Jakarta – PT BRI Multifinance Indonesia atau BRI Finance semakin agresif menggarap segmen pembiayaan mobil bekas. Langkah ini diambil untuk merespons perubahan perilaku konsumen yang kini lebih memilih kendaraan bekas sebagai solusi mobilitas yang ekonomis.
Perusahaan menilai segmen kendaraan bekas masih memiliki potensi besar. Segmen ini dinilai mampu berjalan beriringan dengan pembiayaan kendaraan baru dalam mendukung pertumbuhan industri pembiayaan otomotif nasional.
Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan kendaraan bekas kini semakin dipertimbangkan masyarakat. Pasalnya, kendaraan bekas menawarkan nilai ekonomis yang lebih kompetitif di tengah berbagai pertimbangan finansial konsumen.
“Mobil bekas menjadi salah satu alternatif yang banyak dipilih masyarakat karena lebih fleksibel dari sisi harga, namun tetap mampu memenuhi kebutuhan mobilitas sehari-hari. Kami melihat segmen ini masih memiliki prospek yang baik seiring kebutuhan kendaraan yang tetap tinggi,” ujar Dhani.
Menurutnya, kondisi pasar kendaraan baru turut memengaruhi pergerakan pasar kendaraan bekas. Dalam situasi tertentu, sebagian konsumen cenderung memilih kendaraan bekas sebagai opsi yang lebih efisien dan sesuai kemampuan finansial.
Baca Juga:
Meski demikian, BRI Finance tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan pembiayaan. Perseroan secara konsisten menerapkan proses seleksi dan analisis kredit yang prudent guna menjaga kualitas portofolio sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan.
“Baik kendaraan baru maupun kendaraan bekas memiliki pasar dan karakteristik masing-masing. Keduanya saling melengkapi dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari daya beli, kebutuhan mobilitas, hingga kondisi ekonomi masyarakat secara umum. Karena itu, kami terus memantau perkembangan pasar dan menjalankan strategi pembiayaan yang selektif,” jelas Dhani.
Dari sisi kinerja, hingga Februari 2026 BRI Finance mencatat pertumbuhan penyaluran pembiayaan mobil bekas sebesar 169,34 persen secara year-on-year (y.o.y). Segmen kendaraan bekas juga memberikan kontribusi sebesar 9,79 persen terhadap total portofolio pembiayaan perusahaan.
Untuk mendukung pertumbuhan tersebut, BRI Finance terus memperluas kerja sama dengan dealer dan mitra penjual kendaraan bekas di berbagai daerah. Selain itu, perusahaan juga mengoptimalkan berbagai kanal pemasaran dan meningkatkan efisiensi proses pembiayaan agar masyarakat lebih mudah mengakses layanan kredit kendaraan.
Tren positif ini juga didukung oleh kehadiran platform digital yang memudahkan transaksi. Salah satunya adalah OLXmobbi yang menghadirkan layanan terintegrasi untuk jual beli mobil bekas.
Tingginya pertumbuhan pembiayaan mobil bekas ini menunjukkan bahwa pasar kendaraan bekas masih menjadi salah satu sektor potensial di industri otomotif Indonesia. Hal ini terutama terlihat di tengah kebutuhan masyarakat akan kendaraan pribadi yang lebih ekonomis dan fleksibel.
Di sisi lain, fenomena penurunan harga juga mewarnai segmen kendaraan bekas. Beberapa laporan menyebutkan harga mobil listrik bekas yang turun drastis, menjadi peluang tersendiri bagi konsumen yang mencari nilai lebih.
BRI Finance optimistis segmen pembiayaan mobil bekas akan terus bertumbuh. Perusahaan berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi pembiayaan yang mudah, cepat, dan terpercaya bagi masyarakat Indonesia.