Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
BYD Menang Gugatan, Blogger Otomotif Wajib Bayar Rp5 Miliar
SHARE:

Jakarta – BYD, produsen kendaraan listrik asal China, memenangkan gugatan pencemaran nama baik terhadap seorang blogger otomotif. Pengadilan tingkat banding memutuskan terdakwa wajib meminta maaf secara terbuka dan membayar kompensasi sebesar 2 juta yuan, atau sekitar Rp5,1 miliar.

Kasus ini menjadi sorotan karena memperlihatkan meningkatnya ketegangan antara produsen otomotif dan kreator konten digital. Hal ini terjadi di tengah pesatnya pertumbuhan industri kendaraan listrik di China.

Blogger yang dikenal dengan nama “Long Ge Talks EVs” telah mengunggah video permintaan maaf. Hal itu dilakukan setelah pengadilan mengeluarkan putusan tingkat kedua terkait konten yang membahas kerusakan baterai, motor, dan sistem kontrol elektronik kendaraan BYD.

Melansir dari CarNewsChina, Selasa (19/05/2026), blogger tersebut mengakui bahwa sejumlah kontennya mengandung pernyataan yang tidak tepat. Konten itu dinilai berdampak negatif terhadap reputasi BYD.

Berdasarkan putusan pengadilan, sejumlah video yang diunggah melalui akun “Long Ge Talks EVs” dan akun terkait lainnya dinilai memuat klaim teknis tanpa dasar verifikasi. Konten tersebut membahas kasus perbaikan kendaraan BYD, termasuk tudingan terkait sistem baterai dan penggerak listrik.

Pengadilan menyatakan para tergugat telah menyebarkan informasi palsu yang merugikan reputasi komersial BYD. Selain diwajibkan menghentikan pelanggaran, terdakwa juga diperintahkan menghapus dampak negatif dan menyampaikan permintaan maaf secara publik.

Kasus ini merupakan kelanjutan dari proses hukum yang pertama kali diungkap BYD pada Desember 2025. Saat itu, departemen hukum perusahaan menyatakan telah memenangkan putusan tingkat pertama terhadap sejumlah akun media sosial.

Akun-akun tersebut dianggap menyebarkan informasi menyesatkan mengenai produk BYD. Konten tersebut dipublikasikan melalui platform digital populer di China seperti Douyin dan WeChat Channels.

General Manager Brand and Public Relations BYD, Li Yunfei, menegaskan perusahaan tetap menerima kritik objektif dan laporan berbasis fakta. Namun, BYD akan mengambil jalur hukum terhadap informasi yang dianggap direkayasa atau bersifat fitnah.

Pernyataan itu memperlihatkan bagaimana produsen otomotif China mulai lebih agresif melindungi citra merek. Hal ini terjadi di tengah persaingan ketat industri kendaraan listrik domestik.

Kasus BYD bukan satu-satunya sengketa hukum antara produsen otomotif dan influencer otomotif di China. Beberapa perusahaan lain seperti Great Wall Motor dan XPeng juga dilaporkan pernah terlibat perkara serupa.

Blogger yang sama bahkan disebut menghadapi gugatan lain terkait kendaraan merek Aito dan Seres. Dalam perkara berbeda, pengadilan dilaporkan memerintahkan pembayaran kompensasi sebesar 160 ribu yuan.

Fenomena ini mencerminkan meningkatnya pengaruh media sosial dalam membentuk persepsi konsumen otomotif. Hal ini terutama terlihat di pasar kendaraan listrik China yang berkembang sangat cepat.

Di tengah kontroversi hukum tersebut, BYD tetap menjadi salah satu pemain terbesar dalam industri kendaraan listrik global. Data China EV DataTracker menunjukkan penjualan kendaraan listrik BYD secara global mencapai 314.100 unit pada April 2026.

Angka itu naik 6,2 persen dibanding Maret, meski turun 15,7 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Persaingan produsen EV di China saat ini memang semakin agresif, tidak hanya dalam aspek harga dan teknologi, tetapi juga citra merek serta pengaruh opini publik di media digital.

Kasus hukum seperti ini diperkirakan akan semakin sering muncul seiring besarnya pengaruh kreator konten otomotif terhadap keputusan konsumen kendaraan listrik di pasar global. Fenomena ini juga mengingatkan pada TikTok Aturan dan Deepfake Dampak.

SHARE:

ChatGPT Kini Bisa Kelola Keuangan Pribadi Pengguna

7,3 Juta Pengguna Android Tertipu Aplikasi Mata-mata Palsu