ADSP generasi berikutnya milik ADI.
Pengembangan tersebut ditujukan untuk mendukung sistem audio mobil premium, pemrosesan suara berbasis kecerdasan buatan (AI), serta berbagai fitur cerdas pada kendaraan modern.
Salah satu peningkatan utama hadir melalui prosesor SHARC-FX yang dikembangkan bersama Cadence. Prosesor ini diklaim mampu memberikan kinerja hingga lima kali lebih tinggi dibandingkan prosesor SHARC+ generasi sebelumnya yang digunakan pada keluarga ADSP-SC59x.
Peningkatan tersebut diharapkan membuka peluang bagi pengembangan sistem audio kendaraan yang lebih responsif, hemat energi, dan mampu menghadirkan pengalaman mendengarkan yang lebih personal.
Selama bertahun-tahun, keluarga prosesor ADSP dari ADI telah digunakan untuk mendukung berbagai sistem infotainment dan audio premium di industri otomotif.
Teknologi tersebut mencakup sejumlah fitur, mulai dari sistem peringatan akustik kendaraan atau Acoustic Vehicle Alerting System (AVAS), peredaman kebisingan jalan dan mesin, hingga audio 3D yang imersif.
Prosesor ini juga mendukung teknologi Personal Sound Zone (PSZ), pemrosesan suara, asisten berbasis AI, serta komunikasi hands-free.
Seiring meningkatnya kompleksitas sistem audio kendaraan, kebutuhan terhadap prosesor dengan kemampuan komputasi lebih tinggi dan dukungan AI terintegrasi semakin besar.
Kepala Divisi Audio dan Jaringan Otomotif ADI, Andrew Lanfear, mengatakan bahwa perusahaan membutuhkan arsitektur DSP yang mampu memberikan kinerja lebih tinggi, sekaligus mempertahankan pemrosesan real-time yang deterministik.
Menurutnya, teknologi Tensilica Instruction Extension (TIE) dari Cadence memungkinkan ADI membuat instruksi khusus untuk mempercepat algoritma audio dan suara miliknya.
Pendekatan tersebut juga memungkinkan pemrosesan suara secara real-time dilakukan oleh DSP, sehingga CPU utama kendaraan dapat tetap berfokus pada fungsi sistem kendaraan dan sistem operasi.
Salah satu inovasi utama dalam keluarga prosesor ADSP-SC84x adalah penggunaan inti SHARC-FX, yang dirancang dan dikembangkan melalui kolaborasi Cadence dan ADI.
SHARC-FX menggunakan arsitektur DSP yang dirancang untuk menangani pemrosesan sinyal digital konvensional sekaligus beban kerja kecerdasan buatan dan machine learning (AI/ML).
Arsitektur tersebut menggabungkan teknologi VLIW SIMD yang ditingkatkan, dukungan tipe data yang lebih luas, pengelolaan cache yang efisien, serta set instruksi yang dioptimalkan untuk pemrosesan sinyal modern.
Kombinasi peningkatan arsitektur dan frekuensi operasi yang lebih tinggi membuat SHARC-FX diklaim mampu mencapai kinerja hingga lima kali lipat dibandingkan SHARC+ generasi sebelumnya.
Direktur Grup Manajemen Produk DSP Tensilica Cadence, Amol Borkar, menyebut penggunaan teknologi Tensilica pada prosesor ADSP generasi berikutnya sebagai bagian dari fokus ADI dalam mengembangkan audio otomotif dan AI berkinerja tinggi.
Kemampuan tersebut memungkinkan sejumlah aplikasi, seperti identifikasi genre musik, pemisahan sumber musik (Music Source Separation/MSS), dan penghilangan vokal secara real-time, dijalankan langsung pada DSP.
Dengan demikian, pemrosesan audio yang kompleks dapat dilakukan tanpa harus membebani CPU utama kendaraan.
Selain memperkenalkan inti SHARC-FX, ADI juga menghadirkan platform ADSP-SC84x/2184x sebagai penerus keluarga ADSP-SC59x/2159x.
Platform terbaru ini beralih dari teknologi proses 28nm ke 16nm. Transisi tersebut membawa peningkatan efisiensi energi, frekuensi operasi yang lebih tinggi, serta integrasi komponen yang lebih besar.
Pembaruan ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan kendaraan modern, khususnya kendaraan yang mengadopsi konsep Software-Defined Vehicle (SDV), yakni kendaraan dengan fungsi dan fitur yang semakin bergantung pada perangkat lunak.
Peningkatan kemampuan SHARC-FX juga membuka peluang penggunaan AI secara langsung pada sistem audio kendaraan atau pemrosesan edge.
Jika sebelumnya pemrosesan audio lebih banyak mengandalkan algoritma pemrosesan sinyal tradisional, kini sistem dapat memanfaatkan model AI untuk menghasilkan akurasi lebih tinggi, kemampuan adaptasi yang lebih baik, dan pengalaman pengguna yang lebih personal.
Dalam penerapannya, prosesor ini berpotensi mendukung pengalaman audio berbeda untuk setiap penumpang, peredaman kebisingan berbasis AI, asisten suara cerdas, hingga audio generatif berbasis AI.
SHARC-FX juga mendukung implementasi inferensi jaringan saraf secara real-time. ADI menyebut model AI dari kerangka kerja populer, termasuk LiteRT dari Google, dapat dialihkan ke inti SHARC-FX melalui rutin kernel jaringan saraf yang telah dioptimalkan.
Dengan cara tersebut, pemrosesan AI dapat dijalankan secara efisien dan hemat energi tanpa harus sepenuhnya bergantung pada CPU utama.
Untuk mendukung pengembangan dan implementasi teknologi tersebut, ADI menyediakan ekosistem perangkat lunak dan perangkat evaluasi yang mencakup kompiler dan perangkat pengembangan dari Cadence.
Ekosistem ini juga meliputi EZ-KIT, CrossCore Embedded Studio, SigmaStudio+, serta Audio Weaver dari DSP Concepts.
CEO DSP Concepts, Chin Beckmann, mengatakan integrasi teknologi Cadence Tensilica dan ADI ke dalam kerangka kerja Audio Weaver memungkinkan pengembangan aplikasi audio dengan beragam fitur di kedua platform.
Kolaborasi ini melanjutkan kerja sama ketiga perusahaan dalam pengembangan solusi audio otomotif.
Cadence sendiri menyediakan teknologi IP DSP untuk berbagai aplikasi, termasuk otomotif. Teknologi DSP Tensilica yang ditujukan bagi aplikasi otomotif tertentu tersedia dengan sertifikasi hingga ISO 26262 ASIL-B untuk mendukung sistem bantuan pengemudi tingkat lanjut (ADAS) dan aplikasi kritis keselamatan lainnya.