Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
BYD Naikkan Harga Fitur ADAS God's Eye B Hingga 21 Persen
SHARE:

Jakarta – Raksasa otomotif asal Tiongkok, BYD, resmi mengumumkan kenaikan harga pada sistem bantuan pengemudi canggih (ADAS) miliknya. Mulai Mei 2026, harga opsi sistem "God's Eye B" akan melonjak dari 9.900 yuan (sekitar Rp22,3 juta) menjadi 12.000 yuan (sekitar Rp27 juta).

Kenaikan sebesar 21 persen ini menjadi sinyal pertama di industri otomotif global. Inflasi perangkat keras pendukung kecerdasan buatan (AI) mulai berdampak langsung pada dompet konsumen kendaraan.

BYD mengonfirmasi bahwa penyesuaian harga ini dipicu oleh lonjakan biaya perangkat keras penyimpanan data secara global. Permintaan infrastruktur AI yang masif telah menyedot pasokan DRAM dan NAND flash memory ke pusat-pusat data.

Laporan industri menyebutkan bahwa harga kontrak memori kelas otomotif telah meroket hingga 90 persen pada kuartal pertama tahun 2026 saja. Kondisi ini memaksa pabrikan untuk mengkalkulasi ulang biaya produksi fitur-fitur cerdas pada kendaraan mereka.

Kebijakan harga baru ini akan diterapkan pada model-model tertentu di lini seri Dynasty, Ocean, hingga sub-brand Fang Cheng Bao. Meski demikian, BYD memberikan kompensasi bagi konsumen yang melakukan pemesanan sebelum 30 April 2026.

Mereka tetap mendapatkan harga lama. Langkah ini dinilai sebagai pembalikan arah dari strategi besar yang dicanangkan BYD pada awal 2025.

Saat itu, BYD memperbarui 21 modelnya dengan berbagai tingkatan sistem "God's Eye". Tujuannya demi mendemokratisasi teknologi otonom agar tidak lagi identik dengan mobil mewah.

Sistem "God's Eye B" atau DiPilot 300 sendiri merupakan platform kelas menengah BYD. Sistem ini dibekali dengan satu hingga dua sensor LiDAR, radar gelombang milimeter, serta kamera definisi tinggi.

Fitur ini mendukung Navigate-on-Autopilot di jalan kota maupun jalan tol. Sebagai perbandingan, sistem ini berada di atas "God's Eye C" namun masih di bawah "God's Eye A" yang eksklusif untuk merek ultra-premium Yangwang.

Hingga Maret 2026, tercatat ada sekitar 2,85 juta kendaraan BYD yang telah dilengkapi sistem cerdas ini. Kendaraan tersebut menghasilkan data mengemudi hingga 180 juta kilometer setiap harinya.

Volume data yang masif ini memberikan keunggulan bagi pelatihan AI BYD dibandingkan kompetitor. Namun di sisi lain, hal ini juga meningkatkan kebutuhan penyimpanan dan pemrosesan data di dalam mobil.

Di tengah kenaikan harga ini, BYD juga menghadapi tantangan terkait kepercayaan konsumen. Di media sosial lokal Tiongkok, mulai muncul laporan insiden terkait sistem tersebut.

Insiden tersebut mulai dari pengereman mendadak tanpa sebab (phantom braking), kegagalan bantuan kemudi, hingga masalah akselerasi yang tidak diinginkan. Kombinasi antara kenaikan harga perangkat keras dan isu keandalan sistem ini akan menjadi ujian berat bagi dominasi BYD.

Terlebih lagi saat subsidi pajak pembelian kendaraan mulai dikurangi secara bertahap oleh pemerintah. Kondisi ini juga dipengaruhi oleh Proyek Terafab dan krisis chip global yang semakin meluas.

Krisis pasokan memori juga mengancam industri lain seperti smartphone. Kenaikan Harga Memori telah mengancam tren perangkat dengan RAM besar di tahun 2026.

BYD kini harus menghadapi tekanan dari dua sisi sekaligus. Di satu sisi biaya komponen naik drastis, di sisi lain kepercayaan konsumen mulai diuji oleh laporan insiden sistem ADAS.

Langkah BYD menaikkan harga fitur ADAS ini menjadi sinyal kuat bagi industri otomotif global. Produsen lain kemungkinan besar akan mengikuti jejak serupa jika tekanan biaya komponen terus berlanjut.

SHARE: