Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Bose Hentikan Dukungan Cloud SoundTouch, Speaker Multi-Room Mati Suri
SHARE:

Genzone.id — Kabar buruk bagi pengguna setia Bose. Perusahaan audio asal Amerika itu resmi mengakhiri dukungan cloud untuk platform SoundTouch pada 6 Mei 2026. Langkah ini secara efektif mematikan ekosistem speaker multi-room yang sempat populer di kalangan audiophile.

Keputusan Bose ini menuai kekecewaan besar dari komunitas pengguna. Banyak pelanggan setia mengungkapkan frustrasi mereka di forum-forum online. Bahkan, sekelompok pengguna di Reddit sempat membuat petisi untuk mempertahankan layanan tersebut.

Meski dukungan cloud telah berakhir, speaker SoundTouch tidak sepenuhnya menjadi barang rongsokan. Bose memastikan pengguna masih bisa menikmati fitur dasar seperti koneksi Bluetooth, AirPlay, Spotify Connect, dan input kabel. Speaker ini tetap bisa berfungsi seperti speaker pintar biasa.

Namun, fitur-fitur andalan yang menjadi daya tarik utama ekosistem SoundTouch kini hilang. Tombol preset pada semua produk SoundTouch dan di aplikasi SoundTouch tidak lagi berfungsi. Bose juga tidak menjamin preset yang sudah tersimpan sebelumnya akan tetap bekerja.

Pengguna juga tidak bisa lagi menjelajah atau memutar layanan musik langsung dari aplikasi SoundTouch. Mereka harus memulai playlist dari Spotify, Apple Music, atau perangkat yang terhubung secara langsung. Ini jelas mengurangi kenyamanan yang sebelumnya ditawarkan.

Jika SoundTouch terhubung ke smart TV, fungsi dasarnya masih berjalan normal. Sayangnya, fitur stereo pairing untuk SoundTouch 10 juga ikut mati setelah dukungan cloud berakhir. Ini menjadi pukulan telak bagi pengguna yang membeli speaker tersebut untuk pengaturan stereo.

Di sisi lain, masih ada beberapa fitur yang bisa diandalkan. Pengaturan dan konfigurasi sistem masih bisa dilakukan melalui aplikasi SoundTouch yang beroperasi secara lokal. Fitur grup multi-room di dalam aplikasi juga masih berfungsi dengan baik.

Untuk meredam kekecewaan, Bose telah merilis file open-source untuk SoundTouch. Langkah ini membuka peluang bagi pengembang independen untuk menciptakan alat dan fitur kustom. Komunitas pengguna kini bisa berharap pada solusi alternatif dari para developer.

Keputusan mengakhiri dukungan cloud ini diambil Bose karena alasan evolusi teknologi. Perusahaan menyatakan tidak bisa lagi mempertahankan pengembangan infrastruktur cloud yang menjadi fondasi ekosistem SoundTouch. Ini adalah konsekuensi dari perubahan lanskap teknologi yang terus bergerak.

Peristiwa ini mengingatkan kita pada fenomena serupa di industri teknologi. Seperti Microsoft yang menghentikan dukungan Windows 7, penghentian layanan lama adalah hal yang lumrah. Pengguna harus siap beradaptasi dengan ekosistem baru yang lebih modern.

Bagi pengguna yang ingin beralih, banyak opsi speaker multi-room lain yang tersedia di pasaran. Beberapa merek menawarkan ekosistem yang lebih stabil dan berkelanjutan. Pastikan untuk mempertimbangkan komitmen jangka panjang dari produsen sebelum membeli.

Fenomena penghentian layanan ini juga mirip dengan deretan iPhone yang tidak bisa jalankan WhatsApp di 2025. Perangkat keras yang masih berfungsi baik bisa kehilangan dukungan perangkat lunak. Ini menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya memilih produk dengan ekosistem yang berkelanjutan.

Bagi pengguna setia Bose yang bertahan, aplikasi SoundTouch versi lokal masih bisa diandalkan untuk kebutuhan dasar. Fitur-fitur yang tidak bergantung pada cloud tetap berfungsi normal. Speaker ini masih bisa menjadi perangkat audio yang berguna di rumah.

Ke depannya, pengguna SoundTouch harus mulai memikirkan transisi ke platform yang lebih modern. Beberapa alternatif menawarkan fitur multi-room yang lebih canggih dengan dukungan jangka panjang. Jangan sampai terjebak lagi dengan ekosistem yang berisiko mati di tengah jalan.

SHARE:

Pengguna TikTok Kini Bisa Pesan Hotel dan Wisata Langsung dari Aplikasi

Meta Uji Fitur AI Mirip Grok di Threads